
Suatu ketika seorang pelayan istana meminta Lily untuk menghadap ayahanda Zhou dan mengajak putranya. Tanpa banyak bertanya ataupun membantah, Lily segera datang menghadapnya untuk memenuhi panggilan itu.
Dan rupanya pria tua itu ingin sekali lebih lama dan leluasa untuk bisa melihat dan menggendong sang cucu-Helios. Meskipun sebelumnya mereka pernah bertemu, namun saat itu dia merasa tidak leluasa karena menjaga pandangan dari semua orang.
Sang Kaisar Fumio terdahulu terlihat begitu menyukai dan menyayangi Helios dengan tulus. Senyuman tulus dan penuh kehangatan begitu terpancar nyata menghiasi wajah yang sudah dipeneuhi dengan guratan-guratan halus itu. Tidak ada kebohongan ataupun ketidaksukaan sama sekali.
Di setiap pria tua itu menggendong bayi tampan itu, entah mengapa Lily selalu saja merasa bahagia. Setidaknya wanita berhati lembut ini merasa bahagia dan lega karena ayahanda Zhou menyayangi dan mengakui Helios sebagai cucunya. Sekalipun selama ini pria tua itu tidak sepenuhnya mengakui dirinya.
Tidak masalah jika Yang Mulia tidak menyukaiku atau tidak mengakuiku. Asalkan dia bisa menyayangi Helios dan mengakuinya saja, maka aku sudah merasa sangat lega.
Batin Lily menatap haru mereka berdua.
"Yang Mulia Kaisar Terdahulu, bolehkah kami meninggalkan Fumio?" ucap Lily dengan hati-hati dan terdengar begitu berat.
Selama ini Lily tak kuasa untuk selalu mendengar desakan dari Hiroki Feng yang selalu saja berusaha untuk meninggalkan Fumio. Selama ini dia masih bertahan, karena tak ingin membuat Zhou mengambil keputusan untuk meninggalkan Fumio dan malah memilih untuk mempertahankan Lily.
Terlebih saat ini hanya Zhou-lah harapan Fumio satu-satunya. Tentu saja Lily tak ingin berbuat egois. Dia akan mengulur waktu, dan akan pergi dengan perlahan.
Dan mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk meninggalkan semuanya. Karena Zhou sudah semakin disibukkan mengurus kekaisarannya. Bahkan saat ini Zhou tengah bepergian sejak 2 pekan yang lalu untuk mengunjungi sebuah kota dan belum kembali.
"Kalian boleh meninggalkan Fumio, namun tinggalkan cucuku. Kalian tidak boleh membawa cucuku pergi bersama dengan kalian!" tandas sang kaisar terdahulu menegaskan.
Namun meskipun perkataannya pelan, namun entah mengapa terdengar begitu tajam untuk Lily. Hingga tanpa sadar sepasang manik-maniknya mulai berkaca-kaca saat membayangkan dia harus berpisah dengan sang putra.
"Ti-tidak mungkin ... aku tidak akan melakukannya ..." ucap Lily lirih dan menggeleng samar.
"Dengan Helios tetap tinggal di Fumio bersama kami, semua kehidupannya akan terjamin. Kami akan membahagiakannya. Dan dialah kelak yang akan menjadi pewaris dan penerus Fumio. Kamu tidak boleh membawanya pergi, Lily!" tandas sang kaisar terdahulu menegaskan kembali.
"Tidak ... aku tidak akan pernah mau berpisah dengan putraku ... Yang Mulia bisa memisahkan aku dari pangeran Hadess, namun Yang Mulia tidak akan bisa memisahkan aku dari putraku ..." ucap Lily memberanikan diri, meskipun sebenarnya untaian kata itu begitu berat untuk diucapkan.
Selama ini Lily adalah wanita yang begitu patuh dan selalu menghormati siapapun. Dia akan selalu menghormati siapapun, terlebih orang yang lebih tua darinya.
"Kalau begitu tetaplah tinggal disini dan jangan pernah berniat untuk meninggalkan Fumio! Karena kelak Helios akan menjadi pewaris Hadess- putraku!"
Lily terdiam selama beberapa saat. Tentu saja dia tak akan pernah mau untuk berpisah dengan sang putra. Sudah cukup menderita karena kehilangan suami secara pandangan semua orang, makan dia tidak akan membiarkan dirinya untuk kehilangan sang putra.
...⚜⚜⚜...
"Benar sekali, Lily! Zhou sudah sangat keterlaluan! Untuk apa kamu masih bertahan disini dan selalu memikirkannya? Sementara dia tak pernah memikirkanmu selama ini?" sam bibi ikut menimpali sengit.
Lily terdiam selama beberapa saat dan mulai mengingat ucapan ayahanda Zhou saat itu. Dia tak bisa meninggalkan Fumio, karena kali ini putranya-lah yang menjadi taruhannya.
Karena Sang Kaisar Terdahulu hanya akan mengijinkannya mereka meninggalkan Fumio, jika Lily meninggalkan putranya. Jelas saja hal itu tak akan terjadi, karena Lily tak akan memenuhinya.
Ibu mana yang akan mau melepaskan dan berpisah dengan anaknya begitu saja? Tidak akan ada! Jikapun ada, kemungkinan sangatlah kecil.
"Ayah, jangan gegabah! Setidaknya jika kita masih tinggal di Fumio, mereka akan menjamin kehidupan kita. Kita tak perlu lagi memikirkan tempat tinggal ataupun segala sesuatu. Pikirkan itu juga, Ayah ..." paman Lily kini mulai mengeluarkan pendapatnya.
"Apa yang kamu katakan memang benar, tapi aku tak tega melihat keponakanku menderita seperti ini!" sahut sang bibi.
"Benar, Sayang. Tapi pikirkan dengan baik dan jangan gunakan emosi dan perasaanmu. Jika kita meninggalkan Fumio maka kita harus mencari tempat tinggal lagi, ingatlah ... kita sama sekali sudah tidak memiliki tempat tinggal. Rumah kita di desa sudah hancur dan rusak oleh klan Sparta saat itu." sang paman kembali meyakinkan istrinya.
Sedangkan Hiroki Feng masih terdiam berusaha untuk berpikir dengan tenang dan baik. Dia hanya tidak tega disaat Lily diperlakukan seperti ini oleh keluarga kekaisaran Fumio, meskipun sebenarnya Hiroki Feng begitu memahami situasi Zhou saat ini. Karena saat itu Hiroki Feng-lah orang pertama yang Zhou temui setelah Zhou mengambil sebuah keputusan besar.
Flash back on ...
"Kakek, aku berjanji. Jika hanya Lily yang aku cintai. Meskipun aku menerima keputusan dari ayahanda, namun ini hanyalah untuk menyatukan kekaisaran Fumio dan kekaisaran Itsuki. Karena sebenarnya janji perjodohan ini sudah terjadi sejak lama. Dan sebenarnya sejak aku sendiri belum mengenal Nouhime. Pertemuanku bersama Nouhime dan perasaan kami di masa lalu hanyalah sebuah kebetulan semata dan untuk memperkuat semua itu. Kakek ... maafkan aku ... bukan aku tidak memegang ucapan dan janjiku, tapi aku juga harus menjaga janji ayahanda. Pernikahan ini harus tetap ada ..."
Ucap Zhou parau dan tak berdaya disaat itu.
"Takdir pernikahan harus tetap dijalankan, maka jalankanlah! Penuhimu janjimu kepada ayahanda dan leluhurmu! Lily adalah wanita kuat dan baik, dia pasti akan melalui semua ini dengan baik. Meskipun kamu sudah melukainya, tapi aku sangat yakin, dia akan selalu memaafkanmu. Dia akan selalu berbuat baik padamu. Dia tak akan pernah membencimu."
Ucap Hiroki Feng disaat itu terdengar begitu tegar, namun sebenarnya dia juga merasa sesak karena mengungat cucunya yang mendapatkan semua takdir ini. Namun Hiroki Feng juga tak memiliki pilihan lain lagi kecuali melepaskan Zhou dan memberikan ijin untuknya menikahi Nouhime.
Flash back off ...
Setelah sang paman dan bibi terus berdebat, kini mereka kembali terdiam setelah mendengar satu ucapan dari Lily.
"Kita akan tetap tinggal disini!" ucap Lily lirih, namun terdengar tegas meskipun suaranya bergetar karena menahan sesak di hatinya.
...⚜⚜⚜...