The God of War

The God of War
Mendatangi Taman Langit Wilayah Barat



Nafas Zhou seketika tercekat saat melihat wajah wanita itu yang kini sudah terlihat sangat pucat dengan sudut bibirnya yang terkena oleh noda darah segar. Karena sepertinya wanita itu baru saja memuntahkan seteguk darah segar.


"Istri ..." pekik Zhou segera duduk bersimpuh untuk meraih tubuh wanita yang tak lain adalah sang istri. "Istri bertahanlah! Kamu harus tetap kuat!!" ucapnya parau.


Lily mengangkat tangan kanannya dan meraih sisi samping wajah Zhou. Bibirnya bergetar seakan hendak menyampaikan sesuatu, namun sulit untuk tetucap.


"Su-ami ..." ucapnya lirih. "Tol-long jaga put-tra kita ..."


Zhou meraih jemari Lily yang masih menyentuh sisi samping wajahnya. Dadanya menjadi sesak saat melihat Lily tak berdaya dan berkata seperti itu. Dia menggeleng samar menolak apa yang sedang dipikirkan oleh Lily saat ini.


"Kamu pasti akan baik-baik saja. Jangan memikirkan apapun! Kamu harus tetap kuat dan harus bertahan!" ucap Zhou parau.


Dia segera menggendong Lily dan membawanya untuk ke ruangan medis istana.


...⚜⚜⚜...


Selama beberapa saat, Zhou hanya menunggu di luar sebuah ruangan medis istana Fumio, tepatnya halaman teras dari ruangan medis. Karena sang tabib sedang memeriksa dan memberikan penanganan untuk Lily.


Hingga akhirnya setelah menunggu beberapa saat seorang wanita tua terlihat keluar dari ruangan tersebut. Dia segera mendatangi Zhou untuk menyampaikan sesuatu.


"Yang Mulia Kaisar Hadess ..."


"Bagaimana keadaan istriku? Katakan semuanya dengan detail padaku!" titah Zhou memotong ucapan wanita tua yang tak lain adalah kepala tabib istana yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk Fumio.


Wanita tua itu menatap nanar Zhou dan menghela nafas untuk beberapa saat lalu mengeluarkannya perlahan.


"Tubuhnya terkena serangan embun perusak tubuh dari panglima perang Azai. Kami sudah berhasil menetralkan embun perusak yang memasuki tubuhnya. Namun butuh waktu selama 2 pekan untuk memulihkan organ tubuhnya hingga pulih kembali. Dan selama itu, harus benar-benar beristirahat dan tidak diperbolehkan untuk melakukan banyak pergerakan." jelas wanita paruh baya itu.


"Apakah ada hal khusus atau sesuatu yang khusus agar istriki bisa segera pulih kembali?"


"Uhm ... Yang Mulia ... sebenarnya ada sebuah energi khusus yang akan sangat baik untuk memulihkan tubuh dalamnya. Selain sangat baik untuk penyembuhan, energi itu juga akan membersihkan segala racun yang ada di dalam tubuhnya serta menghilangkan energi kotor di dalamnya." ucap wanita tua itu lagi.


"Katakan padaku, energi apa itu dan dimana aku bisa mendapatkannya?" tanya Zhou dengan cepat.


"Energi murni dan suci kualitas tinggi yang berada di taman langit wilayah Barat. Dan energi ini sangat berharga dari apapun." ucap sang tabib lagi


Taman langit wilayah Barat?


Batin Zhou sempat merasa ragu, namun akhirnya dia segera memutuskan sesuatu dengan yakin. Karena saat ini keselamatan Lily yang utama.


"Baiklah. Aku akan kesana dan aku akan menyuling udaranya." ucap Zhou akhirnya.


Zhou memerintahkan beberapa prajurit untuk menjaga Lily yang bahkan saat ini masih belum sadarkan diri. Bahkan Zhou tidak bisa menyertai upacara pemakaman Hiroki Feng dan para prajurit lainnya. Karena saat ini Lily juga masih membutuhkan perawatan ekstra.


Kakek, aku akan pergi ke taman langit wilayah Barat untuk menyuling energi murni dan suci itu untuk Lily. Dan kali ini aku akan melakukan apapun untuk Lily dan putraku. Aku akan selalu menjaga mereka. Aku berjanji!! Kakek beristirahatlah dengan tenang ...


Zhou segela meninggalkan istana seorang diri. Dan dia segera memanggil Igurukingu dengan memainkan sebuah melodi indah menggunakan serulingnya.


"Igurukingu, antarkan aku ke taman langit wilayah Barat!" titahnya saat sudah menaiki elang yang begitu gagah perkasa itu.


"Baik, Yang Mulia." sahut Igurukingu dengan nada rendah, namun suaranya masih begitu besar dan menggema.


Mereka mulai melakukan perjalanan, melesat dengan cepat dan terbang membumbung tinggi membelah awan demi awan putih yang besar. Hingga akhirnya mereka telah sampai di taman langit wilayah Barat.


Zhou memerintahkan Igurukingu untuk menunggunya di wilayah luar taman, sedangkan Zhou akan memasukinya seorang diri.


Dia menyusuri sebuah jalan kecil yang memiliki satu arah tujuan. Seperti namanya, taman langit ini memang sangat hening dan menenangkan. Selain itu tempat ini juga sangat indah dengan pemandangan alamnya.


Ada ratusan kunang-kunang kecil yang beterbangan menghiasi taman langit ini. Menjadikan taman langit ini menjadi semakin indah dan menakjubkan.



Jalanan yang telah ia lalui kini membawanya ke sebuah kolam kecil yang dikelilingi oleh bebatuan dan pepohonan serta bunga langit yang diselimuti oleh salju tipis yang menyilaukan. Dan tempat ini memang selalu seperti itu, akan selalu ada salju di sepanjang harinya. Dan suasananya akan selalu sejuk di setiap harinya.


Tempat ini masih saja selalu sama.


Batinnya menatap ke sekelilingnya.


Secara naluri Zhou kembali mengingat potongan kenangannya di masa lalunya. Lebih tepatnya saat dia masih kecil dan berusia 5 tahun. Saat itu pamannya pernah mengajak Zhou untuk bermain di taman langit wilayah Barat ini, namun disaat ayahandanya mengetahui jika Zhou mendatangi wilayah ini bersama sang paman, sang ayahanda seketika dipenuhi dengan amarah dan malah mengurung Zhou.


"Sampai kapanpun jangan pernah berniat untuk mendatangi tempat itu lagi!!" peringatan ayahanda saat itu yang dipenuhi dengan amarah yang semakin memuncak.


Dan itulah terakhir kali Zhou mendatangi tempat itu ... dan sebenarnya disaat itu juga pertama kalinya Zhou mendatanginya. Entah mengapa sang ayahanda merasa begitu murka saat itu, bahkan hingga sampai saat ini Zhou masih tidak memahaminya.


"Maaf, Ayahanda. Aku tidak patuh dan melanggar perintah ayahanda. Aku datang karena aku tak ingin kehilangan Lily. Kali ini aku akan melakukan apapun untuk Lily dan putraku!" gumamnya lirih dan menatap ke arah kolam kecil dengan air yang begitu jernih.


Zhou berniat untuk segera menyuling udara murni dan suci itu, namun tiba-tiba saja tak sengaja Zhou malah melihat sosok seorang wanita cantik dengan balutan jubah lapis putih yang begitu indah dan berkilauan.


Wanita itu sedang berdiri di seberang kolam itu dan menatap Zhou dari kejauhan. Sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah senyuman yang begitu hangat dan seakan penuh dengan kerinduan.


Sedangkan Zhou hanya terdiam dan menatapnya dengan sepasang matanya yang memicing.


"Siapa dia? Mengapa dia menatapku seperti itu? Apakah ada manusia atau siluman yang juga tinggal di tempat ini?" gumam Zhou lirih dan bersiap dengan mengalirkan energi spiritualnya pada kedua jemarinya.


Meskipun tidak ada aura yang membahayakan untuk dirinya saat ini, namun dia juga akan selalu bersiaga. Terutama sang ayahanda pernah memperingatkan jika dirinya tak boleh untuk mendatangi taman langit wilayah Barat ini. Bahkan sang ayahanda sangat menentangnya untuk berhubungan dengan tempat ini apapun yang terjadi.


Entah misteri apa yang selama ini telah disimpan dengan sangat apik oleh sang kaiar Fumio terdahulu.


Bersambung ...