The God of War

The God of War
Mengunjungi Kota Akita



Sebelum fajar Zhou dan para prajurit memulai sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk menuju Kota Akita. Salah satu kota yang masih berada di bawah kekuasaan kekaisaran Nobuhide. Karena pangeran Toshie akan menghadiri dan memeriahkan acara kedewasaan yang akan diselenggarakan di kota Akita pada periode ini.


Acara kedewasaan atau Seijin no hi adalah hari yang jatuh hari Senin minggu kedua di bulan Januari. Menurut peraturan yang telah dibuat, acara ini dimaksudkan untuk merayakan para generasi muda yang bisa hidup mandiri, dan menyadari jika mereka telah menjadi dewasa.


Perayakan ini untuk penduduk laki-laki dan perempuan yang sudah mencapai usia dewasa menurut hukum saat ini, yaitu 20 tahun. Upacara dan beberapa kompetisi yang akan diselenggarakan saat Seijin shiki ini diadakan oleh pemerintah lokal di kota-kota dan desa-desa.


Peserta yang akan mengikuti acara kedewasaan ini adalah penduduk yang telah berusia 20 tahun, atau segera genap berusia 20 tahun. Yaitu usia yang telah dianggap dewasa menurut hukum untuk mengonsumsi minuman beralkohol, dan mengeluarkan pendapat atau mengikuti pemilihan umum.


Mereka akan berpartisipasi untuk melakukan dalam beberapa kompetisi dan sang juara akan mendapatkan sebuah apresiasi.


Upacara kedewasaan puncak setidaknya sudah dilakukan di Jepang untuk pangeran muda sejak 714 Masehi. Upara puncaknya ini akan ditandai dengan pemakaian jubah baru dan pergantian model rambut untuk menandai dimulainya usia kedewasaan.


Perayaan hari kedewasaan ini dilakukan dan diteruskan dengan tradisi genbuku yang selalu diadakan pada hari yang sama.


Acara kedewasaan di kota Akita ini akan diselenggarakan di sebuah paviliun dan halaman terbuka pemerintah lokal kota Akita. Acara dihadiri oleh penduduk lokal dan dimeriahkan dengan pidato, penerimaan cendera mata, jamuan makan, dan dengan pemimpin lokal.


Namun pada kali ini mereka sangat beruntung, karena salah keluarga istana Nobuhide yakni pangeran Toshie akan datang berkunjung untuk memeriahkannya.


Beberapa saat sebelum keluarga dari kekaisaran Nobuhide tiba, lokasi yang akan diadakan untuk penyambutan pembukaan acara kedewasaan telah ramai akan penduduk lokal, baik para peserta yang akan mengikuti acara kedewasaan pada periode ini maupun para penduduk segala usia yang hanya ikut meramaikan saja.


Karena mereka semua tentu saja sangat ingin bertemu dan melihat pangeran Toshie, yang sudah bermurah hati dan menyempatkan dirinya untuk menghadiri kota Akita.


"Semuanya!! Yang Mulia Pangeran Toshie akan segera datang!! Berikan sambutan dan salam penghormatan!!" salah satu pria dengan pakaian prajurit yang sedang berdiri di dekat pintu sebuah paviliun berseru untuk memberikan kabar ini kepada semua orang yang sudah berkumpul bersama di dalam aula itu.


Semua orang yang berada di dalam aula mulai berdiri untuk memberikan sambutan kepada pangeran Toshie. Pangeran Toshie, putra sulung dan satu-satunya pangeran dari keluarga kekaisaran Nobuhide, yang juga selalu dikenal bijaksana dan ramah seperti sang kaisar Yoshinao Nobuhide.


Dan tentu saja hampir semua rakyat selalu mengidolakan sang pangeran yang selalu ramah dan berhati mulia itu. Bahkan wajah pangeran juga cukup tampan dan sangat mirip dengan ayahandanya disaat muda. Dan dalam waktu dekat ini dia juga akan segera dinobatkan sebagai kaisar Nobuhide.


Setelah beberapa saat, terlihat seorang pria dengan jubah lapis mewahnya berwana keemasan mulai memasuki aula ini. Di masing-masing sisi belakangnya ada dua orang pria yang mengawalnya dengan mengenakan pakaian yukata hitam yang dipadankan dengan hakama samurai hitam dan mengenakan sedikit perisai pada bagian tubuhnya.


Siapa lagi mereka jika bukan pangeran Toshie yang sedang dikawal oleh Zhou dan Yaoyao. Mereka mengawal kepergian pangeran Toshie ke kota Akita bersama 10% prajurit yang dimiliki oleh kekaisaran Nobuhide.


Sementara 90% prajurit Nobuhide masih berada di istana dan dipimpin oleh seorang Daimyo kuat yang tak lain adalah ayah dari Luoyi. Mereka akan menjaga istana dan sang kaisar.


Sambutan demi sambutan telah mereka berikan. Mulai dari pemimpin kota Akita, para tetua bahkan pangeran Toshie juga menyampaikan sepatah dua patah katanya. Dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kecil yang diberikan kepada penduduk dewasa yang baru.


Sebenarnya pelaksanaan kompetisi dari acara kedewasaan ini akan segera dimulai esok hari. Dan malam ini hanya acara pembukaan sebagai formalitas dari acara tersebut.


Setelah acara tersebut beberapa orang mulai mengantarkan pangeran Toshie untuk beristirahat di sebuah kamar yang tentunya sudah mereka siapkan sebelumnya juga.


Zhou tidak segera tidur, dia menggunakan malam harinya untuk bermeditasi dan dia juga akan selalu siaga untuk menjaga pangeran Toshie.


...⚜⚜⚜...


Di dalam sebuah aula istana Fumio, Zeus yang baru saja membaca sebuah pesan terlihat kembali dipenuhi oleh amarah. Karena dia baru saja mendapatkan sebuah kabar jika 2 klan yang selama ini berada di pihaknya, dibantai habis oleh Zhou.


Dari 5 klan yang yang selama ini selalu berada di pihaknya dalam pengkhianatan, kini hanya menyisakan 1 klan saja. Hal ini sebenarnya cukup membuat Zeus merasa curiga, mengapa kekaisaran Nobuhide selalu sengaja menyerang mereka?


Menang benar keempat klan itu sudah melakukan hal-hal yang cukup melenceng. Namun tetap saja Zeus merasakan jika ada keanehan di dalam pergerakan dari kekaisaran Nobuhide.


"Sebenarnya apa yang sebenarnya telah terjadi? Apakah panglima Zhou mengetahui sesuatu tentangku? Mengapa seakan dia mengetahui pasukan gelapku? Apakah semua ini hanyalah sebuah kebetulan semata saja? Mengapa klan yang mereka serang adalah selalu pasukan gelapku? Aku tidak bisa diam saja! Aku harus melakukan sesuatu untuk memperkuat diriku sebelum sesuatu yang aku khawatirkan akan terjadi. Karena aku merasa keberadaan panglima Zhou sangat berbahaya ... sebenarnya siapakah dia? Aku bahkan belum pernah melihat wajahnya secara langsung. Dan mengapa dia selalu memakai kain penutup wajah? Ada apa dengan wajahnya?"


Gumam Zeus mengkerutkan sepasang alis tegasnya dan tampak sedang berfikir keras.


Hingga akhirnya Zeus mulai menuliskan sebuah pesan untuk Luoyi untuk melakukan sesuatu kembali. Dimana kali ini, Zeus ingin sekali untuk melihat wajah Zhou.


"Kirimkan ini untuk Luoyi!!" titah Zeus setelah menggulung surat itu dan menyerahkannya untuk sang pengirim surat.


"Baik, Yang Mulia Kaisar Zeus. Tapi kemungkinan surat ini akan sedikit terlambat, karena saat ini Luoyi sedang ikut pergi ke kota Akita untuk mengawal pangeran Toshie." sahut sang pengirim surat itu.


"Hhm. Tidak masalah!! Pergilah dan lakukan tugasmu!!"


"Baik, Yang Mulia Pangeran Zeus." ucapnya lalu memberikan salam penghormatannya lalu bergegas pergi.


Sementara Zeus mulai memikirkan sebuah rencana lain, untuk memperkuat dirinya dan berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin prajurit dan ksatria seta harus mendapatkan dukungan dari prajurit dan ksatria kuat tersebut yang akan berada di pihaknya apapun yang terjadi.