
Seorang prajurit lengkap dengan pakaian zirahnya yang baru saja tiba di istana Nobuhide terlihat menghadap Zhou di sebuah ruangan terbuka berlatih memanah. Karena saat ini Zhou sedang mengasah kemampuan memanahnya kembali.
"Panglima Zhou, aku datang untuk melaporkan sesuatu. Aku baru saja mendapatkan sebuah informasi jika klan Mitzuhiro melakukan sebuah bisnis ilegal. Mereka memperjual belikan para wanita dan budak di bawah umur ke wilayah-wilayah lain. Dan mereka yang diperjualbelikan adalah korban penculikan yang dilakukan oleh anak buahnya. Sementara para keluarga korban telah mereka berantas habis tanpa sisa."
Seorang prajurit kepercayaan Zhou mulai menghadap Zhou dan melaporkan sebuah informasi yang baru dia peroleh, sebuah informasi penting yang tentunya sangat diperlukan oleh Zhou untuk alasan penyerangan.
"Cara kotor dan kejam tidak akan membuat suatu wilayah makmur. Dan kehidupan damai tak akan pernah terwujud. Semua rakyatnya akan selalu hidup dengan dipenuhi rasa khawatir dan gelisah. Mereka tak akan oernah mendamatkan kedamaian hati. Persiapkan dirimu dan para prajurit! Kita akan segera melakukan penyerangan sekaligus untuk wilayah Mitzuhiro dan wilayah Genda lusa. Kaisar Yoshinao Nobuhide juga sudah memberikan ijinnya untuk kita."
Ucap Zhou dengan nada bicara santai namun selalu terlihat tegas dan berkharisma. Dia juga meluncurkan anak panahnya dan melesat cepat mengenai sebuah papan target dengan sempurna.
"Baik, Panglima Zhou." sahut sang prajurit patuh lalu segera undur diri kembali untuk melakukan tugasnya selanjutnya.
Beberapa langkah lagi! Beberapa langkah lagi aku akan mencapaimu, Zeus! Setelah akar-akar sekutumu habis, kamu tak akan memiliki pendukung dan sekutu yang berada di pihakmu lagi. Disaat itulah, aku akan menemuimu. Hadapilah aku saat itu dengan jantan! Karena aku tak akan lagi menahan diriku untuk menghancurkanmu!! Zeus!! Kamu akan menerima segala balasan apa yang telah kamu lakukan!!
Batin Zhou dengan pandangan memicing menatap papan target. Namun tiba-tiba saja pandangannya mulai beralih menatap sisi hutan dengan tajam. Disana Zhou merasakan ada sesuatu yang aneh, dan dia merasakan ada sebuah pergerakan di dalam pepohonan tinggi itu.
Lokasinya di luar istana Nobubide dan berbataskan dengan pagar tinggi istana. Namun pepohonan di hutan itu masih terlihat dari dalam istana karena menjulang tinggi.
Zhou juga menangkap sosok Lily yang sedang menggendong Helios tak jauh dari tempatnya berada. Namun tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat dari dalam hutan dan mengarah pada Lily yang sedang menggendong Helios.
SRRRTT ...
KRAKKK ...
Dengan cepat Zhou segera meluncurkan anak panah miliknya ke arah anak panah milik lawan dan berhasil membelahnya menjadi 2 bagian. Sehingga tepat disaat panah itu hanya berjarak beberapa meter saja dari Lily, anak panah itu terbelah menjadi 2 bagian dan melewati Lily melewati masing-masing sisi tubuh Lily.
Lily yang menyaksikan semua ini tentu saja merasa syok dan terkejut bukan main, karena ada yang baru saja mengincarnya dan berniat untuk mencelakainya. Jika saja tak ada Zhou saat itu, mungkin Lily akan benar-benar terluka saat ini.
"Istriku, kamu kembalilah ke paviliun bersama putra kita. Prajurit akan menjaga kalian. Dan jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali. Aku akan mengejar dan menangkapnya dulu!" ucap Zhou menegaskan.
Lily mengangguk pelan dengan raut wajah yang masih terlihat syok. Lalu Zhou segera meninggalkan sang istri dan putranya begitu saja.
Zhou dengan mudahnya menaiki sebuah pohon. Ranting demi ranting digunakan untuk mengayunkan tubuhnya hingga dia bisa melewati pagar pembatas itu dan dia berhasil mencapai hutan dengan melompat dan mendarat di hutan.
Dia memejamkan sepasang matanya untuk memfokuskan indra pendengarannya. Tak butuh waktu lama, Zhou sudah menemukan keberadaan sosok itu. Zhou segera berlari sesuai dengan instingnya melewati jalanan hutan yang sesikit landai dan dipenuhi dengan pepohonan itu.
Hingga akhirnya langkahnya terhenti tepat di pinggiran sebuah sungai. Namun suasana begitu hening, tak ada petunjuk, suara, ataupun tanda-tanda apapun.
Dengan mata yang terpejam, Zhou mulai bersiap untuk melepaskan anak panahnya dan mengarah di suatu titik. Tepatnya di salah satu pohon yang tak telalu tinggi.
SWUSHHH ...
JLEBB ...
BRUGHH ...
Instingnya benar-benar sangat luar biasa! Anak panah itu melesat cepat dan mengenai dada seorang pria dan membuatnya terjatuh dari atas pohon begitu saja. Zhou menghampiri sosok itu sebelum dia berhasil melarikan diri lagi.
"Siapa kamu? Dan mengapa ingin mencelakai Lily?!" tanya Zhou yang kini sudah meraih leher pria itu dan mengangkatnya ke udara.
"Ak-aku ..." ucap pria itu kesulitan dengan tubuh yang terlihat seperti cacing kepanasan, karena berusaha untuk melepaskan cekikan dari Zhou.
"Segera jawab atau aku akan memecahkan urat nadimu sekarang juga!!" tandas Zhou semakin meremas kuat leher pria itu dan semakin mengangkatnya ke atas, membuat pria itu semakin kesulitan untuk bernafas.
"Kkekkk ... sam-pai mat-ttiipun ak-ku tak ak-kan menga-takannya pad-damuuu ..." ucapnya kekeh meskipun dia tak bisa sedikitpun melonggarkan serangan dari Zhou, sementara pada bagian dadanya sudah merembes darah segar karena luka dari anak panah Zhou.
Zhou semakin mencengkeram kuat leher pria itu dam semakin membuat pria itu kesulitan untum bernafas.
"Lep-passs ... akk-kkkuu disurr-ruhh Ze-uussss ... kkeekkk ..." ucapnya akhirnya
Namun bukannya melepaskan, Zhou malah semakin mendidih dan dipenuhi dengan amarah. Zhou yang sudah dipenuhi dengan amarah yang membara karena sudah menyangkut istri dan putranya, kini semakin meremas dan mencengkeram leher pria itu.
Hingga percikan darah segar mulai terlihat muncrat dan membasahi leher serta pakaian ninja pria itu. Bahkan pakaian wajah dan zirah Zhou juga terkena percikan darah segar itu.
"Kembalilah kau ke asalmu! Hiaattthhh ..." Zhku menghempaskan tubuh pria itu kuat hingga dia seketika terlempar di hadapan Zeus yang sedang berada di singga sananya. Dan tentu saja hal itu membuat Zeus terkejut bukan main.
Di sepanjang jalan Zhou kembali menuju ke istana Nobuhide, dia masih saja kepikiran tentang Zeus akan perbuatannya kali ini.
Mengapa Zeus ingin mencelakai Lily dan putraku? Apakah dia sudah mengetahui sesuatu tentangku? Apakah dia sudah mengetahui jika aku masih hidup? Ataukan jangan-jangan penyerangan dari klan sparta saat itu adalah juga karena perbuatan Zeus? Sayangnya aku tak memiki petunjuk apapun!
Batin Zhou sembari memanjat pagar pembatas yang sangat tinggi dan kokoh itu dengan mudahnya. Hingga dia kembali ke istana Nobuhide kembali dan segera bergegas untuk menemui istri dan putranya.
...⚜⚜⚜...