The God of War

The God of War
Bertemu Kembali



Seorang pria yang begitu gagah berani dengan pakian zirah gelapnya, kini sudah berdiri tepat di hadapan Yaoyao dan beberapa prajurit Nobuhide dengan membawa sebuah katana bersinar berwarna putih kebiruan.



Tak mau berhenti sampai disitu saja, Nakai masih berusaha untuk menyerang dengan serangan yang sama. Namun serangan kali ini semakin diperkuatnya.


Zhou juga semakin memperkuat perisainya, namun kali ini dia juga berusaha untuk menyerang Nakai kekuaran spiritualnya.


Pergerakan dari jemarinya menimbulkan sebuah cahaya putih menyilaukan dan diarahkannya untuk Nakai. Yaoyao tak mau menyia-nyiakan kesempatan kali ini. Dia segera membantu Zhou dengan tehnik menyerang serupa, karena Zhou pernah mengajarinya ketika mereka berlatih saat menjadi prajurit.


Tentu saja 2 lawan 1 akan dimenangkan oleh 2 orang. Tubuh Nakai terpental sejauh puluhan langkah ke belakang dan dia juga memuntahkan seteguk darah segar.


Karenq merasa belum stabil kembali, Nakai mengibaskan tangannya dan dalam satu detik saja tubuhnya sudah menghilang. Yeap, dia menggunakan jurus menghilang.


Yaoyao berguling beberapa kali di atas tanah dan segera mengambil kembali tombak naga api miliknya sebelum ada prajurit yang akan kembali menyerang mereka.


Sementara pandangan Zhou kini tertuju pada sosok pria dengan pakaian kebangganannya dan pakaian perangnya yang berwarna gelap dengan aura yang sangat kuat dan mencekam.


Zhou mengayunkan katana Azzael Shin Guto miliknya untuk menikam beberapa prajurit yang sudah berusaha untuk menyerang dirinya. Perlahan Zhou juga menyerang dan semakin mendekati Zeus. Hingga akhirnya kini mereka saling berhadapan di antara jarak ratusan meter.


Pandangan mereka saling bertemu, seketika Zeus mulai mengukir seringai bak iblis saat menatap Zhou. Sementara Zhou menatapnya penuh amarah dan ingin segera menghukumnya.


JLEBB ...


Masih dengan pandangan menatap Zeus penuh amarah, Zhou mengayukan katana Azzael Shin Guto ke arah kanan dan menghunuskannya pada seorang prajurit yang sudah berusaha untuk menyerang mereka.


Sebenarnya beberapa prajurit Fumio mulai ragu untuk berperang ketika melihat kehadiran Zhou. Mereka para komandan dan prajurit lama, tentu saja akan sangat mengenali Zhou yang tak lain adalah pangeran Hadess. Sang Dewa Perang dari Fumio.


Mereka masih saja menelisik dan mengamati Zhou, apakah dia benar-benar adalah pangeran pertama Fumio yang telah dikabarkan meninggal 2 tahun yang lalu?


"Gyahahaha ... kita bertemu kembali Pangeran Hadess! Lama tidak bertemu, Kakak ..." Zeus memasang senyuman kelam setelah tawanya mereda.


"Zeus!! Aku sangat tidak menyangka jika kau sampai nekat melakukan semua hal ini! Bukan hanya mencelakaiku, tapi kau juga mencelakai ayahanda, Putri Nouhime, bahkan semua prajurit dan rakyat! Kau benar-benar sudah sangat keterlaluan!!!" geram Zhou penuh amarah dan semakin kuat mencengkeram katana Azzael Shin Guto miliknya.


"Asal kau tau, semua impianku akan aku raih dengan mudah jika kau tiada!! Seluruh klan dan tahta ini hanya milikku seorang! Bahkan aku juga sudah mendapatkan wanitamu! Akulah yang pertama menyentuh tubuh indahnya!! Akulah pemenang yang sebenarnya!!" Zeus tersenyum miring menatap Zhou.


Zeus sengaja mengatakannya untuk memprovokasi Zhou dan mengacaukan konsentrasinya. Namun hal itu sama sekali tak membuat Zhou terpengaruh.


Zhou menatap sekelilingnya, dimana beberapa komandan dan prajurit Fumio masih saja menatapnya menelisik.


"Kalian semua! Aku tidak mengerti mengapa kalian bisa melakukan semua pembantaian ini? Apa salah mereka? Mengapa kalian membantai mereka yang tidak berdosa? Aku adalah Hadess!! Putra mahkota yang sah dan penerus ayahanda yang sebenarnya!! Dan sekarang aku memerintahkan kepada kalian semua untuk berhenti berperang sekarang juga!!" titah Zhou dengan suara menggelegar dan penuh penekanan menatap para prajurit Fumio.


Namun tak satupun dari mereka yang menurunkan senjatanya. Mereka masih terdiam di tempat mereka masing-masing. Dan mereka bersikukuh masih mengangkat senjata masing-masing.


Zeus tertawa menggelegar menyaksikan semua ini. Dia merasa sangat puas akan pilihan yang telah diambil oleh para prajurit Fumio.


"Gyahaha ... percuma saja! Mereka tak akan mendengarkanmu, Hadess!! Mereka telah bersumpah padaku akan selalu berada di pihakku sampai titik darah penghabisan!! Mau tak mau kau harus melenyapkan mereka dengan tanganmu sendiri!!" Zeus tersenyum miring penuh kemenangan.


Prajurit yang selama ini begitu patuh dan selalu mengabdi pada Kaisar Fumio terdahulu serta kepada Hadess, kini harus berpaling dari mereka dan berada di pihak Zeus.


Zhou menangkap tatapan penuh kepedihan pada wajah para pejuang tangguh itu. Dia menatapnya nanar, ada rasa kecewa yang menyelimuti hatinya. Mengapa mereka tega melakukan semua ini? Mengapa mereka berkhianat?


Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang sedang mengganggu Zhou saat ini. Namun dia segera menepisnya, mungkin ada sesuatu yang Zeus lakukan terhadap mereka, sehingga mereka bisa bersumpah untuk Zeus.


Kini hanya satu tujuannya! Melenyapkan Zeus dan pusaka kirasodo. Meskipun Zhou tak pernah mengetahui hasil akhirnya nanti tanpa campur tangan Dewa Bintang, setidaknya masih ada satu cara untuk mengalahkan Zeus.


Yaitu sama halnya dengan seribu tahun sebelumnya, menemukan inti jiwanya dan menyegelnya.


Aku harus cepat melakukannya! Sebelum korban semakin banyak karena peperangan ini!!


Batin Zhou semakin mencengkeram kuat katana Azzael Shin Guto miliknya dan menatap tajam Zeus yang masih berdiri ratusan meter di hadapannya dengan katana kirasodo yangbl sudah berada di dalam genggamannya.


Sementara Zeus, dia juga mulai berubah. Kebencian, dendam, rasa iri, rasa tamak, semua sudah semakin merasuki dirinya saat ini. Kini hawa iblis menyelimuti seluruh tubuhnya.


Bahkan bukan hanya auranya saja yang terpancar, namum kini matanya sudah berubah menjadi merah menyala dengan seluruh tubuh yang sudah mulai berubah dan memiliki tanda iblis kehitaman yang terlihat dan menyebar pada leher dan kedua tangannya.


"Hadess!! Aku sangat membencimu dari dulu!! Aku sangat muak ketika pria tua itu hanya selalu memandangmu dan membanggakanmu!! Aku muak karena dia tak pernah memandangku!! Mengapa?!! Mengapa selalu kamu?!! Mengapa?!! Eeerrggghhh ..."


Zeus menggeram dan sedikit memutar kepalanya seakan kesadarannya akan benar-benar menghilang saat ini. Tanda iblis kehitaman itu kini semakin menyebar pada tubuhnya dan dia mulai mengangkat katana kirasodo miliknya.


Seketika angin bertiup semakin kencang dan membuat berbagai barang beterbangan. Mereka melindungi penglihatan mereka dengan lengan dan menancapkan senjata masing-masing pada tanah untuk berpegangan.


Namun tiba-tiba saja ada seorang pemuda berpakaian zirah nekat menunggangi seekor kuda dan berniat untuk mendekati Zeus. Dia memacu kudanya dengan sangat cepat dan sudah bersiap dengan pedang yang sudah berlumuran dengan darah segar.


"Aku tak akan membiarkanmu hidup, Zeus!! Kau sangat busuk!! Aku akan menghukummu dengan tanganku sendiri!! Aku akan membalaskan dendam ayahku!! Hiaatthhh ..." pemuda itu melompat dari kudanya ke udaha dan mengayunkan katanya miliknya.


"TEBASAN HALILINTAR!!!"


SSRRTTT ...


TRANGGG ...