The God of War

The God of War
Menyerang Klan Mitzuhiro Dan Genda



Lily terlihat sedang menimang-nimang putranya yang kembali menangis sejak beberapa saat yang lalu. Dia terlihat bingung dan khawatir, melihat putranya yang tidak mau terdiam bagaimanapun dia sudah mencoba untuk menenangkan putranya.


Hingga akhirnya Zhou yang sudah kembali berinisiatif untuk kembali menggendong putranya. Sebenarnya dia juga sangat mengkhawatirkan istri dan putranya setelah kejadian beberapa saat yang lalu.


Padahal mereka sedang berada di istana, namun masih saja penuh dengan bahaya yang mengancam. Zhou menimang-nimang putranya dan seketika Helios mulai terdiam dan malah tertawa menggemaskan. Dengan lembut Zhou menyeka lelehan air mata Helios.


"Siapa yang melakukan semua itu, Suami?" tanya Lily ingin tau.


"Seseorang yang sangat berbahaya dan sangat licik. Kelak kamu akan tau, Istriku." jawab Zhou lirih, namun wajahnya menyembulkan sebuah senyuman saat menimang-nimang Helios.


"Besok aku akan memimpin penyerangan ke wilayah Mitzuhiro dan wilayah Genda. Kamu lebih berhati-hatilah dan jangan pergi jauh dari istana. Aku juga akan memerintahkan beberapa prajurit istana untuk mengawalmu." imbuh Zhou.


"Hhm. Kamu berhati-hatilah, Suami ..."


"Hhm. Helios, suatu saat nanti kamu harus tumbuh menjadi pangeran yang kuat serta memiliki hati yang mulia. Karena dunia akan sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mulia dan kuat di masa depan." ucapnya Zhou dengan hangat menatap Helios.


...⚜⚜⚜...


Matahari mulai menyingsing memancarkan cahaya hangatnya, disaat itulah klan Nobuhide telah tiba di wilayah Mitzuhiro dan akan mulai melakukan penyerangan terhadap klan Mitzuhiro.


Beberapa prajurit dari klan Mitzuhiro juga terlihat sudah berbaris dan bersiap membentuk sebuah formasi perang. Dan sepertinya ada juru informasi mereka yang telah melaporkan jika klan Nobubide akan menyerang mereka.


Zhou yang berada pada barisan paling depan dengan menunggangi kuda kesayangannya, mulai meniup cangkang keongnya untuk memberikan isyarat jika penyerangan akan segera dilakukan.


Suara menggaung dengan dan sebenarnya terdengar begitu menyayat hati itu mulai terdengar memenuhi seluruh tempat ini.


"Serang!!!" seru Yaoyao mengangkat pedangnya ke atas tinggi-tinggi.


"Serang!!!" para prajurit pedang mulai melakukan penyerangan dan maju ke depan.


Sementara para pasukan pemanah mulai melepaskan anak panahnya mengarah pada musuh. Para pasukan tombak juga mulai melakukan penyerangan tepat di barisan belakang prajurit pedang.


Pertempuran telah dimulai, para prajurit dari klan Mitzuhiro telah dikalahkan oleh para prajurit terlatih dari klan Nobuhide dengan begitu mudahnya. Bahkan Zhou tak sampai turun dan memamerkan keahliannya di depan musuh-musuhnya.


Yaoyao juga berhasil mengalahkan panglima perang dari klan Mitzuhiro serta sang kaisar. Hingga akhirnya wilayah ini kini telah menjadi kekuasaan untuk kekaisaran Nobubide dengan mudahnya.


Bendera kekaisaran klan Nobuhide mulai ditancapkan pada berbagai tempat di istana sebagai tanda jika wilayah Mitzuhiro sudah menjadi salah satu bagian dari klan Nobihide


Usai mengambil alih wilayah Mirzuhiro, kini mereka langsung menuju wilayah Genda yang berada tak terlalu jauh dari wilayah Mitzuhiro. Bahkan hanya berbatas dengan sebuah hutan besar dan danau saja.


Rupanya klan Genda juga sudah bersiap sebelumnya, mereka mengetahui jika klan Nobuhide akan menyerangnya. Mereka memperoleh informasi dari salah satu prajurit yang melihat klan Nobuhide yang menyerang klan Mitzuhiro beberapa saat yang lalu.


Zhou menggunakan katana Azzael Shin Guto miliknya untuk membantai satu persatu prajurit musuh. Dan hanya dalam sekejap saja, tanah yang sedikit berumput ini sudah dipenuhi dengan mayat prajurit klan Genda yang sudah gugur dalam peperangan.


Sebuah serangan mendadak oleh daimyo dari klan Genda yang merupakan seorang ahli ninja berhasil diblokir oleh Zhou yang menjadi targetnya. Kunai sang daimyo kini bergesekan dengan katana Azzael Shin Guto milik Zhou.


Hanya dengan kekuatan kecilnya saja, Zhou bisa menghempaskan serangan itu dan membuat sang daimyo terlempar cukup jauh hingga menabrak sebuah paviliun dan merobohkannya.


Disaat itulah kaisar dari klan Genda memutuskan untuk menyerang Zhou disaat-saat terakhirnya. Dari kejauhan dia meluncurkan panah beracunnya ke arah Zhou.


Zhou tetap tenang menghadapinya, dia bahkan tak mencoba menghindarinya atau mengangkat senjatanya. Zhou masih berdiri dengan gagah di tempatnya dengan sebuah senyuman meremehkan terlukis menghiasi wajah tampannya.


"Serangan ini tak akan bisa melukaiku. Sangat lemah dan sangat mudah dibaca! Seharusnya kamu harus lebih banyak berlatih dengan senjatamu!! Bukan malah menyibukkan diri dengan menimbun emas dengan hasil memperjualbelikan budak secara ilegal!! Pemimpin sepertimu tak layak ada!!" tandas Zhou menatap tajam sang kaisar Genda.


GREEPP ...


Zhou menangkap sempurna pegangan anak panah itu. Dengan sedikit mengeluarkan kekuatannya, kini Zhou melemparkannya ke arah pria itu. Anak panah beracun itu melesat begitu kuat dan cepat hingga akhirnya mengenai bagian vital pria itu.


JLEBB ...


Sang kaisar Genda syoo dan terjatuh. Dia bahkan muntah darah, dan seluruh tubuhnya mulai mengami kejang karena efek dari racunnya sendiri. Hingga akhirnya dia berakhir malam ini.


Zhou mengibarkan bendera berwarna berwarna merah dengan simbol kekaisaran Nobuhide. Kini wilatah Mitzuhiro dan Genda sudah ditakhlukkan olehnyq hanya dalam setengah hari saja.


Mereka memutuskan untuk kembali. Namun di pertengahan jalan, tak sengaja mereka melihat para bandit sedang mencari masalah dengan menghadang sebuah rombongan yang sedang mengawal sebuah kereta kencana sebuah istana.


Seorang wanita cantik dengan jubah lapisnya yang sangat indah berhasil melarikan diri dari para bandit itu. Namun dia malah terjebak di tepian sebuah tebing curam.


Tubuhnya gemetaran saking ketakutannya. Wajah ayunya seketika menjadi pucat, bahkan dia sudah hampir menangis saat ini. Karena kini dia hanya tinggal seorang diri saja, sementara para prajurit yang mengawalnya kali ini sudah dibantai habis oleh bandit itu.


Wanita cantik itu sedikit mundur dan sudah sangat mendekati sebuah jurang curam. Bahkan bebatuan yang dipijaknya, ada sebagian kecil yang terjatuh ke bawah.


"Aku mohon lepaskan aku ..." pinta wanita itu penuh harap, agar mereka bisa melepaskannya.


"Kau pikir kami bodoh ya? Semua emasmu tidaklah cukup!! Tidak ada salahnya bukan kamu melayaniku sebelum menemui ajalmu?! Kamu sangat cantik dan mulus. Putri sepertimu, aku sangat menginginkannya sudah lama. Bwahahah ..."


Bos bandit itu tertawa menggelegar. Ucapan dan tatapannya begitu menjijikkan. Dia menarik paksa tangan wanita berjubah berlapis itu dan membuat jubah indahnya sedikit sobek pada bagian lengan dan bahunya.


Namun putri cantik itu terus memberontak dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari bandit itu. Bahkan wanita cantik itu juga menggigit tangan si bos bandit hingga berdarah.


Karena merasa sakit dan marah, bos bandit itu dengan kasar menghempaskan tubuh wanita itu hingga terlempar ke arah jurang curam Itu.


"Aakkhhhhh ..." wanita cantik itu berteriak histeris karena tubuhnya terhuyung dan terjatuh di dalam jurang curam itu.


Bersambung ...