
Zhou masih menimang-nimang seorang bayi berkulit putih kemerahan yang memiliki sebuah tanda / simbol matahari pada keningnya. Dia merasakan kebahagiaan yang tak terhingga saat ini karena bisa melihat ksatria kecilnya yang begitu tampan dan menggemaskan.
Berkumpul bersama keluarga tercinta tentunya adalah impian dari setiap keluarga kecil. Dan begitulah yang sedang dirasakan oleh Zhou saat ini. Dia juga berharap agar bisa berkumpul dan selalu bersama dengan keluarga kecilnya.
Terutama saat ini Zhou sudah memiliki seorang putra yang tentunya adalah salah satu penyemangat hidupnya. Hingga akhirnya Zhou mulai mengutarakan keinginan dan harapannya untuk sang istri untuk hidup bersama.
"Istriku, ikutlah bersama denganku ke istana Nobuhide! Aku tak bisa jauh dari kamu dan Helios." ucap Zhou tiba-tiba yang membuat Lily tercengang selama beberapa saat.
Lily cukup terkejut saat mendengarkan permintaan dari sang suami. Tentu saja bisa berkumpul bersama dengan suaminya, adalah sesuatu yang begitu diinginkannya saat ini. Namun hal ini cukup mendadak untuknya, sehigga membuatnya bingung.
Namun belum sempat Lily memberikan jawabannya, tiba-tiba saja seseorang sudah memasuki kamar ini.
"Jangan!!" tiba-tiba saja terdengar suara berat pria paruh baya yang terdengar begitu penuh dengan penekanan.
Lily dan Zhou mulai beralih menatap ke arah sang pemilik suara. Dan ternyata seorang pria paruh baya sudah berdiri di dekat pintu.
"Saat ini istana Nobuhide sedang tidak aman dan memiliki seorang penyusup bukan? Ini sangat berbahaya. Lagipula Helios juga masih cukup kecil untuk dibawa ke istana. Tunggulah hingga situasi di istana aman dan tunggulah hingga Helios sudah cukup besar, Zhou"
Ucap pria paruh baya itu mulai melenggang mendekati Zhou dan Lily. Pria paruh baya itu adalah Hiroki Feng yang rupanya sudah kembali lagi ke desa Nobuhide lebih cepat.
"Kakek ..." ucap Zhou lirih merasa cukup terkejut akan kehadiran Hiroki Feng.
Namun Zhou segera memberikan salam penghormatannya untuk sang guru sekaligus kakek.
"Akan ada waktu yang tepat untuk kalian bersama kelak. Namun tidak untuk kali ini. Karena saat ini kamu masih mengemban dan memiliki beberapa tanggung jawab dan tugas besar. Fokuslah untuk menyelesaikan semua itu dulu, dan jangan sampai masalah keluarga mengganggu langkah dan kewajibanmu!" tandas Hiroki Feng tegas.
"Baik, Kakek." sahut Zhou dengan begitu patuh.
Dan terpaksa Zhou harus memendam dalam keinginannya untuk berkumpul bersama keluarganya. Karena semua yang telah dikatakan oleh sang kakek adalah benar.
Beberapa waktu yang lalu saja sudah ada penyusup yang sudah berniat untuk meracuni dirinya dan pangeran Toshie. Akan sangat berbahaya jika Lily dan putranya untuk tinggal di istana Nobuhide juga. Karena tak menutup kemungkinan, mereka juga bisa untuk menjadi korban selanjutnya.
Hiroki Feng mengajak Zhou untuk berjalan-jalan di sekitarnya , menyusuri jalanan desa yang begitu astri dan berudara segar itu. Zhou terlihat begitu menikmati panorama dan udara di pedesaan ini.
Udara yang segar membuatnya merasa begitu tenang dan damai. Dan sebenarnya Zhou juga sudah cukup lama merindukan pedesaan ini. Biar bagaimanapun tempat inilah tempat dimana dia bangkit kembali dengan jasa besar dari Hiroki Feng.
Sampai seumur hidupnya, Zhou tak akan melupakan semua itu. Zhou akan selalu mengingat jasa-jasa Hiroki Feng dan akan selalu menghormatinya layaknya seperti dia menghormati ayahandanya.
"Jangan khawatir. Lily dan Helios akan baik-baik saja disini. Dewa akan selalu melindunginya. Putramu adalah bukan sembarangan bayi. Seperti namanya, dia adalah seperti sang surya yang akan menyinari seluruh dunia. Dewa matahari akan selalu membersamainya. Apa kamu melihat tanda pada keningnya? Itu adalah sebagai simbol akan keberadaan Dewa Matahari yang akan membersamainya."
"Iya, Kakek. Uhm, Kakek ... sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepada kakek." ucap Zhou terlihat begitu ragu.
"Katakan saja, Zhou."
"Aku sudah mengingat masa laluku, Kakek. Dan aku ingin melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Disaat semua sudah berhasil aku lakukan nanti, maukah kakek dan Lily ikut bersama denganku meninggalkan pedesaan ini? Aku ... aku juga membutuhkan kakek untuk mengobati ayahanda yang saat ini sedang sakit keras dan mengalami kelumpuhan."
Ucap Zhou kembali teringat dengan ayahnya yang hanya bisa terbaring dan terduduk saja dengan menghabiskan hari-harinya di dalam kamarnya.
Hiroki Feng menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Zhou. Pria baruh baya itu menyunggingkan sebuah senyuman yang meneduhkan hati.
"Disaat itu tiba, kami akan ikut bersama denganmu. Dan disaat itu tiba adalah waktunya kamu hidup bahagia bersama Lily dan Helios. Pesanku untukmu adalah, mulai saat itu kamu harus selalu menjaga mereka dengan baik. Karena aku sudah tidak akan bisa menjaga mereka lagi."
Ucap pria paruh baya itu menyejukkan hati,namun entah mengapa Zhou yang mendengarkannya seketika menjadi bersedih. Seakan ucapan dari Hiroki Feng memiliki sebuah makna.
"Dunia ini tidaklah kekal abadi. Selalu berbuatlah baik, perbanyak kebajikan dan mencari bekalmu untuk mempersiapkan kehidupan abadi setelahnya. Tetaplah rendah hati dimanapun kamu berada ..."
"Aku akan selalu mengingat pesan kakek Feng. Aku tidak akan pernah melupakan semua yang pernah kakek ajarkan padaku." janji Zhou penuh dengan keyakinan.
"Hhm!! Kamu pemuda yang baik dan penuh dengan kebajikan! Pertahankan semua itu!!" Hiroki Feng menepuk bahu lebar Zhou dan tersenyum hingga guratan-guratan halus itu semakin terlihat nyata memenuhi wajahnya.
...⚜⚜⚜...
"Aku akan kembali ke istana Nobuhide. Lain kali aku akan datang mengunjungi kalian lagi. Dan di waktu yang tepat, aku akan datang untuk menjemput kalian semua." Zhou berpamitan dan mengecup kening Lily.
Sementara Helios masih dengan wajah ceria dan tawa khas bayinya di dalam gendongan Lily.
"Kamu harus selalu berhati-hati dan lebih waspada. Aku tidak mau kehilangan kamu ..." ucap Lily mendongak menatap Zhou penuh dengan rasa khawatir.
Wanita cantik ini juga mengusap lembut sisi samping kiri wajah Zhou. Zhou juga meraih jemari lentik itu yang masih berada pada wajahnya. Senyuman hangat mulai dia sunggingkan dan sukses membuat Lily merasa sedikit lebih tenang.
"Jangan khawatir, Istriku. Aku sudah pernah hampir menemui ajalku. Aku akan lebih berhati-hati saat menghadapi sekelilingku. Dan mereka tak akan dengan mudah untuk melakukan hal yang sama lagi kepadaku! Jangan khawatir ..." ucap Zhou menenangkan Lily.
"Hhm ..." Lily mengangguk pelan dan tersenyum tipis dengan suasana hati yang begitu tenang
Dia juga mendekatkan dirinya kepada suaminya untuk menyandarkan kepalanya di dekat dada bidang Zhou. Zhou melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk istri dan putranya dengan hangat.
...⚜⚜⚜...