
Sayembara kali ini berhasil dimenangkan oleh pangeran Sanada. Sesuai dengan yang diinginkan oleh kaisar Yoshinao Nobuhide, karena beliau mencari seorang menantu yang jujur dan berhati mulia, seperti apa yang ada di dalam diri pangeran Sanada yang berasal dari kekaisaran Takenaka.
Sementara pangeran Zeus segera meninggalkan kekaisaran Nobuhide dengan penuh amarah dan rasa kesal yang semakin menggunung. Begitu juga dengan para pangeran dan ksatria lainnya yang juga sudah meninggalkan kekaisaran Nobuhide.
Para rakyat masih berada di sekitar istana untuk menyaksikan pernikahan antara putri Matzu dengan pangeran Sanada yang akan segera dilangsungkan saat ini juga di istana Nobuhide.
Sang kaisar merasa cukup puas dan semakin menyukai Zhou. Karena semua ini terjadi adalah berkat ide dan saran dari Zhou.
...⚜⚜⚜...
"Brengsekk!!! Keparat sialan!!! Ini semua terjadi karena panglima Zhou!! ARGHHHH ..."
BUAKKK ...
Zeus terlihat begitu kesal dan menghantam sebuah pohon besar, hingga membuat pohon itu seketika tumbang begitu saja.
Auranya kini menjadi begitu kelam dan mencekam. Salah satu rencananya untuk melakukan balas dendam kepada pangeran Toshie kini akan mengalami kelambatan. Bahkan penobatan untuknya menjadi seorang kaisar Fumio juga akan ditunda.
Sementara para prajurit yang masih berada di sekitarnya hanya terdiam. Bersikap seakan tuli dan buta karena melihat pangerannya sedang begitu frustasi akan kekalahannya.
Karena disaat-saat seperri ini temperamen Zeus menjadi sangat buruk. Apapun yang dia sentuh sudah dipastikan akan menjadi rusak dan hancur. Siapapun yang berani mengajaknya berbincang, maka siap-siap saja akan menjadi pelampiasan dari amarahnya.
Tiba-tiba saja tak sengaja Zeus menangkap sosok seorang putri cantik dengan jubah lapis istananya berwana pastel lembut sedang turun dari kereta kencananya.
Seperti biasa, sebenarnya putri berwajah cantik melebihi cantiknya bulan dan bumi itu selalu datang di setiap bulan untuk menjenguk kaisar Fumio yang sedang sakit. Ya, kecantikannya adalah keseimbangan antara yin dan yang.
Tiba-tiba sebuah senyuman licik dan penuh misteri menyembul dari wajah Zeus ketika melihat putri berwajah jelita itu.
Bodoh! Mengapa aku tidak pernah berpikiran ke arah sana saja?! Sebaiknya aku menikahi Nouhime saja!! Dia pasti akan menerimaku bukan?! Lagipula kekasihnya juga sudah mati menemui ajalnya!! Ckk ... dengan begitu aku akan segera menjadi seorang kaisar setelah berhasil mempersuntingnya!! Urusan balas dendam dengan Toshie sebaiknya dipikirkan nanti dulu. Yang terpenting saat ini adalah aku menjadi seorang kaisar!!
Batin Zeus mulai melenggang mendekati sang putri yang sudah memasuki halaman istana Fumio dengan dikawal oleh prajuritnya.
"Aku Nouhime datang untuk menjenguk Yang Mulia Kaisar Fumio, Pangeran Zeus." ucap putri Nouhime memberikan penghormatannya untuk Zeus.
"Kemarilah dan ikuti aku! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Putri Nouhime!" ucap Zeus dengan penuh penekanan dan mulai berbalik lalu melenggang.
Nouhime mulai mengekori Zeus yang rupanya menggiringnya untuk pergi ke taman istana, yang berada bersebelahan dengan kuil istana.
Nouhime masih berdiri di belakang Zeus, menantikan dengan sabar yang akan diucapkan oleh Zeus kepada dirinya.
"Ada apa, Pangeran Zeus?" tanya Nouhime akhirnya.
"Putri Nouhime. Kekaisaran Fumio saat ini sedang berada di titih lemah dan sangat rentan. Ini akan sangat berbahaya jika kekaisaran ini mendapatkan sebuah serangan tak terduga. Karena ayahku sedang sakit keras saat ini, sehingga semuanya tidak bisa dilakukan secara maksimal dan masih sangat terbatas." ucap Zeus mulai bercerita dengan berdiri membelakangi Nouhime.
"Untuk menyelamatkan semua ini, maka aku harus segera menikah dan menjadi seorang kaisar. Dengan begitu aku akan bergerak lebih leluasa untuk mengatur rakyat dan segala macam." imbuh Zeus yang kini mulai berbalik dan menatap lekat Nouhime.
"Putri Nouhime, maukah kamu menikah denganku untuk menyelamatkan kekaisaran dan istana Fumio?" tanya Zeus mulai melenggang mendekati Nouhime.
Putri cantik itu membeku seketika, karena tak tau harus menjawab apa saat ini. Selama ini dia memang sudah sangat dekat dengan kaisar Fumio. Bahkan disaat sang kaisar Fumio sakit keras, Nouhime masih selalu datang untuk menjenguknya.
Namun yang dia cintai selama ini adalah Hadess, bukanlah Zeus. Meskipun Hadess sudah meninggal karena kecelakaan naas itu, sampai saat ini putri cantik itu masih saja selalu menyimpan rapi nama Hadess di dalam hatinya. Bahkan dia belum bisa membuka hatinya untuk pria lain.
"Putri Nouhime. Kamu sangat peduli dengan ayahku dan juga kekaisaran ini bukan? Menikahlah denganku ... Hadess yang sudah berada di surga juga pasti akan senang jika melihat kamu menikah denganku." ucap Zeus kembali, karena Nouhime masih saja terdiam dan dilematis.
"Jika kamu memang tidak mencintaiku, setidaknya lakukan semua ini untuk ayahku dan untuk kekakisaran Fumio. Klan Fumio, kekaisaran Fumio membutuhkan seorang pemimpin yang kuat dan muda." ucap Zeus lagi berharap Nouhime akan menerima pernikahan ini.
Nouhime mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Dia memantapkan hatinya dan mulai menjawab Zeus dengan begitu hati-hati.
"Pa-pangeran Zeus ... a-aku menerimanya. Aku ... akan menikah dengan pangeran. Namun, saat musim semi tiba." ucap Nouhime berhati-hati.
Karena dia masih butuh waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri dan menata hatinya agar dia tkdak mengecewakan Zeus.
Sebuah senyuman miring mulai tersembul menghiasi wajah tampan namun selalu beraura kelam itu.
"Baiklah! Musim semi akan segera tiba dalam 2 pekan lagi. Aku akan mempersiapkan semuanya." ucap Zeus penuh kemenangan, karena itu artinya Zeus akan segera dinobatkan sebagai seorang kaisar dalam waktu dekat ini.
"Temuilah ayah. Dia juga pasti sangat merindukanmu."
"Ba-baik, Pangeran Zeus." ucap Nouhime mulai meninggalkan Zeus dan segera memasuki istana untuk menjenguk kaisar Fumio.
Masih sama seperti biasanya. Kaisar Fumio hanya menghabiskan hari-harinya dengan terduduk dan beristirahat di dalam kamarnya sendirian. Bahkan ibu ratu sangat jarang untuk menjenguknya.
Ibu ratu malah sibuk sendiri dengan dunianya sendiri. Bahkan sempat terdengar berita miring jika dia menyembunyikan seorang pelayan pria tampan dan masih cukup muda yang menjadi selirnya.
"Yang Mulia Kaisar Fumio, aku Nouhime datang untung menjenguk kaisar ..." ucap Nouhime dengan nada rendah dan menunduk memberikan salam penghormatanya.
Sang kaisar menoleh menatap Nouhime lalu tersenyum hangat.
"Nouhime, apa kabar?" ucap sang kaisar lirih, namun raut wajahnya terlihat begitu berbinar saat melihat kehadiran Nouhime.
Karena selama ini Nouhime-lah satu-satunya yang masih sangat mempedulikannya jika dibanding dengan istri maupun anaknya.
"Kabarku baik, Yang Mulia kaisar. Bagaimana kabar Yang Mulia Kaisar?" ucap Nouhime dengan nada rendah.
"Aku baik, Nouhime. Hanya saja aku tak bisa banyak berbuat apa-apa saat ini."
"Yang Mulia Kaisar, aku akan segera menikah dengan pangeran Zeus saat musim semi tiba ..." ucap Nouhime bercerita dan sebenarnya sudah menganggap kaisar Fumio seperti ayahnya sendiri.
Senyuman hangat yang terlukis pada wajah pria paruh baya itu seketika mulai memudar saat mendengarkan ucapan dari Nouhime. Rasanya masih ada yang mengganjal dirasakannya, karena Nouhime adalah gadis yang hampir mau dinikahi oleh Hadess sebelum Hadess mengalami kecelakaan.
Namun sang kaisar segera menepis segala prasangka buruknya, dia kembali memperlihatkan wajah tenang dan teduhnya. Karena maupun Hadess atau Zeus yang menikahi Nouhime, Nouhime tetaplah akan menjadi menantunya.
...⚜⚜⚜...