
SWWUUSHH ...
JLEBB ...
Sebuah katana yang memancarkan cahaya putih kebiruan melesat cepat dan menghunus tepat pada ulu hati bos bandit itu. Membuat pria dengan penampilan menyeramkan itu terhuyung jatuh ke belakang dan hanya bisa bertahan dalam beberapa saat saja sebelun dia menemui sang shinigami / dewa kematian.
Bersamaan dengan itu, sang pemillik katana itu malah melemparkan dirinya ke dalam jurang curam dimana sang wanita cantik itu terjatuh. Pria berpakaian zirah yang tak lain adalah Zhou itu menambah tekanan tubuhnya dan mengulurkan tangannya untuk bisa mencapai wanita itu.
Hingga akhirnya Zhou bisa meraih tangan sang putri cantik dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya berpegangan pada sebuah ranting pepohonan yang sudah hampir mati di antara bebatuan itu.
Sang putri mendongak menatap Zhou. Antara rasa ketakutan dan merasa beruntung berkecamuk menjadi satu.
"Ha-Hadess ..." gumam sang putri yang tak lain adalah Nouhime yang baru meninggalkan wilayah Itsuki untuk menjenguk ayahandanya yang sedang sakit, namun malah bertemu dengan para bandit itu.
"Berpeganganlah yang kuat dan jangan lepaskan tanganku!" ucap Zhou menekankan.
"Hhm ..." Nouhime mengangguk pelan dan semakin berpegangan kuat pada tangan Zhou dengan kedua tangannya.
Perlahan Zhou mengangkat tangannya ke atas dan membuat Nouhime juga terangkat.
"Berpeganganlah pada tubuhku, karena aku harus melakukan sesuatu." ucap Zhou lagi.
Tanpa banyak bertanya lagi, dengan patuh Nouhime segera berpindah meraih tubuh Zhou dan memeluknya dengan erat. Semua ketakutannya saat ini, ketinggian ini ... seakan lenyap begitu saja saat kehadiran Zhou.
Hadess, bukan ... tapi panglima Zhou ... tapi mengapa aku merasa jika dia adalah Hadess? Rasa nyaman ini, jantung yang berdegup semakin cepat ini ... semua seperti apa yang selalu aku rasakan saat bertemu dengannya. Hadess, aku sangat merindukanmu. Sangat rindu ...
Batin Nouhime semakin memeluk erat Zhou dan menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Zhou.
Sementara Zhou mulai mengambil sesuatu dari dalam balik pakaian zirahnya. Kemudian dia mengeluarkan sebuah seruling dan memainkannya dengan salah satu tangannya saja. Sebuah melodi indah yang begitu menenangkan hati mulai terdengar.
Ha-Hadess? Lagu ini ... biasanya akan dia gunakan untuk memanggil Igurukingu. Jadi ... apakah itu artinya dia benar-benar Hadess?
Batin Nouhime sedikit mendongak menatap Zhou yang masih memainkan sebuah melodi indah dengan serulingnya dengan memejamkan sepasang matanya.
Nouhime menatap nanar Zhou. Semua ini masih menjadi seperti sebuah teka-teki dan misteri untuk wanita yang memiliki kecantikan tak tertandingi itu. Di mata Nouhime, Zhou dan Hadess adalah sepertiorang yang sama namun memiliki 2 identitas yang sangat berbeda.
Setelah beberapa saat, akhirnya dari arah kejauhan mulai terlihat seeokor elang yang terbang membumbung tinggi, dan mulai mendekati mereka berdua. Membuat Nouhime semakin merasa yakin jika pria itu adalah benar-benar Hadess, kekasih hatinya di masa lalu.
"Salam hormat. Aku Igurukingu menghadap panglima Zhou." ucap burung elang dengan warna bulu hitam keemasan itu dengan suara besarnya menggema di seluruh tebing dan jurang ini.
"Igurukingu, antarkan kami kembali ke atas tebing!" titah Zhou setelah permainan serulingnya dihentikannya.
"Baik, Yang Mulia Panglima Zhou. Hamba akan mengantarkan panglima Zhou dan permaisuri Nouhime ke atas tebing kembali." Igurukingu menyauti kembali dengan menundukkan kepalanya penuh rasa hormat.
Semua ini tentu saja membuat Nouhime semakin melongo dan dan curiga, jika Hadess dan Zhou adalah orang yang sama. Kini dia membeku dengan segala angan dan pikirannya sendiri.
"Permaisuri Nouhime, berpeganganlah dengan erat dan jangan lihat ke bawah! Jika takut, maka pejamkan mata saja." ucap Zhou tanpa menatap Nouhime sama sekali.
Ucapan Zhou kali ini malah membuat Nouhime terdiam dan termenung karena kembali teringat dengan masa lalu mereka berdua.
Suatu ketika Nouhime yang sedang bersama Hadess terjebak di sebuah menara istana yang cukup tinggi dan merupakan wilayah Itsuki. Sementara di samping istana tepat mereka berdiri saat ini adalah sebuah jurang yang sangat dalam. Karena istana itu berdiri tepat di atas sebuah tebing tinggi.
Sebuah gempa yang cukup dasyat mulai mengguncang bumi Itsuki yang disebabkan oleh seekor monster yang berbentuk menyerupai moster golem.
Yaitu makhluk atau monster yang seluruhnya tercipta dari benda mati seperti tanah liat, batu atau lumpur. Golem itu terus mengguncang bumi beberapa kali. Belum lagi beberapa catapult juga mulai menyerang istana tersebut.
Catapult atau katapel tempur adalah sebuah perangkat yang biasanya digunakan dalam sebuah pertempuran untuk melemparkan atau melontarkan proyektil sampai jarak yang jauh tanpa bantuan bahan peledak. Katapel tempur meliputi berbagai jenis mesin kepung.
Sungguh alat serang jarak jauh yang cukup memberikan damage yang bukan main-main. Dan untuk mengalahkannya Zhou harus bisa mendekati alat tersebut dengan merusaknya dengan pertarungan jarak dekat. Begitu juga dengan monster golem.
Serangan-serangan itu semakin mengguncang bumi, bahkan istana itu juga sudah mulai menandakan akan mengalami keruntuhan. Sehingga Hadess berniat untuk segera meninggalkan tempat itu secepat mungkin bersama Nouhime.
"Nouhime, berpeganganlah padaku dengan erat. Jangan melihat ke bawah! Pejamkan matamu jika kamu takut ..." ucap Hadess saat itu.
Flash back off ...
Ucapan dari Hadess di masa lalu masih saja menggema dengan jelas dan dekat, seperti langsung diucapkan tepat di dekat telinga Nouhime. Menggema indah dan hangat pada gendang telinganya.
"Permsisuri Nouhime. Apa anda mendengarku?" tanya Zhou kembali membuyarkan angan Nouhime.
"Oh, i-iya ... aku dengar." ucap wanita cantik itu tergagap.
Bersambung ....
...⚜⚜⚜...
Sedikit cerita tentang Nouhime. Dia adalah putri bungsu di kekaisaran Itsuki. Memiliki kecantikan yang tak tertandingi oleh siapapun. Dia melilki sifat yang sangat anggun, lemah lembut, suka menolong dan tidak pernah merasa tinggi.
Nouhime pertama kali bertemu dengan Hadess adalah saat berada di sebuah kuil Honganji. Dimana disana sedang diadakan sebuah doa besar dan pemujaan untuk sang dewa.
Mereka saling jatuh hati saat pandangan pertama, namun hanya saling menyimpannya di dalam hati. Suatu ketika mereka kembali bertemu secara tidak sengaja saat Hadess ikut bersama ayahandanya untuk mengunjungi kekaisaran Itsuki, karena rupanya mereka sudah saling mengenal baik.
Takdir yang mempertemukan mereka berdua kembali membuat Hadess dan Nouhime menjadi semakin dekat saat itu. Mereka menjalin hubungan yang sangat dekat dan terkadang juga saling mengirim surat.
Kedua ayah mereka berdua akhirnya mengetahui kedekatan mereka berdua dan sepakat akan menikahkan mereka berdua. Semua persiapan pernikahan pernikahan sudah dipersiapkan dengan baik.
Namun sebuah kecelakaan naas malah menimpa Hadess di masa lalu tepat beberapa pekan sebelum pernikahan itu terjadi, hingga Hadess dikabarkan telah meninggal disaat berburu bersama Zeus.
Pernikahan itu tentunya akan sangat mengancam Zeus dan semakin mempersulit Zeus untuk menjadi seorang kaisar di Fumio. Hingga akhirnya dia dan sang ratu mulai merencanakan semua itu untuk menyingkirkan Hadess.
Bonus visual putri Nouhime, permaisuri dari kaisar Zeus, kekaisaran Fumio saat ini.