
Zhou memejamkan sepasang matanya dan memfokuskan dirinya. Meskipun dengan mata terpejam dan suasana yang dipenuhi dengan kabut yang hitam pekat, namun Zhou mengetahui dan merasakan setiap pergerakan dari Arslan dengan istingnya.
Percuma saja jika diserang saat ini, karena kegelapan akan selalu menyembuhkan lukanya kembali. Terbukti saat dia melakukan pemulihan pada bahunya beberapa saat yang lalu. Luka itu pulih begitu saja hanya dengan elemen kegelapannya. Aku harus menciptakan cahaya untuk menyinari tempat ini! Dan disaat itulah saat yang tepat untuk menyerangnya tanpa ampun. Setelah itu tetap jaga dan jangan biarkan dia menggunakan elemen kegelapannya lagi! Jangan biarkan dia sedikitpun untuk memulihkan diri!!
Batin Zhou mengatur strateginya untuk menghadapi Arslan, yang rupanya begitu mudahnya memulihkan tubuhnya yang terluka hanya dengan elemen kegelapannya.
Zhou mulai menarik katana Azzael Shin Guto miliknya dan berusaha untuk menyatukan kekuatan pada tubuhnya dengan salah satu senjata pamungkasnya yang dia dapatkan saat berada di labirin ilusi.
"Cahaya surga tak terbatas!!" Zhou mulai mengeluarkan jurus penggabungan katana itu dengan cakra dari dalam tubuhnya.
Katana yang sebenarnya selalu memancarkan cahaya putih kebiruan itu kini, mulai memancarkan sinar yang lebih terang dan menyinari seluruh tempat ini dan menyebar hingga seluruh istana dengan menembus aura gelap itu.
"A-ada apa ini? Mengapa tubuhku mulai melebur seperti ini?" gumam Arslan merentangkan kedua tangannya lebar.
Setiap bagian dari tubuhnya mulai melebur perlahan seiring aura kegelapan di dalam tubuhnya yang mulai terkena pancaran sinar dari tubuh Zhou dan pedang Azzael Shin Guto milik Zhou.
Sebenarnya menyinari istana milik Arslan adalah salah satu kelemahan utama Arslan. Dimana tak ada kegelapan lagi di singga sananya, maka disaat itulah dirinya akan hancur dan musnah bersamaan dengan musnah kegelapan itu.
Zhou yang menyadari semua itu, tentu saja tak akan melewatkan sebuah kesempatan luar biasa ini. Disaat itulah dengan cepat Zhou segera menggunakan katana Azzael Shin Guto miliknya dan melesat cepat ke arah Arslan.
"Aliran pedang surga!! Serangan Naga berkepala sembilan!! Hiiatthh ..."
JLEB ...
SRAATT ...
Katana itu memberikan serangan sekaligus terhadap sembilan titik vital pada Arslan, dan seketika melumpuhkannya begitu saja. Bersamaan dengan itu cahaya terang yang terpancar dari tubuh serta katana milik Zhou semakin menyinari hampir seluruh tubuh Arslan, dan perlahan tubuh Arslan semakin melebur menghilang seutuhnya disertai dengan erangannya yang menggema di seluruh istananya.
Arslan berhasil dikalahkan. Kegelapan di wilayah Sparta serta portal itu mulai menghilang begitu saja seiring kekalahan Arslan. Kini wilayah ini sudah menjadi terang dan cerah kembali dengan awan dan langit biru yang cerah.
Semilir angin yang begitu menyejukkan juga mulai dirasakan, karena istana ini memang berada di tengah lautan. Dan sekali lagi, Zhou berhasil memperbesar daerah kekuasaannya.
Zhou menegakkan tinggi bendera lambang dari kekaisaran Nobuhide sebagai sebuah tanda kekuasaannya tepat pada menara tertingginya.
Tatapannya datar menatap lautan luas di hadapannya. Dan sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya hingga membentuk sebuah senyuman tipis.
Sebuah seruling mulai diraihnya dari balik pakaian zirahnya lalu mulai dimainkannya untuk memanggil sang elang raksasa. Sebuah melodi indah dilantukannya dan membuat semua makhluk hidup yang mendengarkannya merasa damai dan tenang.
Tak menunggu lama, seekor elang yang gagah perkasa terlihat terbang membumbung tinggi di angksa dan mulai mendekati teras istana di lantai atas, dimana Zhou berada saat ini.
"Igurukingu, ayo kita kembali ke pedesaan Nobuhide!" ucap Zhou setelah mengakhiri permainan serulingnya.
Zhou menyimpan seruling itu kembali dan segera melompat menaiki elang raksasa itu kembali untuk segera kembali ke pedesaan Nobuhide.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu di istana Fumio, di sebuah paviliun utama terlihat seorang pria dengan makhkota kaisar dan jubah berlapis berwarna keemasan dengan motif naga terlihat sedang uring-uringan.
"Brengsekkkkkk!!!" Zeus terlihat dipenuhi dengan amarah dan menghancurkan apapun yang sedang berada di hadapannya saat ini.
Karena lagi-lagi rencananya tidak berhasil, dan Zhou bisa melindungi orang-orang tercintanya. Malah Zhou membantai habis klan Sparta beserta sang pemimpin. Ditambah lagi kini Zhou malah menguasai klan Sparta. Tentu saja hal ini semakin membuat Zeus murka luar biasa!
"Bahkan Black Demon juga bisa dikalahkan oleh panglima Zhou dengan begitu mudah?? Dan sekarang klan Sparta yang selama ini begitu misterius dan kuat juga malah berhasil dikuasainya begitu saja?!! Ini tidak benar!! Siapa sebenarnya panglima Zhou? Dia tidak terlihat seperti pemuda yang berasal dari desa!!"
Gumam Zeus memicingkan sepasang matanya menatap katana kesayangannya dan mulai memiliki sebuah niat dan rencana jahat lagi.
"Apakah kita harus berduel bersama, Panglima Zhou? Apakah kamu ingin merasakan katana kesayanganku ini, Panglima Zhou? Dengan bantuan gravitasi, pedang ini akan menjadi pedang pembunuh yang sangat sempurna!!" Zeus menarik sudut-sudut bibirnya kembali, hingga sebuah seringai licik bak iblis kembali terlukis menghiasi wajahnya.
"Tidak-tidak! Belum waktunya kita untuk berduel bersama! Namun rasanya aku sudah tak sabar ingin segera melakukannya. Hhmm ... tak ada yang bisa mengalahkanku!! Aku Zeus sang Kaisar dari kekaisaran Fumio yang terkuat!! Gyahahaha ..." Zeus tertawa menggelegar dan merentangkan kedua tangannya lebar.
"Bahkan Hadess yang tak pernah diragukan lagi kekuatannya sudah mati ditanganku dan anak buahku!! Tak akan ada seorangpun yang berhasil melampauiku di dunia ini!! TIDAK ADA!!!" tandasnya kembali dengan suara yang menggelegar.
Nafasnya naik turun saking amarahnya yang tak bisa dia kendalikan lagi, sehingga malah menghancurkan beberapa benda di sekitarnya. Namun tiba-tiba Zeus mulai menyeringai kembali dengan aura kelam.
"Salah satu kelemahan panglima Zhou adalah istri dan putranya!! Namun saat ini panglima Zhou malah membawa istri, putra dan kakeknya untuk pergi ke istana Nobuhide. Dan tentunya akan selalu berada dalam penjagaan dan pengawasan para prajurit dan pengawalnya. Hhm ... pikirkan sesuatu, Zeus!! Apakah aku harus menggunakan Luoyi lagi? Tapi si bodoh itu tidak bisa diandalkan dengan baik! Pekerjaannya tak ada yang beres dan selalu saja gagal!! Hhaahh!!"
Zeus berkacak pingging menatap lurus di bawah, dimana halaman istananya berada disana.
"Yang Mulia Kaisar Zeus. Ada kiriman surat dari Luoyi." seorang pengirim pesan tiba-tiba saja datang dan menyerahkan sebuah gulungan surat untuk Zeus.
Zeus segera membuka dan membaca isi surat Zeus menyeringai licik kembali setelah membaca seluruh isi surat itu.
"Baiklah! Kali ini aku ingin melihatnyanya lagi. Apa kamu akan berhasil atau tidak, Luoyi!! Setidaknya tidak ada salahnya jika aku menunggu dulu dan melihat hasil dari rencana Luoyi ini! Aku akan bersantai dan menenangkan pikiranku dulu!"
"Antarkan beberapa wanita penghibur untukku!!" titah Zeus kepada pengawalnya, karena saat ini Nouhime sedang tidak berada di istana Fumio, karena Nouhime kembali ke istana ayahandanya untuk menjenguk ayahandanya yang sedang sakit.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Zeus!!" prajurit itu menyauti dengan patuh dan segera meninggalkan temlat ini untuk menjalankan perintah dari Zeus.
...⚜⚜⚜...