
Zhou meninggalkan rumahnya yang sudah rusak karena perbuatan dari Arslan. Namun dia berpapasan dengan Yaoyao.
"Yaoyao, di dalam rumah ini ada istri, kakek dan juga putraku. Tolong kamu jaga dan lindungi mereka. Karena ada sesuatu yang harus aku lakukan saat ini!" tandas Zhou memberikan titahnya untuk Yaoyao.
"Baik, Panglima Zhou. Dipahami!" sahut Yaoyao dengan patuh.
Zhou berjalan cepat melewati puluhan mayat yang tergeletak di masing-masing sisinya. Setelah menemukan tempat yang dia kira aman dan luas, Zhou mulai mengambil sesutu dari balik pakaian zirahnya.
Benda itu menyerupai sebuah bambu kecil yang memiliki beberapa lubang. Benda itu adalah sebuah seruling yang Zhou buat sendiri beberapa saat setelah ingatannya kembali pulih. Dan dengan seruling itulah dia akan memanggil Igurukingu, dan tentunya dengan sebuah melodi khusus.
Zhou memejamkan sepasang matanya dan mulai memainkan sebuah melodi yang membuat semua yang mendengarnya menjadi tenang dan damai.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, burung elang yang gagah perkasa itu sudah terlihat terbang membumbung tinggi dari kejauhan lalu terbang rendah mendatangi Zhou.
KKEEKKKK ...
Zhou membuka sepasang matanya dan di hadapannya sudah ada seekor burung elang raksasa yang gagah perkasa dengan bulu hitam keemasan itu.
"Aku Igurukingu, menghadap Yang Mulia pangeran Hadess." ucap elang itu dengan menundukkan kepalanya serta tubuhnya di hadapan Zhou.
Sedangkan Zhou hanya berukuran begitu kecil di hadapan elang itu.
"Antarkan aku untuk mengejar dan menemukan Arslan! Dimanapun dia berada, kamu pasti mengetahuinya bukan, Igurukingu?" tanya Zhou masih berdiri dengan gagah dan mendongak menatap Igurukingu.
"Baik, Yang Mulia Pangeran Hadess. Silakan naik dan berpeganganlah yang erat." ucap elang raksasa itu lebih menundukkan tubuhnya agar Zhou lebih mudah untuk naik ke atas tubuhnya.
"Huupp ..."
Zhou segera melompat tinggi dan seketika sudah berada di atas tubuh Igurukingu.
Elang itu segera terbang kembali dan membumbung tinggi ke angkasa. Dia terbang dan melesat dengan sangat cepat berada di atas lautan luas. Sebuah portal dan cahaya aneh mulai terlihat di hadapan mereka, namun Igurukingu terus terbang ke arahnya dan melalui portal itu begitu saja.
Dan hanya dalam beberapa saat saja dia sudah membawa Zhou memasuki sebuah istana yang sebenarnya terletak cukup jauh dari jangkauan mata memandang. Karena menyeberangi lautan untuk mencapainya. Bahkan sebenarnya istana ini tak terlihat oleh orang biasa, karena istana ini sudah dilindungi oleh Arslan.
Meskipun istana itu terlihat begitu megah, mewah dan luas, namun sebenarnya aura di sekitarnya sungguh sangat kelam dan mencekam serta dipenuhi dengan kabut hitam pekat yang sangat identik dengan Arslan.
Awan di langit begitu gelap dan mendung, langit di tempat ini berselimutkan dengan kabut asap yag membuat tempat ini menjadi gelap gulita.
Arslan, atau dikenal dengan Black Demon, sebenarnya bukanlah pembunuh bayaran biasa. Namun dia melakukan semua itu karena kesukaannya saat menyiksa makhluk, dan bukan karena uang. Bisa dikatakan dia adalah seorang psiko semenjak kehilangan kedua orang tuanya.
Yeap, sebenarnya Arslan adalah seorang pangeran yang memang menguasai wilayah Sparta, pewaris tunggal dari kekaisarannya. Dan kedua orang tuanya sudah meninggal di depan matanya karena sebuah pembantaian disaat Arslan masih kecil.
Namun dia diselamatkam oleh pamannya saat itu. Semua itu terekam oleh ingatannya dan membuatnya membenci semua orang. Dia mulai mengalami kelainan dan suka menyiksa hewan maupun manusia.
Zhou memicingkan sepasang matanya menatap ke arah bawah dan mengamatinya dengan seksama.
"Apakah ini adalah istana klan Sparta? Aku tidak pernah menyangka jika dia memiliki sebuah istana yang begitu tersembunyi seperti ini. Bahkan tidak semua orang akan bisa mencapai tempat ini, karena terhalang ilusi yang diciptakan olehnya." guman Zhou masih mengawasi dari atas.
"Benar sekali, Pangeran Hadess. Istana ini sudah memasuki portal yang berbeda. Dan tidak akan mudah ditembus oleh seseorang. Hanya orang-orang terpilih yang akan bisa melewati portal itu." jawab Igurukingu dengan nada rendah.
"Baiklah. Sedikit menurunlah, Igurukingu! Aku harus segera menemukan dan melenyapkan Arslan!"
"Baik, Pangeran Hadess. Kelemahan dia adalah cahaya. Dia akan sangat kuat di tengah kegelapan, namun dia akan menjadi lemah di tengah cahaya." ucap elang raksasa itu kembali.
"Baik, Igurukingu. Datanglah kembali sebelum matahari terbenam! Karena aku akan memastikan Arslan berakhir sebelum petang, agar dia tidak menjadi semakin kuat!"
"Baik, Pangeran Hadess."
"Hiiattthh ... hhuupp ..." Zhou melompat turun dan mendarat di sisi samping atas dari istana itu.
Dari situlah Zhou mulai menyelinap untuk mencari Arslan. Satu persatu anak buah Arslan mampu dibereskan oleh Zhou dengan begitu cepat dan tenang, tanpa membuat keributan dan tak menjadi menjadi pusat perhatian.
Hingga akhirnya Zhou mulai menemukan Arslan yang sedang memulihkan dirinya dengan duduk bersilang di atas sebuah awan hitam. Pada bagian bahu kirinya ada sebuah luka sayat yang cukup dalam. Dan sepertinya luka itu dia dapatkan beberapa saat yang lalu ketika dia sedang melawan Hiroki Feng.
Zhou sudah bersiap dengan katana Azzael shin guto miliknya. Namun kedatangannya rupanya sudah diketahui oleh Arslan, hingga Arslan membuka matanya kembali.
"Sugoi! Kamu bisa mengejarku dan bisa menemukanku di tempat ini! Siapa sebenarnya kamu?!" tanya Arslan merasa cukup penasaran damn mulai bangkit menuruni awan berwarna hitam pekat itu lalu berdiri di hadapan Zhou.
"Aku? Aku adalah orang yang akan selalu melindungi pedesaan Nobuhide!! Katakan padaku apa tujuanmu menyerang pedesaan itu?!" ucap Zhou berbalik bertanya dengan tegas, dengan tatapan tajamnya.
Arslan tertawa menggelegar dan merentangkan kedua tangannya, "Berani sekali kamu memerintahkan aku di istanaku sendiri?! Sampai kapanpun aku tak kan tunduk padamu!!"
Arslan mengeluarkan kekuatannya. Sebuah aura gelap kembali terpancar di sekeliling tubuhnya lagi dan perlahan membuat semua tempat di istana ini menjadi semakin gelap gulita. Bahkan semua lampu penerangan seketika padam.
Keberadaan Arslan menghilang begitu saja dan hanya menyisakan suara tawanya yang menggelegar seisi istana ini. Sementara Zhou masih terlihat tenang dan tetap mengawasi sekitarnya dengan pandangat yang sangat terbatas karena sangat gelap.
"Disini adalah wilayahku!! Jangan bersikap bodoh dan menantangku!! Sebaiknya bersujudlah padaku agar aku mengampunimu, Wahai pemuda!! Bwahahaha ..." suara Arslan kembali menggelegar.
Zhou tak menyautinya, dia memejamkan sepasang matanya dan mulai berkonsentrasi untuk melakukan sesuatu. Ucapan dari Igurukingu mulai diingatnya saat ini.
Kelemahan Black Demon adalah cahaya. Dia akan sangat kuat di tengah kegelapan, namun dia akan menjadi lemah di tengah cahaya.