
Seorang wanita cantik dengan jubah lapis sederhananya terlihat sedang terduduk di dalam kamarnya, tepatnya di depan meja riasnya. Dia menyisir dan merapikan rambut indahnya yang panjang dan berwarna hitam pekat.
"Tidak jadi pulang malam hari ini ya? Hhm ... seharusnya sudah sampai di istana senja tadi bukan?" gumam wanita cantik yang tak lain adalah Lily mulai terlihat cemberut.
Dia sedang menantikan kehadiran suaminya pulang kembali ke istana Nobuhide setelah melakukan tugasnya untuk memimpin penyerangan pada wilayah Mitzuhiro dan wilayah Genda.
Namun rupanya, hingga sampai larut malam, namun rupanya suami dan para prajurit Nobuhide lainnya belum kembali lagi. Sebenarnya bukan karena merasa kecewa karena suaminya belum pulang hingga sampai saat ini, melainkan lebih pada rasa khawatir jika suaminya mengalami sesuatu atau berada dalam bahaya
Padahal disaat-saat sebelumnya disaat mereka tinggal saling berjauhan, Lily akan tetap merasa tenang. Namun sangat berbeda dengan malam ini yang tiba-tiba menjadi sangat khawatir.
"Semoga suamiku baik-baik saja. Dewa, kumohon selalu lindungilah dia. Aku khawatir sekali malam ini kepadanya, karena tak ada berita yang pengirim pesan kirimkan untukku." gumamnya lirih dan masih menatap dirinya melalui pantulan sebuah cermin rias.
Setelah beberapa saat, akhirnya Lily memutuskan untuk segera tidur bersama dengan putra kecilnya yang sudah tertidur lelap.
...⚜⚜⚜...
Keesokan harinya Zhou terlihat sedang memanngang seekor rusa bersama beberapa prajurit lainnya. Mereka akan mengisi perut terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Fumio.
Nouhime dengan wajah yang penuh binar mulai menghampiri Zhou dan berniat untuk membantu Zhou memanggang. Dan tentu saja hal ini lagi-lagi membuat para prajurit Nobuhide bertanda tanya karena tiba-tiba saja Zhou dan Nouhime menjadi begitu dekat. Namun mereka hanya bisa terdiam dan tak berkata apapun.
"Selamat pagi, Panglima Zhou!" sapa Nouhime bersemangat dengan senyuman merekah dan sudah duduk di atas kayu besar yang sudah tumbang, tepat di sebelah Zhou.
"Hhm. Selamat pagi, Permaisuri Nouhime." jawab Zhou ramah seperti biasanya.
Mendengar panggilan seperti itu dari Zhou, membuat Nouhime cemberut sembari menatap daging rusa yang sedang dipanggang oleh Zhou di hadapannya. Dia menghela nafas kasarnya ke udara.
"Apa tidurmu nyenyak semalam?" tanya Nouhime setelah beberapa saat.
"Aku bermeditasi dan tidak tidur. Aku juga tidak boleh sedikitpun lengah karena kita sedang berada di alam terbuka." jawab Zhou seadanya. "Bagaimana dengan tidurmu?"
"Hhmm. Aku tidur dengan baik dan sangat nyenyak." jawab Nouhime penuh binar. "Zhou, apa kalian nanti juga menginap di istana Fumio? Menginaplah untuk beberapa waktu! Aku akan membuat kamu bisa bertemu dengan ayahandamu tanpa sepengetahuan Zeus." imbuh Nouhime sangat lirih.
"Tidak, Nouhime. Ini bukan waktu yang tepat. Masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan dulu. Jadi kami akan segera kembali setelah mengantarmu."
"Begitu ya ..." sahut Nouhime kembali cemberut, karena membayangkan berpisah kembali dengan Zhou membuatnya bersedih.
Semua hal itu akan selalu mengganggu hati Nouhime dan membuatnya hidup dalam penantian yang tidak berujung kembali. Sungguh pertemuannya kembali dengan Hadess telah membuatnya melupakan statusnya saat ini.
Sementara beberapa prajurit yang tengah menikmati rusa panggangnya di tempat yang agak jauh dari mereka berdua, tepatnya di dekat pinggiran sungai, mulai saling membicarakannya.
"Sejak kapan panglima Zhou bisa kenal sedekat itu dengan permaisuri Nouhime?" tanya salah satu prajurit sambil menikmati rusa panggangnya yang masih hangat.
"Mungkin sejak panglima Zhou telah menyelamatkan permaisuri Nouhime saat hampir terjatuh di jurang kemarin. Bisa dibayangkan, betapa takutnya permaisuri Nouhime saat itu bukan? Dia mendapatkan serangan mental dan fisik sekaligus. Dan disaat itulah panglima Zhou telah menyelamatkannya dari jurang itu. Itu hanya asumsiku saja sih." sahut prajurit lainnya lagi.
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa panglima Zhou bisa berteman baik dengan Igurukingu? Igurukingu adalah seperti monster, tidak akan dengan mudahnya setiap orang bisa menakhlukkannya." ucap prajurit lainnya lagi.
"Itu artinya panglima perang kita sangat hebat dan layak bukan? Kita seharusnya bangga jika seperti itu dong!" sahut prajurit lainnya lagi.
"Kau memang benar! Panglima Zhou memang sangat hebat dan berbakat! Oleh sebab itu dia sangat disukai oleh Sang Kaisar Yoshinao Nobuhide dan pangeran Toshie." sahut prajurit lainnya lagi.
Sementara itu Yaoyao, senior dari lara prajurit Nobuhide hanya terdiam mendengarkan perbincangan mereka semua, dia termenung memikirkan semua itu. Bahkan dia kembali teringat dengan apa yang tak sengaja dia lihat semalam, disaat Zhou dan Nouhime berada di pantai bersama.
Semua itu membuatnya bertanya-tanya tentang hubungan mereka berdua. Yaoyao menduga jika mereka berdua telah saling mengenal sejak lama. Sebenarnya sungguh pemandangan yang kurang pantas dan tidak wajar.
Namun sayangnya Yaoyao tidak bisa mendengarkan perbincangan mereka berdua, dia hanya bisa melihanya dari kejauhan saja.
Sebenarnya siapa panglima Zhou itu? Dan mengapa Igurukingu itu bisa tunduk dan patuh padanya? Lalu ... dia juga sangat dekat dengan permaisuri Nouhime. Mereka bahkan berpelukan. Apakah mereka saling mengenal sebelumnya? Ini sungguh tidak pantas, permaisuri Nouhime sudah menikah! Begitupula dengan panglima Zhou. Hubungan mereka juga seharusnya hanyalah sebatas atasan dan bawahan saja. Aku rasa, ada yang sedang mereka berdua sembunyikan saat ini. Aku harus selalu siaga! Aku khawatir jika panglima Zhou memiliki sebuah niat tidak baik untuk kekaisaran Nobuhide! Ahh ... tapi itu semua tidak mungkin! Dia sudah sangat berjasa terhadap kekaisaran Nobuhide! Apapun itu, kamu harus lebih siaga untuk menjaga kekaisaran Nobuhide, Yaoyao! Karena panglima Zhou sangat mencurigakan!
Batin Yaoyao termenung cukup lama karena pikirannya sedang berperang sendiri untuk saling melawan beberapa argumennta sendiri.
"Cihh!! Sungguh sangat tidak pantas!! Mengapa permaisuri Nouhime selalu ramah dan selalu bersikap baik dengan Zhou! Atau jangan-jangan mereka memiliki sebuah hubungan gelap!!" tiba-tiba saja Luoyi sudah datang dan bergabung bersama mereka.
"Jaga bicaramu, Luoyi! Panglima Zhou tidak akan seperti itu! Dia sangat mencintai istrinya dan sangat menyayangi keluarganya!" tandas salah satu prajurit membela Zhou.
"Mencintai apa? Jelas-jelas dia membiarkan permaisuri Nouhime memeluknya sangat erat ketika mereka berada di atas elang raksasa itu! Apa kalian semua buta? Hah?!" timpal Luoyi kesal, karena sebenarnya dia sudah menjadi semakin iri karena melihat Zhou bisa menguasai Igurukingu.
"Jaga bicaramu dan jaga batasan serta cara bersikapmu, Luoyi! Panglima Zhou adalah panglima perang kita! Bukan lagi teman berguru ataupun apapun itu!!" tandas Yaoyao tajam dna penuh dengan penekanan.
Ucapan dari Yaoyao sukses membuat Luoyi terdiam mengunci rapat mulutnya kembali, meskipun sebenarnya dia sangat kesal dan masih ingin memaki Zhou.