The God of War

The God of War
Dewa Bintang Dan Kirasodo



Zhou masih dengan sabar menunggu Hiroki Feng untuk menyampaikan sesuatu. Hingga akhirnya Hiroki Feng mulai menyampaikan seauatu setelah menghembuskan nafas kasarnya ke udara.


"Apa kamu menyadari sesuatu sedang terjadi, Zhou? Mengenai fenomena alam yang terjadi kemarin sore?" tanya Hiroki Feng sembari menikmati semilir angin yang berhembus saat ini yang sangat menenangkan jiwa.


"Aku menyadarinya, Kakek. Aku menyadari jika ada sesuatu yang sedang terjadi dan mengancam bumi serta semua makhluk di bumi. Tapi aku tidak tau sebenarnya itu apa?" ucap Zhou tidak sepenuhnya berbohong, karena sebenarnya dia memang hanya mengetahui sedikit tentang pusaka Kirasodo.


Hiroki Feng menghela nafas selama beberapa saat, lalu mulai melepaskannya perlahan. Pria tua itu kembali menerawang jauh dan kembali mengingat-ingat sebuah kejadian sejarah yang sempat mengguncang seluruh dunia.


"Seribu tahun yang lalu, pemilik pusaka Kirasodo sebelumnya adalah seorang Dewa Bintang yang dikenal begitu bijak dan sangat dikagumi oleh hampir semua orang. Namun dia mendapatkan sebuah kutukan dari seorang siluman, karena sebuah kesalahan dan tak sengaja membunuh keluarga dari siluman itu." Hiroki Feng mulai bercerita.


"Sebuah kutukan?" tanya Zhou bergumam lirih.


"Benar sekali! Saat itu kamu bahkan belum terlahir di dunia ini, Zhou. Kejadian itu sudah sangat lama sekali." ucap Hiroki Feng masih menatap lurus ke arah danau itu.


"Dewa bintang berubah menjadi seorang iblis kuat dan abadi. Namun dia tak bisa lagi mengendalikan dirinya saat itu, karena kutukan itu. Tak ada lagi kebaikan pada dirinya. Semua berubah menjadi hasraat untuk membunuh dan haus akan pertumpahan darah. Dunia yang fana hancur karena perang besar saat melawan dirinya. Pertumpahan darah terjadi dan dia semakin membabi buta. Hingga akhirnya banyak manusia tak berdosa yang berguguran di masa itu." imbuh Hiroki Feng kembali menceritakan sejarah yang sudah terjadi cukup lama itu.


"Namun seorang pendeta wanita mencoba sebuah cara untuk menyelesaikan semua kekacauan itu. Karena dia memiliki tubuh abadi dan tak akan bisa mati. Pada akhirnya pendeta itu mengorbankan dirinya saat itu. Dia menggunakan kemampuan istemewanya, dan mengirimkan Dewa Bintang ke dunia lain melewati portal pada tangannya. Di saat itu pendeta wanita itu mengalami luka parah, karena Dewa Bintang yang terserap masuk melewati tangannya, memberikan penyerangan hingga membuat portal itu melebar dan semakin besar. Portal pada telapak tangan yang hanya bermula hanya beberapa senti saja, mulai melebar. Membuat pendeta wanita itu terluka cukup parah. Hingga akhirnya tubuh pendeta wanita itu ikut masuk tersedot ke dalam portal itu bersama Dewa Bintang. Namun sebelum semakin meninggalkan kehancuran di bumi, pendeta wanita itu sudah berhasil menuntup portal itu kembali, tepat saat tubuhnya sepenuhnya memasuki portal itu."


Ucap Hiroki Feng menceritakan kejadian itu dengan sangat detail. Dan ini sungguh cukup mengejutkan Zhou, karena sebelumnya sang ayah belum pernah menceritakan akan hal ini kepada dirinya.


"Dewa Bintang dan pendeta wanita itu terlempar bersama ke dunia lain melalui portal itu. Namun katana Kirasodo milik Dewa Bintang masih tertinggal di dunia ini. Dan tak ada seorangpun yang berani menyentuh atau menggunakannya. Karena pecahan jiwa Dewa Bintang masih tersisa bersamanya. Dan hal itu membuat katana Kirasodo menjadi sangat berbahaya. Dan akan membuat siapapun yang menggunakan dan membangkitkannya kembali, akan menjadi kuat dan tak terkalahkan. Namun hal itu juga memiliki sebuah kemungkinan terburuk, yaitu dia tak akan bisa lagi mengendalikan dirinya. Dengan kata lain pecahan iblis yang masih tersisa bersama pecahan jiwa Dewa Bintang, akan mengambil alih tubuh orang tersebut."


Ucap Hiroki Feng kembali mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan.


Jadi kini pusaka Kirasodo yang begitu legendaris milik dari Dewa Bintang telah bangkit kembali dan menyatu dengan Zeus? Ini sangat berbahaya! Dan hal ini akan sangat mengancam seluruh makhluk di bumi. Terlebih jika sampai iblis itu menguasai Zeus sepenuhnya.


Batin Zhou mulai mengerutkan keningnya dan membayangkan sebuah kejadian buruk akan terjadi.


"Pusaka Kirasodo adalah sebuah pusaka yang dibuat dengan artefak tingkat tinggi. Ditambah lagi pusaka itu diciptakan menggunakan jiwa dari Dewa Bintang dan kini menggunakan salah satu bagian tubuh pemilik barunya. Sebenarnya sangat mustahil untuk bisa melampaui ataupun mengalahkannya." ucap Hiro ki Feng masih menatap nanar lurus ke depan.


"Jadi itu artinya pusaka Kirasodo dan pemilik barunya tidak bisa dikalahkan, Kakek?" tanya Zhou menyimpulkan.


Mendengar pertanyaan dari Zhou, Hiroki Feng beralih menatapnya dengan wajah teduhnya.


"Zhou, meskipun pusaka Kirasodo sangat kuat dan abadi. Tapi tak menutup kemungkinan pusaka tersebut juga memiliki celah. Hanya saja untuk menemukan celah tersebut, ibarat mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Namun, seorang ksatria sejati dan seorang Dewa Perang sejati pasti akan bisa mengalahkannya."


Ucapan dari Hiroki Feng seakan menjadi sebuah teka-teki untuk Zhou. Zhou hanya terdiam dengan sepasang alis tegas yang berkerut saling berdekatan. Dia masih tidak memahami ucapan dari sang kakek.


"Akan ada saatnya untuk melawannya. Namun, pertumpahan darah itu pastinya tak akan bisa dihindari." ucap Hiroki Feng.


Zhou mengeraskan rahangnya. Dan hatinya mulai bergejolak saat ini. Ada sebuah rasa keraguan menyelimuti dirinya saat ini. Ada sebuah rasa khawatir jika mengingat ribuan prajurit Nobuhide beserta ratusan klan yang berada di bawah pimpinannya saat ini.


"Kakek, apakah aku harus berhenti sampai disini?! Apakah aku harus mengundurkan diri sebagai panglima perang? Aku ... tidak ingin membuat mereka semua dalam bahaya. Aku tidak ingin membuat mereka dalam masalah dan kehancuran. Biar bagaimanapun para prajurit Nobuhide tidak bersalah, aku tidak ingin mereka berguguran di medan perang." ucap Zhou merasa bersalah dan sangat khawatir.


Biar bagaimanapun urusannya bersama Zeus dan para anak buah Zeus adalah urusan pribadinya saja. Zhou tak akan tega dan tak ingin egois jika harus melibatkan mereka secara lebih lagi. Hal itu akan sangat berbahaya.


PUKKK ...


Hiroki Feng menepuk bahu lebar Zhou dan membuat Zhou tersadar dari lamunannya. Sebuah senyuman tipis mulai terukir menghiasi wajah yang sudah dipenuhi dengan beberapa guratan halus itu.


"Kali ini bukanlah lagi tentang urusan pribadimu lagi, Zhou. Melainkan sudah menyangkut perdamaian dunia. Semua yang kamu lakukan sampai di tahap ini sudah sangat benar. Mereka bukan ada di pihakmu karena urusan pribadimu saja, melainkan mereka hanya ingin mengabdikan diri untuk kekaisaran Nobuhide, untuk membantu menciptakan perdamaian dunia. Kamu tidak perlu merasa cemas dan tak perlu merasa bersalah. Jika kamu mundur dari posisimu saat ini, kekaisaran Nobuhide akan menjadi lemah dan rentan! Hanya kamu yang bisa melakukan semua ini, Zhou! Lakukan semua yang terbaik!"