
Satu pekan setelah pernikahan, Kaisar Fumio akhirnya menobatkan pangeran Zeus sebagai seorang kaisar di kekaisaran Fumio. Karena ibu ratu dan Zeus selalu saja mendesak kaisar Fumio, hingga akhirnya tak ada pilihan lain untuk sang kaisar untuk segera melakukan penobatan itu.
Karena memang hanya Zeus-lah putra satu-satunya yang dia miliki saat ini. Sementara dirinya sudah cukup tua untuk memimpin rakyatnya. Ditambah lagi dia juga sedang sakit keras saat ini.
Upacara penobatan Zeus menjadi seorang kaisar berjalan dengan lancar. Senyuman kemenangan menghiasi wajah Zeus dan juga sang ibu ratu, karena akhirnya putra yang selalu menjadi kebanngaannya kini sudah bisa menjadi seorang kaisar seperti impiannya selama ini.
Tak ada penghalang dan hambatan lagi. Semua itu terjadi begitu mulus, untuk menguasai wilayah Fumio, segala sekutunya maupun seluruh dunia! Seperti itulah impian Zeus selama ini.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu di kekaisaran Nobuhide ...
Setelah mendapatkan sebuah informasi dari anak buah kepercayaanya, yaitu kecurangan dan penindasan yang dilakukan Klan Takehito terhadap rakyatnya, kini Zhou meminta ijin untuk menyerang daerah itu.
Selain untuk menegakkan keadilan dan menciptakan perdamaian, hal ini dilakukan oleh Zhou karena klan Takehito adalah salah satu pengkhianat yang telah bekerjasama dengan Zeus untuk menyingkirkan dirinya di masa lalu dan juga berusaha untuk menyingkirkan kaisar Fumio dengan cara halus.
Penyerangan itu diijinkan oleh kaisar Nobuhide. Bahkan sangat didukung olehnya. Hingga akhirnya Zhou mulai menggerakkan sebagian pasukannya untuk melakukan penyerangan itu.
Pertempuran yang menyebabkan hujan darah itu pun akhirnya tejadi. Dengan begitu mudahnya Zhou mengalahkan mereka semua seperti sedang membasmi ratusan lalat sekaligus.
Karena selain masih kecil, sebenarnya mereka masih cukup lemah. Tak ada ksatria yang benar-benar hebat dan layak untuk berdual dengan Zhou maupun para anak buahnya. Dam tentu saja semua itu tak akan sebanding dengan bakat alami yang dimiliki oleh Zhou.
Namun tiba-tiba saja salah satu ahli sihir mereka mulai memanggil seorang raksasa. Dan hanya dalam sekejap saja, raksasa yang sebenarnya tinggal di sebuah hutan yang tidak pernah terjamah manusia dan sangat tersembunyi melakukan teleportasi dan sudah berada di hadapan mereka semua.
Raksasa itu mengguncang bumi di setiap hentakan kakinya. Membuat para prajurit klan Nobuhide kehilangan keseimbangan dan berjatuhan. Di saat itulah mereka mulai menghujani dengan serangan panah, ratusan bahkan ribuan.
Satu persatu prajurit Nobuhide mulai tewas karena serangan mereka dengan bantuan raksasa bermata tunggal besar berwarna merah itu.
Hingga akhirnya Zhou memutuskan untuk menggunakan kekuatan dewa yang dia miliki. Zhou mulai menaiki sebuah kuda dan memacunya dengan sangat cepat mendekati raksasa yang masih selalu saja menghentak-hentakkan kakinya secara bergantian untuk membuat goncangan kuat di bumi pertiwi ini.
Kuda yang ditunggangi oleh Zhou juga mulai kehilangan keseimbangannya dan mulai terjatuh. Namun sebelum kuda itu terjatuh dengan sempurna, Zhou segera melompat ke udara.
Di saat itu, raksasa itu malah menangkap tubuh Zhou dengan genggaman tangannya. Dan bisa dibayangkan sebesar apa dia? Sangat besar! Dan sebenarnya Zhou sengaja melakukan semua ini, sengaja lengah agar raksasa itu menangkapnya seperti saat ini.
Di saat sang raksasa sudah mengangkat tinggi Zhou setinggi wajah raksasa itu di udara, Zhou berusaha untuk melepaskan dirinya yaitu dengan mengeluarkan energi dari dalam tubuhnya hingga membuat tangan raksasa itu merasakan kesakitan dan mulai melonggarkan genggamannya.
Disaat itu Zhou mulai melepaskan dirinya dan memanjat genggaman tangan raksasa itu. Dengan sebuah lombatan tinggi, Zhou mulai melompat mendekati bagian wajah raksasa itu dengan tangan kanan yang sudah mengepal kuat bersiap untuk melakukan sebuah serangan dengan jurus pamungkasnya.
"TINJU MEMBELAH LANGIT !!! HIATTHH ..."
DUAKK ...
"ARRGGHHH ..." raksasa itu memekik kesakitan memekakkan telinga semua makhluk yang berada di dekat mereka, bahkan suara itu terdengar sampai dengan radius yang cukup jauh.
Tinju itu mengenai mata tunggal sang raksasa, dan seketika ladang rerumputan itu kini dihujani oleh darah dari raksasa itu. Tubuhnya hancur melebur dan menjadi seperti sekumpulan debu yang beterbangan di udara.
Setelah itu Zhou mulai menggunakan tombak jumonji-yari miliknya. Dengan memutarnya berlawanan dengan arah jarum jam dan sangat cepar, kini sebuah cahaya menyilaukan berwarna putih bercampur jingga menyelimuti jumonji-yari miliknya.
Kini Zhou mulai menghempaskan sebuah serangan ke arah prajurit musuh. Seperti sebuah angin kencang yang seketika menerbangkan mereka semua hingga menjadi tak berdaya. Satu serangan untuk seribu nyawa, tepat seperti ucapan dari siluman anjing saat itu.
Zhou kembali ke istana Nobuhide dengan membawa kemenangan dan memegang kuasa wilayah Takehito sepenuhnya.
Satu klan sudah bisa aku atasi, 4 klan lagi akan segera aku urus dengan cepat! Sebelum Zeus semakin menggila dan memecah belah kesatuan Fumio!! Kau bisa menikmati surga duniamu saat ini, namun tunggulah aku!! Aku akan segera tiba di hadapanmu sebagai melaikat mautmu, Zeus!! Disaat itu tiba, kau akan menyesali semuanya!! Bahkan kau sendirilah yang akan memohon padaku untuk aku bunuh!!
Batin Zhou mengepalkan kedua tangannya dan membuat satu anak panah yang kebetulan sedang berada di dalam genggamannya melebur menjadi serpihan debu.
...⚜⚜⚜...
Berita penyerangan dan kekalahan dari klan Takehito terdengar oleh pangeran Zeus. Dan tentu saja hal ini membuatnya merasa murka luar biasa. Karena Zhou berhasil mengalahkan dan menguasai salah satu sekutunya dalam pengkhianatan itu.
Namun pangeran Zeus tak bisa membalasnya dengan menggerakkan prajurit Fumio, karena pergerakan Zhou adalah benar. Klan Takehito memang terbukti bersalah dan Zeus tak bisa melakukan pembelaan. Jika Zeus menyerang Nobuhide, maka hal itu malah akan semakin membuat semua orang curiga.
"Takehito bodoh!! Tak ada satupun anak buahku yang becus dalam melakukan sesuatu!! Argghh!!" geram Zeus murka.
"Lim! Apakah sudah mendapatkan kabar dari Luoyi?!! Aku tak sabar untuk segera mendapatkan kabar duka dari sana!!" imbuh Zeus bertanya kepada anak buahnya.
"Belum ada, Pangeran."
"Lambat sekali Luoyi!! Mencampurkan hemlock saja lama sekali!!" geram Zeus masih saja berada di mood yang tidak baik. "Dimana putri Nouhime? Antarkan dia padaku!! Aku sedang membutuhkan sebuah hiburan, jika tidak mood-ku akan semakin buruk!"
"Putri Nouhime sedang menemani kaisar Fumio, Pangeran." jawab prajurit Lim dengan nada rendah dan menunduk.
"KAUU!! Akulah kaisar Fumio saat ini!!" geram Zeus semakin murka karena ucapan dari prajurit itu.
"Ma-maafkan saya, Pang ... maksudnya Yang Mulia Kaisar Zeus!" ucap prajurit Lim dengan suara dan tubuh yang sudah bergetar saking takutnyadan mulai bersujud agar Zeus memberikan pengampunan untuknya.
"Bawa putri Nouhime kemari secepatnya!!" titah Zeus dengan suara tegasnya.
"Ba-baik, Yang Mulia Kaisar Zeus ..." sahut prajurit itu segera meninggalkan kamar Zeus.
...⚜⚜⚜...