The God of War

The God of War
Menemui Kaisar Langit



Pagi itu terlihat Zhou sudah bersiap untuk menemui kakeknya sang Kaisar Langit, namun sebenarnya ayahandanya terlihat kurang menyetujui akan hal ini.


"Hadess, jangan pergi putraku ... ini akan sangat berbahaya. Kaisar Langit sangat membenci ayahanda. Ayahanda khawatir dia dan orang-orangnya akan melukaimu, Putraku. Jangan pergi ..." ayahanda Zhou masih bersikeras menahan Zhou sebelum dia memutuskan untuk pergi ke alam langit.


"Aku sudah berjanji kepada ibunda untuk membawanya keluar dari Taman Langit Barat, Ayahanda. Aku akan membebaskan ibunda. Ibunda bahkan telah ditetapkan akan menerima hukuman itu dan sendirian terkurung disana selama 1000 tahun. Aku tak akan membiarkan itu terjadi! Aku akan pergi, Ayahanda!"


Ucap Zhou dengan penuh keyakinan dan segera mendekati Igurukingu yang telah dia panggil menggunakan serulingnya.


Ayahanda Zhou tak bisa lagi menghentikan Zhou. Jauh di dalam hatinya, tentu saja dia tak akan tega melihat istrinya menderita dan terkurung karena menerima hukukam selama ribuan tahun.


Namun dia juga tak kuasa untuk menentang kuasa dan hukum langit yang juga diputuskan oleh sang kakek.


Tepat sebelum Zhou menaiki Igurukingu, terlihat Lily yang berlarian mengejarnya, "Suami ..."


Zhou menghentikan langkah kakinya lalu berbalik. Terlihat Lily yang sudah berlarian kecil dan semakin mendekatinya. Raut wajahnya terlihat penuh kekhawatiran karena Zhou tak pernah menceritakan jika dirinya akan mengunjungi alam Langit.


Bahkan Zhou juga belum pernah menceritakan tentang ibundanya kepada Lily. Lily hanya mengetahui jika Zhou akan pergi ke alam Langit untuk sebuah kepentingan.


"Suami ..." ucap Lily menatap lekat Zhou masih diselimuti dengan kekhawatiran. "Berhati-hatilah dan segera kembalilah. Dan semoga perjalananmu juga lancar." imbuh Lily sedetikpun tak berpaling dan terus menatap lekat Zhou.


"Hhm. Aku akan segera kembali. Aku tidak akan tahan jika terlalu lama meninggalkan kalian." ucap Zhou dengan hangat. "Baiklah. Aku akan pergi. Jaga dirimu baik-baik ..."


Lily tersenyum hangat dan mengangguk pelan, "Hmm. Iya, Suami ..."


Zhou segera menaiki Igurukingu dan mereka mulai meninggalkan istana Fumio dengan terbang membumbung tinggi melewati awan putih di langit.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dengan kecepatan super cepat itu, akhirnya Zhou mulai memasuki wilayah kekaisaran Langit.


Igurukingu menurunkan Zhou di depan sebuah taman utama langit yang dipenuhi dengan awan, binatang spiritual langit, serta tanaman langit yang begitu indah. Konon taman utama langit ini yang akan menghubungkan dan mengantarkan seseorang untuk menuju ke istana langit, tempat ras Dewa Langit berada.



Zhou menyusuri sebuah jalanan kecil yang berada di tengah-tengah taman utama langit ini. Jalanan ini dipenuhi dengan awan putih serta kelap-kelip cahaya kekuningan di sekitarnya. Mereka adalah pecahan-pecahan jiwa dari ras langit yang menempati taman utama langit ini.


Sebuah kupu-kupu dengan sayap putih keemasan berkilauan terlihat terbang mendekati Zhou, Zhou menengadahkan tangan kirinya hingga membuat kupu-kupu indah itu hinggap di atas jemarinya.


Makhluk bersayap indah itu seakan memandu dan menemani Zhou untuk melewati jalan itu untuk sampai ke tujuannya. Hingga akhirnya setelah berjalan selama 30 menit, akhirnya Zhou mulai menghentikan langkah kakinya. Tatapannya menatap lurus ke depan dengan serius.


Di hadapannya terlihat sebuah istana yang begitu megah dan besar yang didominasi dengan warna putih dan berdiri di antara awan putih di langit.


"Istana langit?" gumam Zhou lirih.



Terlihat dua orang penjaga dengan pakaian zirah khas istana langit berwarna putih suci dan membawa masing-masing perisai dan pedang sedang berjaga di gerbang utama setinggi 10 meter itu. Gerbang itu terlihat tinggi dan kokoh.


Zhou melenggang mendekati kedua penjaga itu. Namun kedua penjaga itu segera menghadang Zhou dengan menutup jalan menggunakan pedang langitnya.


Tandas salah satu penjaga istana langit itu dengan sangat tegas.


"Aku adalah Hadess. Putra dari Dewi Amaterasu sang Dewi Matahari. Dan aku adalah cucu dari Dewa Kagutsuchi sang Kaisar Langit. Aku datang untuk menemui kaisar langit."


Ucao Zhou sembari mengeluarkan sebuah batu kristal spiritual langit berwarna kebiruan yang pernah diberikan sang ibunda ketika Zhou bertemu sang ibunda di Taman Langit Barat. Benda itu adalah sebuah benda langit yang hanya dimiliki oleh keluarga besar ras langit saja.



Sontak saja kedua pengawal itu segera merubah sikap mereka. Yang pada awalnya cukup dingin dan angkuh, kini mereka langsung tunduk dan segera memberikan penghormatan untuk Zhou.


"Maafkan kami, Dewa Perang Hadess. Kami sungguh sangat buruk karena tak mengenali Dewa. Ampunilah kami ..." ucap kedua penjaga gerbang langit itu bersujud di hadapan Zhou.


"Bangunlah!" titah Hadess sambil membantu kedua penjaga itu untuk berdiri kembali."Tolong antarkan aku untuk bertemu dengan kakekku!"


"Baik, Dewa Perang Hadess. Ikutlah bersama dengan hamba. Hamba akan mengantarkan Dewa Perang Hadess menemui Yang Mulia Kaisar Langit." ucap salah satu penjaga itu segera memandu Zhou untuk memasuki istana langit.


Ibunda, jangan khawatir. Aku akan segera menemui kakek dan memintanya untuk membebaskan ibunda. Kita ... akan kembali berkumpul bersama lagi.


Batin Zhou penuh harap.


Setelah melewati beberapa tempat indah di istana langit ini, akhirnya mereka telah sampai di depan pavilliun Asatsuyu. Dimana samg Kaisar Langit sedang menikmati embun pagi dan sinar mentari pertama di pagi hari, karema Zhou tiba di istana langit adalah jam 5.05 pagi hari.


Dan salah satu kebiasaan sang Kaisar Langit adalah menikmati embun pagi dan sinar mentari pertama di pagi hati.


"Silakan. Yang Mulia Kaisar Langit Kagutsuchi ada di dalam." ucap penjaga gerbang itu mengulurkan tangan kanannya mengarah pada pintu masuk pavilliun Asatsuyu.


"Hm. Kau boleh pergi. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kakek."


"Baik, Dewa Perang Hadess." ucap penjaga gerbang itu lalu pergi meninggalkan Zhou.


Zhou menatap sebuah jembatan indah yang berada seperti di atas awan putih itu, lalu melewatinya begitu saja. Hingga akhirnya dia mulai memasuki pavilliun Asatsuyu setelah melewati sebuah kolam air dengan air yang berkilauan dan memiliki harum yang khas.


Setelah berjalan beberapa saat di dalam pavilliun Asatsuyu, Zhou melihat seorang pria tua yang sedang berdiri membelakangi dirinya di teras pavillun Asatsuyu sambil menatap langit dan awan berwarna jingga di hadapannya, karena awan-awan itu saat ini mulai terkena sinar mentari pagi.


"Yang Mulia Kaisar Langit ... aku Hadess menghadap Dewa Kagutsuchi." ucap Zhou memberikan salam penuh hormat untuk pria tua dengan jubah kebanggaannya yang berwarna putih keemasan, serta menggunakan mahkota langit yang agung.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Bonus visual Lily setelah upacara pesta pernikahan dilangsungkan di istana Fumio.