The God of War

The God of War
Hadiah Untuk Yaoyao



Pada awalnya Yaoyao memang tidak ikut berperang melawan para bandit Naga Hitam. Namun karena jumlah oara bandid Naga Hitam yang cukup banyak dan situasi semakin terdesak, akhirnya Yaoyao kembali meminta ijin untuk berperang melawan mereka.


"Yang Mulia Kaisar, para bandit Naga Hitam memiliki aura dingin dan kelam, dengan tombak naga api milikku ini, mereka akan cukup mudah untuk dikalahkan. Tolong berukan titah untuk hamba ikut berperang melawan mereka." ucap Yaoyao dengan memberikan penghormatan dan menunduk dalam.


Sang kaisar Itsuki terdiam selama beberapa saat dan mengelus jenggot panjangnya. Keningnya berkerut seakan sedang mempertimbangkan sesuatu.


"Baiklah. Jika kamu berhasil untuk mengalahkan mereka semua, maka aku akan memberikan hadiah besar untukmu. Pergilah ..." ucap sang kaisar Itsuki akhirnya.


"Baik, Yang Mulia Kaisar ..." sahut Yaoyao dengan nada rendah dan segera memberikan salam penghormatan lalu meninggalkan aula utama kekaisaran Itsuki.


Meskipun pemuda itu hanyalah seorang senior prajurit di kekaisaran Nobuhide, namun dia memiliki basis dasar teknik dan kekuatan supraatural cukup baik. Dia juga terlihat baik dan jujur. Saat ini Nouhime sangat membutuhkan seseorang untuknya bersandar. Andai saja Nouhime juga menyukai pemuda itu. Pasti akan jauh lebih baik untuk membuatnya merasa lebih baik.


Batin sang kaisar Itsuki menatap punggung Yaoyao yang sudah semakin berjalan menjauh darinya. Raut wajahnya teduh dengan senyum tipisnya dan memandang kepergian Yaoyao dengan penuh kekaguman.


...⚜⚜⚜...


Sementara itu di kota Heian, terlihat beberapa rumah yang sudah porak poranda dan sangat berantakan. Dan ada sebagian yang terbakar karena serangan dari para bandit Naga Hitam.


Pasar Heian juga seketika menjadi sangat berantakan, dengan beberapa barang dagangan para pedagang yang sudah hancur dan berantakan.


Rakyat begitu ketakutan dan berlarian karena panik. Namun ada beberapa rakyat yang juga tewas menjadi korban dari kebrutalan para bandit Naga Hitam.


Peperangan masih terus terjadi. Para prajurit Itsuki seakan tak pernah menyerah untuk menghadapi para bandid yang telah berusaha untuk membuat kerusuhan itu.


Yaoyao baru saja menyusul para prajurit itu, dan kini sudah berdiri dengan gagahnya bersama tombak naga api miliknya yang agung pada tangan kanannya.


Pandangannya menatap tajam para bandit Naga Hitam itu. Seketika potongan kenangan buruknya di masa lalu terlintas kembali dan melekat dengan sangat jelas.


Bahkan seakan Yaoyao kembali terlempar di masa-masa itu lagi dan melihat dirinya di masa lalu. Dimana keluarga serta klannya dibantai habis dan dimusnahkan oleh sekawanan klan musuh.


Yaoyao kecil melihat dengan mata kepalanya sendiri disaat mereka membunuh kedua orang tuanya dengan begitu keji. Ingin sekali dia menyelamatkan kedua orang tua dan klannya saat itu. Namun dia tak berdaya dan hanyalah seorang anak kecil yang belum bisa menandingi kekuatan para musuhnya.


Dan disaat mereka juga ingin melenyapkan Yaoyao saat itu, Daimyo Nobunaga dari Nobuhide menyelamatkannya. Dan disaat itulah Yaoyao dibawa ke kekaisaran Nobuhide untu diadopsi serta dilatih menjadi seorang prajurit handal.


Semua potongan kenangan itu sungguh membuatnya merasa muak dan membenci para penindas yang merasa paling berkuasa serta merasa berada di atas angin.


Kebencian dan amarahnya semakin membara ketika Yaoyao menyaksikan seorang pria paruh baya yang sedang berusaha untuk melindungi putranya yang masih kecil yang akan diserang oleh salah satu bandit Naga Hitam.


"Mati bersama saja kalian!! Hiaatthh ..." bandit Naga Hitam berkepala pelontos itu mulai mengayunkan kapak besarnya ke arah pria paruh baya yang sedang terduduk tak berdaya sambil memeluk sang putra yang masih berusia 4 tahun.


Dengan mata yang sudah dipenuhi amarah, Yaoyao menatap tajam bandit itu dari kejauhan. Dengan cepat dia mengayunkan tombak naga api miliknya ke arah bandit pelontos itu hingga serangannya tepat mengenai tangan kanan bandit pelontos itu


"Aarrrgghhh!! Tanganku!!" erangnya kesakitan bukan main.


Yaoyao melompat tinggi untuk kembali menyelesaikan bandit tanpa tangan kanan itu. Bahkan hanya dalam sekali dendangan saja, bandit itu sudah berpindah dunia begitu saja.


"Paman, bawalah putramu untuk pergi ke tempat yang aman. Pergilah ke kuil Heian, disana para bandit Naga Hitam tak akan bisa memasukinya. Kareja pertahanan sudah semakin diperketat." ucap Yaoyao disaat dia menghampiri pria paruh baya itu.


"Terima kasih, Pemuda. Terima kasih ... semoga Dewa memberkatimu dan kamu akan selalu mendapatkan kebahagiaan." ucap pria paruh baya itu dengan tulus dan penuh haru.


Pria paruh baya itu bahkan membungkukkan badannya beberapa kali menghadap Yaoyao hingga dia bersujud saking merasa beruntung. Dengan cepat Yaoyao segera membantunya untuk berdiri kembali karena merasa dirinya tak pantas untuk mendapatkan semua itu.


"Bangunlah, Paman. Dan segeralah bawa putranu untuk berlindung ke tempat yang aman." ucap Yaoyao sambil mengayunkan tombaknya kembali, karena tiba-tiba saja dari belakang sang pria paruh baya itu ada seorang bandit yang sudah berniat menyerang mereka dengan menggunakan pedang besar.


TRANG ...


Dengan cepat Yaoyao memutar tubuhnya untuk menjadi perisai pria paruh baya dan anak kecil itu dengan menggunakan tombak naga apinya.


Sebuah dentingan yang cukup kuat terjadi dan mereka berdua saling memperkuat serangan.


"Paman, pergilah!" titah Yaoyao lagi karena pria paruh baya itu tak juga meninggalkan tempat ini.


"Ba-baik ..." pria paruh baya itu menyauti dan segera menggendong sang putra untuk meninggalkan tempat ini.


Yaoyao dan bandit itu masih saling menahan serangan satu sama lain dengan kekuatan cakra masing-masing dan masih mengaliri senjata mereka masing-masing.


Namun tiba-tiba saja serangan Yaoyao semakin mendominasi, dan dia segera menghempaskan serangannya yang kuat hingga membuat bandit itu terhempas ke belakang beberapa meter dan memuntahkan beberapa teguk darah segar.


Energi yang dipancarkan oleh tombak naga api sukses mendominasi dan mengalahkan para bandit Naga Hitam itu. Hingga akhirnya Itsuki bisa mengalahkan sekelompok bandit Naga Hitam itu dengan lebih cepat.


...⚜⚜⚜...


Usai mengalahkan kelompok bandit Naga Hitam, kaisar Kenjiro Itsuki semakin kagum terhadap sosok Yaoyao. Dan pada penjamuan kali ini beberapa kali dia memergoki Yaoyao yang selalu mencuri-curi pandang terhadap Nouhime yang duduk bersama dengan teman-temannya.


Dari tatapan mata, sang kaisar juga cukup bisa membaca dan mengetahui, jika Yoayao menyukai putrinya. Hingga pada akhirnya sebelum Yaoyao berpamitan untuk meninggalkan Itsuki, sang kaisar malah menahannya dan meminta salah satu pelayan istana untuk memanggil Nouhime di aula utama kekaisaran Itsuki.


Disaat Nouhime sudah menghadapnya, pria tua itu mulai mengutarakan niatnya kepada mereka berdua.


"Yaoyao, kamu sudah cukup berjasa untuk Itsuki. Kamu juga telah menyelamatkan putriku Nouhime. Kali ini ... aku akan memberikan hadiah dan tawaran untukmu ... menikahlah dengan putriku Nouhime!" ucap sang kaisar terlihat tak ada keraguan sedikitpun saat mengucapkannya.