
Zhou dan para prajurit kembali melanjutkan perjalanan. Namun mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu malam ini di sebuah pedesaan kecil yang masih berada tak terlalu jauh dari lembah persik emas.
Seorang warga berbaik hati dan mau memberikan tempat untuk mereka beristirahat. Mereka beristirahat dan beberapa dari mereka juga mendapatkan perawatan dan pengobatan oleh tabib istana yang juga ikut bersama dengan mereka maupun tabib desa tersebut.
Karena beberapa prajurit juga mengalami luka-luka yang disebabkan oleh serangan para singa api itu.
Malam ini Zhou memutuskan untuk beristirahat, mengistirahatkan otak dan tubuhnya sejenak setelah menikmati beberapa jamuan sederhana dari warga desa tersebut.
Namun terlihat 2 prajurit yang sedang berbincang di sebuah ruangan sambil menikmati arak yang juga disajikan oleh sang pemilik rumah.
"Aku rasa panglima Zhou bukanlah sembarang orang! Dia bisa menakhlukkan Igurukingu, dia juga bisa membuat Seiryu mengakui dirinya. Dan Suzaku juga dengan mudah menampakkan dirinya hingga semua buku yang sedang kita cari bisa didapatkan dengan mudah oleh panglima Zhou." gumam salah satu dari mereka sambil meneguk araknya dengan menggunakan gelas kecil.
"Kau benar! Aku juga sudah lama merasakan hal seperti itu. Panglima Zhou bahkan sangat berbakat. Saat itu bahkan kaisar Yoshinao Nobuhide yang memerintahkan prajurit untuk menjemput panglima Zhou di desa. Dia bahkan tak terlalu lama saat menjadi seorang prajurit biasa, karena setelah itu kaisar Yoshinao Nobuhide mengangkatnya menjadi panglima perang setelah panglima perang sebelumnya gugur dalam sebuah perang." sahut prajurit lainnya lagi.
"Bakat yang dimilikinya memang sangat luar biasa! Pantas saja kaisar Yoshinao sangat menyukainya. Saat kompetisi istana diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran sang kaisar, panglima Zhou memang sudah sangat menonjol."
BRAKK ...
Perbincangan mereka berdua tiba-tiba terhenti ketika seseorang meletakkan gelasnya di atas meja dengan keras.
"Sebaiknya kalian segera beristirahat! Besok setelah fajar kita akan segera kembali melakukan perjalanan! Kalian harus tetap menjaga stamina dengan baik!" tandas seorang pemuda dengan tegas.
"Se-senior Yaoyao ... ba-baik. Kami mengerti." ucap kedua prajurit itu tergagap dan segera memutuskan untuk menyudahi meminum arak lalu bergegas untuk pergi beristirahat.
Yaoyao memandangi kepergian mereka dan segera memutuskan untuk segera beristirahat. Namun rupanya dia juga dia masih memikirkan semua yang dirasakan mengganjal tentang Zhou.
Bagaimana jika dia adalah benar pangeran Hadess? Sebenarnya tidak masalah dia adalah panglima Zhou atau pangeran Hadess. Asalkan dia masih berada di kubu yang sama, seharusnya semua tidak akan membahayakan Nobuhide. Namun yang aku khawatirkan adalah, apakah dia bisa menghadapi kaisar Zeus yang merupakan saudaranya sendiri? Bagaimana jika panglima Zhou berkhianat terhadap Nobuhide dan malah berada di pihak kaisar Zeus? Jika memang seperti itu, dunia akan benar-benar hancur. Karena buku kehidupan serta buku pusaka dan seluruh kekuatan ada padanya. Ataukah ... aku harus mengambil alih buku-buku itu? Tapi ... bagaimana caranya?
Batin Yaoyao mulai resah, hingga pada akhirnya dia meninggalkan kamarnya lagi untuk menuju ke kamar Zhou.
Dia melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan para prajurit lain yang sedang beristirahat saat ini di atas tikar yang dia lalui.
KRIETT ...
Pintu kayu yang sudah berusia cukup tua itu berderit pelan saat Yaoyao membuka kamar Zhou. Terlihat Zhou sudah terbaring di atas dipan kayu sederhana itu. Wajahnya terlihat begitu tenang dan meneduhkan bagi siapa saja yang memandangnya.
Yaoyao mulai terlihat ragu untuk melakukan apa yang telah dipikirkan sebelumnya. Keraguan dan kecurigaan terhadap Zhou perlahan mulai memudar karena menatap wajah yang tenang dan meneduhkan itu.
Panglima Zhou tidak mungkin berkhianat! Dia bahkan selalu melindungi dan berkorban banyak untuk Nobuhide. Benar! Dia tidak akan mungkin berkhianat! Namun jika sampai dia berkhianat, maka akulah orang pertama yang akan menghukumnya dengan tombak naga api milikku! Seberapa besar pengabdianmu selama ini, namun aku akan selalu melindungi kekaisaran Nobuhide dengan mempertaruhkan nyawaku!
Batin Yaoyao memutuskan untuk mundur lalu meninggalkan kamar Zhou, lalu menutup pintu itu dengan rapat.
Aku tidak akan pernah mengkhianati Nobuhide, Yaoyao. Aku akan melakukan tugasku sebagai panglima perang dengan baik. Baru setelah itu, mungkin aku akan meninggalkan kalian semua.
Batinnya seakan bisa membaca pikiran Yaoyao sebelumnya.
...⚜⚜⚜...
Keesokan harinya, Zhou dan para prajurit mulai berpamitan untuk meninggalkan tempat itu. Mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Hingga setelah mereka berada jauh dari pemukiman warga, Zhou mulai memanggil Igurukingu dengan menggunakan serulingnya seperti biasanya.
Para prajurit sudah lebih terbiasa akan semua hal ini. Dan mereka juga mulai menikmati saat terbang bersama Igurukingu. Menikmati keindahan panorama yang mereka lalui. Awan putih yang seakan menjadi sangat dekat, keindahan lautan dan tumbuhan di bawah yang terlihat seperti sebuah lukisan yang berseni.
Bahkan kali ini mereka merasa kurang puas untuk menikmati semua itu, karena hanya dalam sekejap saja mereka telah tiba di di wilayah Nobuhide.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga istana Nobuhide. Mereka merasa senang karena Zhou dan prajurit lainnya akhirnya bisa segera kembali setelah sebulan lebih meninggalkan istana.
Beberapa prajurit membawa beberapa peti dan mengangkatnya ke ruangan medis istana, karena mereka semua mengetahui jika Zhou meninggalkan istana untuk mencari tanaman obat.
Semua prajurit segera kembali untuk menemui keluarganya masing-masing. Kecuali Zhou dan Yaoyao yang harus menemui kaisar Yoshinao Nobuhide dan pangeran Toshie di aula utama.
Hal ini membuat Luoyi yang sejak awal melihat kemainya mereka ke istana, kini menjadi semakin curiga. Namun disaat Luoyi berusaha untuk membuntuti mereka, dia ditahan oleh beberapa prajurit istana tepat di depan aula utama istana.
"Maaf, kamu tidak boleh masuk Luoyi! Kaisar sedang ingin membicarakan seauatu dengan panglima Zhou!" tandas prajurit itu memperingatkan Luoyi.
Luoyi mengeraskan rahangnya dan menatap prajurit itu kesal, lalu meninggalkan tempat itu.
...⚜⚜⚜...
Bonus visual Yaoyao dan sedikit kisah dari Yaoyao.
Yaoyao ditemukan oleh daimyo Nobunaga setelah perang yang terjadi antara klan musuh dan klan Nobuhide. Yaoyao kehilangan seluruh keluarganya karena pembantaian yang terjadi di desanya, yang masih berada dalam klan Nobuhide. Saat itu dia masih berusia 15 tahun. Dan peninggalan terakhir dari ayahnya adalah sebuah senjata tombak naga api.
Daimyo Nobunaga membawa Yaoyao remaja ke istana bersama dirinya dan prajurit. Hingga akhirnya kaisar Yoshinao Nobuhide mengijinkan Yaoyao untuk menampung Yaoyao di istana dan melatih serta menjadikannya sebagai seorang prajurit.
Terlebih, Yaoyao juga cukup mahir dan berbakat dalam silat dan bela diri, meskipun usianya saat itu msih cukup muda. Dan dia juga termasuk genius.
Seiring berjalannya waktu kemampuannya semakin meningkat, hingga dia melampaui beberapa prajurit lainnya dan dia menjadi senior prajurit sejak dia berusia 20 tahun.