The God of War

The God of War
Ada Apa Dengan Kirasodo?



"Dia sangat menyukainya ... disaat berlatih, dia akan selalu menikmatinya bersama ganmodoki. Dan dia juga pernah mengatakan padaku, jika dia ingin memakan ganmodoki buatanku setelah kembali dari berburu saat itu." ucap Nouhime begitu lirih dan terdengar sangat memilukan.


Dan secara alami ingatan dan kenangannya di masa lalunya bersama Zhou kembali terlintas nyata olehnya. Membuatnya semakin merindukannya, namun juga semakin merasa sesak karema mengingat takdir hidupnya bersama Zhou ternyata tak seindah dengan apa yang sudah mimpikan bersama di masa lalu.


"Di-dia?" ucap Lily menautkan kedua alis indahnya penuh ketidakmengertian.


Namun disaat Nouhime mengatakan hal seperti itu, entah mengapa tiba-tiba saja dia malah mengingat Zhou. Karena selama ini Zhou juga sangat menyukai makanan dengan olahan tahu ini.


Nouhime tak mendengarkan ucapan Lily, dan kembali bergeming tanpa sadar.


"Namun ... namun dia tidak pernah kembali lagi setelah saat itu ... dia dinyatakan meninggal karena terjatuh di tebing lembah kematian." imbuhnya tanpa sadar sudah menumpahkan air matanya membasahi pipi pucatnya.


Mendengar semua itu membuat Lily terkejut bukan main, bahkan tak sengaja Lily kembali menjatuhkan nampan yang berusi cawan teh dan beberapa ganmodoki itu kembali.


Kebingungannya, keresahannya, dan kegundahannya kini telah terjawab. Bibir kemerahan itu bergetar namun tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun. Sepasang manik-manik beningnya bergetar dan berair.


Kini dia mengetahui sesuatu tentang masal suaminya dan sebuah kebenaran yang selama ini terkubur dan tak pernah diketahui olehnya. Jika ternyata Zhou adalah tunangan Nouhime sebelum Zhou mengalami kecelakaan di tebing lembah kematian.


Andai saja kecelakaan itu tak pernah terjadi, maka sudah bisa dipastikan Zhou akan benar-benar menikah dengan Nouhime. Dan Zhou tak akan pernah bertemu dengan dirinya.


Di dalam lubuk hati Lily yang terdalam, mulai terukir rasa sesal dan rasa bersalah. Dia menatap nanar Nouhime dan seakan merasakan kepedihan yang selama ini dirasakan oleh Nouhime.


Nouhime cukup menderita selama ini. Dia kehilangan tunangannya, lalu dia menikah dengan Zeus yang tak pernah mencintainya. Bahkan Zeus hanya menggunakan pernikahan mereka hanya sebagai sarana untuk meraih tahtanya sebagai seorang kaisar.


Bahkan Zeus tega memperlakukan Nouhime dengan tidak baik hingga memenjarakannya. Dan kini, Nouhime harus berpisah dengan putranya.


Semua kepedihan itu seakan bisa dirasakan oleh Lily. Tanpa dia sadari, kini air mata hangat sudah membasahi pipi putih Lily. Dan dia mulai meraih jemari hangat Nouhime dan mengusapnya lembut, berharap bisa memberikan kekuatan untuk wanita malang itu.


Nouhime yang sudah semakin tak berdaya dan sudah menangis kini menyandarkan kepalanya di atas bahu Lily. Lily mengusap lembut bahu Nouhime lembut dan berusaha untuk menguatkannya.


"Kini aku menyadari sebuah kebenaran. Jika dia masih hidup ... tapi ... tapi semua sudah berubah ... dia sudah menikah dan memiliki seorang putra ... hiks ... kini aku tidak punya siapa-siapa lagi ... Hadess ... bahkan Saika ataupun Kenshin ... mereka sudah tak ada disisiku ... hiks ... aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana, Lily? Hiks ..." ucap Nouhime parau dan terdengar memilukan.


"Dia akan kembali padamu, Permaisuri Nouhime ... jangan khawatir ..." ucap Lily tanpa sadar dan juga semakin tak bisa menahan air matanya yang juga membasahi bahu Nouhime.


...⚜⚜⚜...


Sementara itu di medan peperangan ...


Zeus yang sudah bermata merah dan hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tanda iblis mulai mengayunkan pusaka kirasodo legendaris itu ke arah Zhou.


Celaka!! Portal dunia lain belum terbuka dengan sempurna! Jika samapi aku berakhir disini, itu artinya semua ini akan menjadi sia-sia. Dan ini akan sangat berbahaya. Dunia ini akan benar-benar akan menemui kehancurannya. Tidak boleh! Ini tidak boleh terjadi! Aku harus berusaha lebih keras untuk membuka portal dunia lain! Tubuh abadi Zeus harus disegel bersama pusaka kirasodo! Hanya itu jalan satu-satunya saat ini yang bisa dilakukan!


Batin Zhou yang pandangannya kali ini hanya terfokuskan pada pusaka kirasodo yang sudah semakin mendekatinya. Melesat cepat dan semakin dekat dan dekat. Bahkan terpaan anginnya sudah menyapu wajah Zhou, dan bayangan pusaka beraura kelam itu sudah terpantul pada sepasang manik-manik Zhou.


"Zhou!! Kau pasti tidak akan berakhir di tangan kaisar Zeus bukan? Ayo tunjukkan kekuatanmu dan kalahkan dia!! Kalahkan dia, Zhou!! Kalahkan dia!!" gumam Luoyi menatap Zhou dari kejauhan tanpa mengurangi konsentrasinya dalam melakukan teknik kilat putih tanpa batasnya.


Disaat serangan Zeus semakin mendekati Zhou, tiba-tiba saja seorang pria berpakaian zirah gelap sudah berdiri di hadapan Zhou.


"Hiatthhh ..." seorang komandan perang tiba-tiba mendarat di hadapan Zhou dengan membawa sebuah katana berbilah ganda.


Dia merentangkan kedua tangannya dan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan serangan Zeus dengan katana bilah ganda miliknya. Namun percuma saja. Pusaka kirasodo belum pernah ada yang bisa menandinginya di alam ini.


Tubuh sang komandan perang yang berusaha untuk melindungi Zhou kini terpental kuat dan terjatuh ke arah lain hingga membuat sebuah cekungan nyata yang dalam dan membentuk tubuhnya di atas permukaan tanah itu.


BLAMMM ...


Sang komandan perang menghembuskan nafas terakhirnya setelah memuntahkan beberapa teguk darah segar.


"Sedikit lagi! Sedikit lagi!!Aku tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan dan pengorbanan mereka semua! Ini harus segera berakhir!" Zhou bergeming pelan dan sesekali menatap sebuah portal yang berada langit yang kini sudah terbuka semakin lebar.


"Sedikit lagi ... aku mohon ... sedikit lagi ..." Zhou semakin mengerahkan seluruh kekuatannya dan tak mempedulikan kondisi tubuhnya yang sudah semakin kehilangan kekuatan spiritual dan darah.


Sedangkan Zeus masih terus berusaha untuk menyerang Zhou, karena tak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Dan tentu saja hal ini cukup membahayakan dirinya jika sampai dia terkurung dalam portal dunia lain. Dia tentu saja tidak ingin kalah dari Zhou ataupun Hadess!!


"Cckk ... lihatlah! Tubuhmu sudah semakin melemah! Aku akan berbaik hati dan mengantarkanmu untuk bertemu Dewa Kematian!"


Ucap Zeus menyeringai kelam dan kembali mengayunkan pusaka kirasodo itu kembali. Ujung pusaka kirasodo yang sangat tajam dan mematikan kini semakin mendekat dan mendekat.


Sepasang mata Zhou kembali membulat dan bergetar menatap pusaka kirasodo yang semakin mendekekatinya kembali. Dia bukan takut untuk menemui kematiannya, namun dia takut jika dunia ini akan benar-benar hancur!


Namun tiba-tiba saja pusaka kirasodo yang masih berada di dalam genggaman Zeus terhenti tepat hanya ketika berada beberapa inchi saja dari wajah Zhou. Dan perlahan pusaka mematikan beraura kelam itu terlepas dari genggaman Zeus dan terbang mengambang di udara.


"A-apa yang sebenarnya terjadi?" guman Zeus menengadahkan wajahnya menatap pusaka kirasodo yang mengambang di udara.


Namun bukan hanya Zeus yang tak mengerti dan kebingungan. Semua orang yang berada dindekat mereka juga menatap pusaka legendaris yang sangat mematikan itu.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Bonus visual Luoyi