
"Kami sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain. Bahkan ... jauh sebelum aku bertemu denganmu, Istri." ucap Zhou dengan jujur.
DEGH ...
Entah mengapa ada rasa sesak dan sakit saat mendengar pengakuan dari Zhou kali ini. Padahal Zhou hanya mengatakan jika mereka pernah saling mengenal saja. Dan menurut pengakuan Zhou, itu artinya Zhou sudah mengingat masa lalunya.
"Apakah ... kamu sudah mengingat masa lalumu? Apakah kalian saling mengenal di masa lalu?" tanya Lily dengan suara yang terdengar semakin bergetar.
"Ya. Apa yang kamu katakan adalah benar, Istri. Dan itulah yang ingin aku katakan padamu saat ini. Aku ... sudah mengingat masa laluku." ucap Zhou semakin menatap lekat Lily.
Lily terpaku selama beberapa saat. Pikirannya melayang entah sampai kemana. Dan dia malah berpikiran jika Zhou dan Nouhime pernah memiliki sebuah hubungan di masa lalu hingga mereka sangat dekat, seperti yang telah disampaikan oleh Luoyi beberapa saat yang lalu.
"Lily, aku ..."
Ucapan Zhou menggantung karena dia mulai menyadari jika saat ini sebuah anak panah beracun tiba-tiba saja melesat dengan sangat cepat ke arah Lily.
SSRRTT ...
GREPP ...
Tepat saat ujung anak panah beracun itu hanya berada beberapa inci saja dari wajah Lily, dengan sangat cepat Zhou menangkap anak panah beracun itu.
SWOSSHH ...
Zhou yang menyadari dan membaca serangan itu, kini segera mengangkap anak panah beracun itu dan segera melemparnya kembali dengan kekuatannya hingga anak panah beracun itu tepat mengenai ulu hati seorang pria yang sedang bersembunyi di balik pepohonan yang berada tak jauh dari mereka.
JLEBB ...
BRUGHH ...
"Arghh .. " erangan dari seorang pria terdengar bersamaan dengan suaranya yang terjatuh di atas permukaan tanah.
Zhou segera melesat cepat, namun belum sempat Zhou menangkapnya, pria berpakaian serba hitam itu kemudian menggunakan jurus menghilangnya hanya dalam sekali kibasan tangannya saja.
Tak ada petunjuk apapun yang tertinggal, dan hanya menyisakan segerumul aura gelap yang perlahan menghilang bersamaan dengan semilir angin.
Meski sudah berhasil melarikan diri, namun dia tak akan bisa selamat. Panah beracun itu akan membuatnya kehilangan nyawanyanya hanya dalam beberapa detik saja. Namun siapa yang ada dibalik semua ini?
Batin Zhou berpikir keras.
Zhou kembali menghampiri Lily yang masih terlihat cukup syok. Karena hampir saja anak panah itu melukai wajahnya.
"Istri, apa kamu baik-baik saja?" tanya Zhou setelah menghampiri Lily lagi.
"A ... aku ... aku baik-baik saja." sahutnya terbata.
"Ini salahku. Seharusnya aku tidak mengajakmu keluar dari istana. Berada di luar istana kini akan begitu bahaya untukmu. Ayo kita segera kembali!" Zhou segera mengajak Lily untuk kembali ke istana Nobuhide.
...🍁🍁🍁...
Malam sudah semakin larut. Disaat Lily dan sang putra sudah tertidur di dalam sebuah ruangan terlihat Zhou sedang duduk bersilang dan berkutat dengan dua buku besar dan tebal di hadapannya. Buku-buku itu adalah buku kehidupan serta buku pusaka dan seluruh kekuatan.
Ditemani dengan penerangan yang cukup sederhana dan remang-remang, Zhou hanya bisa menelisik kedua buku itu saat ini. Karena kedua buku itu hanya bisa terbuka saat fajar, dengan embun ataupun dengan sinar sang fajar.
Namun rupanya Lily sudah menyusulnya dan berada di ruangan pribadi Zhou di pavilliun yang mereka tinggali.
"Istri, mengapa kamu terbangun lagi?" tanya Zhou yang masih terduduk bersila di tempatnya.
"Aku terbangun dan melihat kamu belum tidur. Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Lily mengkhawatirkan suaminya.
"Hhm? Hanya belum mengantuk saja kok. Kamu tidurlah lagi, ini sudah sangat larut ..." ucap Zhou dengan hangat.
"Aku tidak mengantuk lagi." Lily menyautinya dengan wajah murungnya.
"Ada apa? Apa kamu masih ketakutan?"
Lily terdiam selama beberapa saat dan menggeleng pelan. Zhou yang menyadari kegundahan hati Lily akhirnya tersenyum tipis dan berinisiatif untuk segera menyelesaikan masalah ini.
"Kemarilah ..." ucap Zhou sambil menepuk lantai di dekatnya meminta Lily untuk segera datang dan duduk bersama dengannya.
Dengan patuh Lily segera mendekati Zhou dan duduk di dekatnya.
"Apa kamu masih memikirkan antara aku dan permaisuri Nouhime?" tanya Zhou lirih dan menatap lekat wanita cantik itu.
Lily yang masih menunduk, kini mengangguk pelan.
"Aku dan Nouhime tidak memiliki hubungan apa-apa. Saat itu dia hampir terjatuh di jurang dan aku yang menyelamatkannya. Saat dia terluka dan terkilir di dalam hutan, aku kembali membenarkan urat sarafnya. Dan aku membawanya kembali ke kereta kencana saat itu." jelas Zhou.
Butuh beberapa saat untuk Lily mencerna apa yang telah disampaikan oleh Zhou, hingga akhirnya dia mulai menjawabnya setelah beberapa saat.
"Maaf, aku seharusnya percaya padamu, Suami ..." ucap Lily lirih dan malah merasa bersalah.
"Aku juga minta maaf padamu, karena telah membuatmu menderita dengan pemikiran seperti ini. Seharusnya aku meminta prajurit untuk mengurusnya. Maaf ..."
"Tidak! Tidak, Suami. Kamu tidak salah." Lkly mendongak menatap Zhou dan menggelengkan kepalanya pelan. "Itu adalah tugasmu. Akulah yang salah karena berpikiran kolot dan berfikiran berfikiran buruk kepadamu. Seharusnya aku percaya padamu. Maaf ..."
Keduanya saling berpandangan selama beberapa saat dalam diam. Hingga akhirnya Zhou mulai meraih jemari Lily dan sedikit menariknya dengan hangat hingga membuat Lily semakin dekat dengannya dan terduduk di atas pangkuannya membelakangi dirinya.
"Lily ... aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Zhou lirih tepat di dekat daun telinga Lily.
"Ya?"
"Aku mengatakan jika aku sudah mengingat masa laluku. Kali ini aku akan mengatakannya padamu ..." ucap Zhou tanpa satu detikpun melepaskan pandangannya menatap sisi wajah samping Lily.
Lily hanya terdiam dan masih dengan sabar menantikan penjelasan dari Zhou.
"Istri, sebenarnya ... aku adalah putra sulung dari kaisar Fumio. Aku adalah Hadess, pria yang telah dikabarkan meninggal saat terjatuh di dalam tebing lembah kematian." ucap Zhou mengakui tentang dirinya.
Mendengar pengakuan itu, Lily membeku selama beberapa saat. Diia sungguh tidak menyangka jika suaminya adalah seorang pangeran dari suatu kekaisaran. Selama ini Lily hanya mengira jika Zhou adalah pemuda biasa dengan bakat luar biasanya. Tak disangka rupanya memang bukan pemuda biasa.
"Be-benarkah itu? Ka-kamu adalah pangeran Hadess? Putra sulung dari kekaisaran Fumio?" setelah beberapa saat Lily kembali mengulangi ucapan Zhou dan sedikit menoleh ke arahnya.
Pandangan mereka kembali bertemu. Dengan wajah teduhnya, Zhou mengangguk samar dan tersenyum tipis, "Itu adalah benar, Istri. Itu adalah aku ..."
Seketika Lily yang sedang merasa terkejut, berusaha untuk bangun dari pangkuan Zhou karena merasa segan. Namun Zhou tak melepaskannya dan malah menahannya.