
Nouhime masih saja terdiam menunduk tak berdaya. Wajahnya yang pucat kini sudah beruraian dengan lelehan air mata hangat. Dia masih saja sedih dan gelisah karena mengingat Saika maupun Kenshin yang entah sedang bersama dengan siapa saat ini.
Ibu mana yang tidak akan merasa terpukul saat berada di posisi seperti Nouhime saat ini. Prajurit khusus tentu saja akan dikerahkan untuk selalu menjaga Kenshin, lalu bagaimana dengan Saika? Putri kecil yang tak berdosa itu kini hanya berada dalam perlindungan kecil.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Nouhime saat ini. Dia hanya bisa menangis dan menangis tanpa bisa berkata-kata. Rasa sesak dan sakit membuatnya membisu dalam isak tangisnya. Ditambah tak ada satupun yang bisa berbagi hal ini dengannya.
"Permaisuri Nouhime ..." ucap Yaoyao lirih dan khawatir karena Nouhime tak juga berhenti menangis hingga cukup lama.
Nouhime perlahan mengangkat tangan kirinya ke atas sejajar dengan bahunya, untuk mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja.
Yaoyao memberanikan diri untuk meraih jemari itu Nouhime, namun sepertinya emosi Nouhime sudah begitu meluap-meluap dan dia benar membutuhkan sandaran.
Dia menggenggam erat jemari Yaoyao dan semakin terisak, "Saika ... Kenshin ... maaf ... hiks ... semoga Dewa selalu melindungi kalian berdua." ucapnya lirih dalam isak tangisnya.
Saking lirihnya, semua itu hanya terdengar seperti sebuah isak tamgis saja. Yaoyao tak bisa mendengarnya dengan jelas. Tak tega melihat keadaan Nouhime yang sangat rapuh, Yaoyao memberanikan diri untuk meraihnya. Dan disaat itulah Nouhime juga melemparkan dirinya pada tubuh Yaoyao. Memejamkan sepasang matanya dan semakin meluapkan kesedihannya saat ini.
Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah karena permaisuri Nouhime yang mengingat putranya? Tapi saat ini tidak mungkin untuk bergerak sendirian menuju kekaisaran Fumio. Ini akan sangat berbahaya.
Batin Yaoyao berpikir keras.
...⚜⚜⚜...
Sementara itu di istana Nobuhide. Beberapa prajurit dan komandan juga terlihat siaga untuk berjaga. Bahkan beberapa murid akademi yang berbakat dan genius juga ikut berada dalam tugas ini, termasuk Nagamasa. Mereka berjaga di sekitar istana.
Namun tiba-tiba saja langit menjadi gelap dan halilintar saling bersahutan. Namun hujan tidak kunjung turun. Lalu tiba-tiba mulai terdengar sebuah kicauan panjang di angkasa yang membuat bulu kuduk merinding. Semua orang menengadahkan wajah untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.
Terlihat seekor burung tengu yang memiliki ukuran yang cukup besar. Lalu mulai terlihat ratusan atau munkin ribuan burung tengu mulai berdatangan dan semakin mendekat.
Makhluk angkasa yang cukup misterius ini, dianggap sebagai perwujudan iblis. Wujudnya memiliki tubuh separuh burung dan separuh manusia. Dan mungkin saja semua burung tengu ini adalah Zeus yang mengirimnya untuk penyerangan awal terhadap kekaisaran Nobuhide.
Selama ini burung tengu juga dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka memiliki kekuatan supranatural seperti dapat berubah bentuk menjadi manusia atau hewan, dapat berbicara kepada manusia tanpa membuka mulut dan mampu pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat menggunakan sayapnya.
Beberapa burung tengu itu sudah ada yang mulai terbang rendah. Dan hampir semua dari burung tengu mulai melakukan penyerangan. Menghempaskan dan menyemburkan api neraka yang sama persis dengan yang dimiliki oleh Zeus.
"Serang semua moster tengu ini dan jangan biarkan mereka sampai memasuki istana!! Pasukan pemanah dan tombak!! SERANG!!" komandan mulai memberikan perintah untuk memulai penyerangan, terutama untuk prajurit pemanah dan tombak.
SWOSHHH ...
TRANG ...
JLEBB ...
Ribuan anak panah dan ratusan tombak mulai dilepaskan oleh para prajurit petarung jarak jauh. Beberapa serangan ada yang saling bertemu dengan seranga segrombolan burung tengu itu. Namun ada beberapa serangan yang berhasil melukai goblin bersayap itu, meskipun tak memberikan damage apapun. Ya! Monster tengu itu cukup kebal dan seperti iblis!
Namun monster tengu itu memiliki jumlah sangat banyak. Sehingga tak akan mudah dikalahkan oleh para prajurit. Terlebih mereka sama sekali tak bisa terluka. Ini sungguh sangat merepotkan dan menyusahkan semua prajurit.
Nagamasa menatap ribuan monster tengu yang masih terbang di udara itu. Lalu dia mulai mengaliri anak panahnya dengan energi spiritual miliknya. Anak panak miliknya seketika bersinar memancarkan aura kebiruan.
Nagamasa mengarahkannya ke udara dan memfokuskan bidikan targetnya. Lalu dia mulai melepaskan sebuah anak panah yang seketika ter-kloning menjadi ratusan anak panah saat di udara. Serangannya mengenai ratusan monster tengu itu dan membuat tubuh dengan bentuk anehnya itu melebur di udara.
Pangeran Toshie yang berada tak jauh dari Nagamasa menyaksikan semua itu, dan dia segera menyerukan untuk semua prajurit untuk penyerangan selanjutnya.
"Gunakan energi spiritual kalian untuk tombak dan anak panah kalian! Serang tepat pada bagian lehernya!" seru pangeran Toshie yang juga sudah bersiap mengalirkan energi spiritualnya pada anak panahnya.
Semua prajurit mengikuti perintah dari pangeran Toshie. Cara itu cukup berguna dan bisa mengurangi jumlah dari moster tengu itu. Namun karena saking banyaknya jumlah mereka, maka hal ini tak akan bisa diselesaikan dengan cepat.
...⚜⚜⚜...
Sementara di belahan bumi lainnya, Zhou terlihat sedang bersama Igurukingu terbang membumbung tinggi dan cepat untuk mencapai wilayah Selatan, yaitu tebing laut berhantu Benzaiten. Dia ditemani oleh 2 orang prajurit.
Terlihat sebuah tebing tinggi yang menghimpit sebuah perairan yamg berasal dari lautan. Hawa dingin dan kelam menyelimuti sekitar tebing laut berhantu Benzaiten.
Menurut sebuah kisah cerita sejarah yang ada, tebing laut hantu ini pada mulanya terbentuk kira-kira satu juta tahun yang lalu. Yaitu saat aktivitas gunung berapi yang kemudian terkikis oleh lautan. Tebing yang tingginya mencapai 50 meter ini terdiri dari beberapa bebatuan bergerigi dan membentang sepanjang 5 kilometer sepanjang garis pantai ini.
Tebing cukup terkenal dengan legenda-legenda mitos, bunuh diri dan juga kutukan-kutukan menyeramkan. Maka tak heran jika aura di tebing laut berhantu Benzaiten ini cukup kelam dan dipenuhi dengan kekuatan spiritual yang bergejolak.
Dendam dan pembalasan karena telah dibunuh, cukup banyak hantu dan siluman yang menghantui tebing ini. Bahkan dendam itu sering menyebabkan badai dan ombak yang besar yang mengikis bebatuan.
Namun pada akhirnya sang Benzaiten-lah yang menguasai tempat ini sepenuhnya karena kekuatannya yang sangat luar biasa tentunya. Dan kekuatannya sudah diakuai oleh alam manusia maupun alam roh. Sangat kuat!
"Igurukingu! Kita turun! Aku melihat sebuah goa di bawah! Aku akan masuk dan memeriksanya!" titah Zhou dengan sepasang mata yang menatap lurus ke bawah, menatap sebuah goa dengan pintu masuk yang sebenarnya terlihat samar-samar, karena tertutup oleh sebuah air terjun. Namun Zhou bisa melihatnya dengan sangat baik.
"Baik, Pangeran Hadess ..." jawab Igurukingu dengan patuh. Suaranya mengudara namun masih terdengar sangat jelas dan keras.