
Di dalam sebuah kamar mewah di istana Fumio, seorang wanita cantik jelita terlihat begitu murung terduduk di atas pembaringannya dwngan kedua kaki ditekuk ke atas.
Sepertinya ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya saat ini. Bukan hanya saat ini, namun sebenarnya sejak beberapa hari yang lalu, wanita berparas bak bidadari cantk jelita ini selalu terlihat murung disaat dia sendirian.
"Dia begitu mirip dengan Hadess ..." gumamnya lirih dan kembali mengingat sosok panglima Zhou yang pernah dia temui beberapa hari yang lalu. "Apakah benar jika dia bukan Hadess? Namun mengapa aku ... seakan tidak mempercayai ucapannya saat itu? Aku merasa ... jika dia adalah Hadess." imbuhnya lirih dan semakin murung.
Wanita cantik itu tentunya masih menyimpan kerinduan dan rasa cintanya untuk Hadess. Karena perpisahan yang memisahkan mereka saat itu adalah karena takdir dan alam. Nama Hadess akan selalu terukir manis di relung hatinya, meskipun saat ini dia telah menjadi istri dari Zeus.
Tubuhnya mungkin adalah milik Zeus, namun tidak dengan hatinya. Hatinya masih bertaut kepada Hadess, meskipun saat itu Hadess sudah dikabarkan sudah meninggal.
"Nouhime!" tiba-tiba suara besar dan tegas seorang pria mulai terdengar, hingga membuat wanita cantik itu terperanjat kaget.
Dan tentunya dia merasa khawatir jika pria itu mendengarkan ucapannya kepada dirinya sendiri. Dengan wajah yang masih memperlihatkan keterkejutan, dia memandang suaminya yang mulai mendekati pembaringan.
"Ya, Yang Mulia Kaisar Zeus ..." ucapnya bergetar dan lirih menatap suaminya.
Zeus mendekati istrinya dan tersenyum miring menatapnya, membuat Nouhime semakin menciut dan berdebar.
"Berikan pelayanan terbaikmu malam ini untukku! Berikan aku seorang putra!!" ucapnya lirih namun penuh dengan penekanan dan ancaman, membuat Nouhime merinding.
Tak ada pilihan lain selain menurutinya, dengan patuh Nouhime melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
...⚜⚜⚜...
Seperti biasa, para prajurit di istana Nobuhide selalu berlatih di sepanjang hari. Mengadu keahlian dengan menggunakan katana, senjata panah, tombak atupun senjata lainnya.
Mereka saling berduel dengan para prajurit lainnya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam penguasaannya di medan perang.
Zhou terlihat sedang memantau dan melihat-lihat para prajurit itu. Bahkan sesekali Zhou juga membenarkan beberapa gerakan yang dianggapnya kurang tepat.
Setelah cukup untuk berlatih secara praktek, mereka membersihkan diri dan berkumpul bersama di sebuah paviliun untuk membahas beberapa strategi dan formasi perang yang akan mereka siapkan untuk menyerang beberapa daerah kecil yang telah melenceng dan merugikan.
"Menciptakan perdamaian dunia! Dan perbesar wilayah! Gunakan formasi falangs untuk menyerang wilayah Koyasu! Karena klan Koyasu tidak memiliki cukup banyak pemanah. Maka formasi ini akan sangat berguna untuk kita! Pasukan tombak dan pemanah kita harus lebih maksimal dalam penyerangan kali ini!"
Ucap Zhou menyusun rencana yang terduduk bersilang dan dikelilingi oleh para prajurit dan Daimyo klan Nobuhide.
"Panglima Zhou, bukankah mereka masih di bawah kekaisaran Fumio? Jika kita menyerang wilayah Koyasu, apakah tidak akan menjadi permusuhan dengan kekaisaran Fumio? Hubungan kekaisaran Fumio dan kekaisaran Nobuhide selama ini terjalin cukup baik, aku khawatir jika hal ini akan memicu sebuah peperangan." ucap seorang Daimyo mengkhawatirkan hal itu.
"Bukankah itu bagus?" celutuk Luoyi tanpa sadar dengan nada bicara menyebalkan.
"Apa maksudmu, Luoyi?!" tandas ayah Luoyi yang kebetulan juga berada di ruangan ini dan duduk tepat di depan Zhou.
Padahal di dalam hatinya dia masih saja mendukung Zeus dan sekutunya. Namun Luoyi juga ingin suatu saat Zeus bisa berduel langsung dengan Zhou, dan berharap Zeus bisa melenyapkan Zhou dari muka bumi ini.
"Luoyi benar! Peringatan kita untuk mereka sebelumnya telah diabaikan. Jika tidak bisa dengan cara baik, maka peperanganlah yang akan terjadi." sahut Zhou dengan bijak. "Karena kita tidak mungkin membiarkan mereka selalu saja menindas dan menginjak-injak rakyat dan wilayah yang lemah."
Ditambah lagi ... klan Koyasu adalah salah satu sekutu Zeus yang sudah berkhianat. Maka ini adalah kesempatanku untuk mencabut salah satu akarnya!!
Batin Zhou masih dengan wajah tenangnya.
"Untuk klan Fumio, semoga saja mereka bisa memahami semua ini. Mereka tak harus selalu melindungi penjahat yang selalu meresahkan dan merugikan para rakyat." ucap Zhou penuh harap.
"Baiklah, lusa sebelum fajar kita akan segera berangkat untuk menuju wilayah Koyasu! Malam ini kalian beristirahatlah dan persiapkan diri kalian dengan baik!" imbuh Zhou.
"Baik, Panglima Zhou!" sahut mereka serempak.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu di kekaisaran Fumio, sang Kaisar sedang duduk di singga sananya dengan mengumpulkan beberapa orang kepercayaannya dan untuk membuat sebuah rencana. Tepatnya mereka adalah orang-orang sekutunya dalam pengkhianatan besarnya.
"Serang pedesaan Nobuhide!! Aku mendengar jika istri, putra dan kakek Zhou tinggal di pedesaan itu. Biar bagaimanapun dia sudah menyerang klan Takehito! Aku harus membalaskan semua itu dengan menggunakan anak buahku!! Anak buah yang tentunya tidak akan mereka kenali! Gunakan pakaian zirah khusus dan atribut lain saat menyerang pedesaan itu!" ucap Zeus yang rupanya juga sudah menyimpan dendam untuk Zhou.
Ditambah lagi karena Zhou-lah, dia tidak bisa menikahi putri dari kekaisaran Nobuhide, dan tentunya hal itu akan menghambatnya untuk membalaskan dendam kepada pangeran Toshie.
Ditambah lagi, pergerakan Luoyi yang saat itu berniat untuk meracuni pangeran Toshie dan Zhou diketahui dan digagalkan dengan mudah oleh Zhou. Hingga sedikit demi sedikit kebencian itu muncul dan menimbulkan dendam untuk Zhou yang Zeus anggap sebagai penghalang di setiap rencana dan langkahnya.
"Yang Mulia Kaisar Zeus, itu akan sangat berbahaya jika kita menggunakan prajurit kita. Aku khawatir jika akan ada beberapa dari mereka yang akan mengetahui dan mengenalinya." salah satu orang kepercayaan Zeus mulai menyampaikan sanggahannya.
"Lalu apa kau ada saran, Nakai?" tanya Zeus memicingkan sepasang matanya menatap Nakai, yang dia jadikan sebagai panglima perang yang baru di kekaisaran Fumio.
Sementara panglima perang yang lama dan merupakan orang kepercayaan dari kaisar Fumio sebelumnya, tiba-tiba saja diberhentikan oleh Zeus disaat Zeus sudah menjadi seorang Kaisar.
"Bagaimana jika kita menyewa prajurit pembunuh dari Sparta untuk penyerangan itu, Yang Mulia Kaisar Zeus? Mereka cukup lihat dalam hal bunuh membunuh. Karena mereka adalah pembunuh bayaran yang cukup terkenal dan ditakuti." Nakai menyarankan.
Sudut-sudut bibir Zeus mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah seringai yang begitu kelam dan mencekam. Dia merasa ide ini sangat brilian, tanpa menguras tenaga namun semua target bisa mati dalam sekejap!
"Temui mereka dan perintahkan mereka untuk segera menyerang pedesaan Nobuhide!! Berikan banyak emas tambahan jika mereka bisa melakukan semua ini dengan baik! Tapi jangan sampai mereka membuka mulut!!" titah Zeus masih dengan aura kelam.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Zeus!"
...⚜⚜⚜...