The God of War

The God of War
Serangan Para Bandit Di Perbatasan



Sementara itu, terlihat sebuah rombongan prajurit yang sedang mengawal sebuah kereta kencana mewah untuk melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang.


Di dalam kereta kencana itu, terlihat seorang putri yang sangat cantik jelita dengan parasnya yang seperti bidadari tak bersayap. Namun sangat terlihat pada wajah ayu itu sebuah raut wajah yang terlihat murung, seakan tak memiliki sebuah harapan lagi untuk tetap bertahan hidup di dunia fana ini.


Dan tiba-tiba saja kereta kencana itu terhenti mendadak dan cukup mengejutkan. Sebuah rombongan bandit terlihat sudah menghadang mereka ketika mereka baru saja meninggalkan perbatasan ibu kota Fumio.


Para bandit itu sudah berdiri penuh percaya diri dengan membawa senjatanya masing-masing. Sementara para prajurit itu juga sudah bersiap mengangkat pedang dan tombaknya.


"Serahkan semua harta kalian dan kami tak akan menyakiti kalian!!" ucap salah satu bandit bertubuh tambun dengan seringai menyebalkan.


"Dan serahkan wanita cantik yang ada di dalam kereta kencana itu!!" imbuhnya lagi yang sesekali melihat ke arah kereta kencana.


"Tidak akan! Kami akan selalu melindungi putri kami meskipun kami harus mempertaruhkan nyawa kami!!" tandas seorang prajurit dengan penuh keyakinan.


"Cihh! Percaya diri sekali!! Lalat-lalat seperti kalian mana bisa menghadapi kami? Apa kalian tak tau siapa kami? Kami adalah kelompok Naga Hitam yang terkenal dan diakui di kota ini? Tak ada yang berani untuk menentang kami, atau dia akan habis di tangan kami secara mengenaskan!!" tandas si pria tambun dengan angkuhnya.


"Kami lebih baik mati daripada berkhinat dan tak bisa menjaga putri Nouhime dengan baik!!" tandas pemimpin prajurit yang tak lain adalah prajurit Fumio yang sedang melakukan pengawalan untuk menuju kekaisaran Itsuki.


"Apa? Putri Nouhime? Maksudmu adalah yang sedang berada di dalam kereta kencana itu adalah putri Nouhime yang sangat terkenal akan kecantikannya itu? Wah ... beruntungnya aku bisa menemukan kesempatan bagus seperti ini." sang pemimpin bandit yang memiliki rambut gondrong kini mulai menyeringai menyeramkan setelah mendengar nama Nouhime.


"Benar-benar tidak boleh melewatkan kesempatan emas ini! Ayoo semuanya serang dan dapatkan putri Nouhime untukku! SERANG!!" seru sang pemimpin bandit menginstruki anak buahnya.


Puluhan bandit dengan lambang naga hitam pada masing-masing lengan mereka itu, kini mulai menyerang prajurit yang sedang mengawal Nouhime.


Pertumpahan darah kembali terjadi, karena para prajurit tak ingin melakukan kesalahan yang sama kembali seperti waktu itu yang malah berada di pihak Zeus. Dan kini Zhou dan ayahanda Zhou sudah memberikan kepercayaan sepenuhnya pada para prajurit itu lagi dan akan menerima mereka kembali.


Tentu saja kali ini mereka tak akan membuat kesalahan yang sama lagi. Dan mereka akan benar-benar akan menjaga Nouhime hingga sampai titik darah penghabisan.


Pedang, tombak, anak panah semuanya saling beradu dan menimbulkan dentingan-dentingan nyaring di tanah pertempuran ini. Satu persatu dari mereka juga mulai berguguran.


Meskipun prajurit-prajurit utusan Zhou memiliki basis tingkatan ilmu bela diri dan kekuatan supranatural yang baik, namun klan Naga Hitam juga tak bisa dianggap remeh.


Bahkan ada sebuah kabar jika sebenarnya mereka pernah memiliki sebuah ikatan gelap dengan klan Sparta di masa lalu. Sudah bisa dipastikan jika mereka juga kuat, meskipun tak sehebat klan Sparta.


Satu per satu prajurit Fumio berhasil dikalahkan oleh klan Naga Hitam dan bandit yang tersisa segera mengambil kendali kereta kencana itu.


Pada awalnya Nouhime sudah berusaha untuk melarikan diri, namun salah satu dari mereka memergokinya dan kembali membawanya bersama dengan mereka. Bahkan kini mereka sudah mengambil alih kereta kencana dan akan akan segera menuju ke markas mereka yang berada di kota Ichigo ini.


Daripada aku mengikuti keinginan mereka, lebih baik aku mengakhiri semua ini dengan cepat. Hidupku sudah tidak berarti lagi setelah putri Saika dan pangeran Kenshin meninggalkanku. Aku lebih baik mengakhiri semua ini ... aku tidak mau membuat nama kekaisaran Itsuki maupun kekaisaran Fumio menjadi buruk karena kabar yang tersebar nanti. Aku ... lebih baik mengakhirinya sekarang juga!!


Batin Nouhime mulai meraih tusuk kondenya yang memiliki ujung yang cukup runcing dan tajam. Dan dia menggenggamnya dengan erat lalu mulai mendekatkan pada pergelangan tangan kirinya.


Sementara itu ...


Seorang pemuda gagah berpakaian zirah dan diikuti oleh beberapa prajurit terlihat berada si sekitar kota Echigo. Mereka terlihat baru saja keluar dari sebuah tempat makan di wilayah sini.


Dan wajah mereka terlihat seperti bukan penduduk di kota ini. Atau mungkin mereka memang sedang menjalankan sebuah misi dan tugas di kota ini.


Namun tiba-tiba saja pandangan pemuda itu mulai menatap pada satu titik yang dianggapnya cukup aneh. Sebuah bendera yang masih tersisa dan merupakan bendera lambang dari kekaisaran Fumio masih tertancap pada sebuah kereta kencana bagian samping.


Sedangkan yang menjadi kusir dan para prajurit yang mengawalnya adalah sekelompok orang dengan penampilan seperti para bandid sangar dan berwajah garang.


Beberapa orang di sebelahnya juga terdengar saling berbisik membicarakan para bandit itu.


"Mereka sudah kembali lagi. Dan kali ini sepertinya mereka malah mendapatkan rampokan dari sebuah kekaisaran atau keluarga bangsawan. Lihatlah kereta kencana yang dibawa para bandit Naga Hitam itu! Sangat mewah dan berkelas." bisik seorang pria dewasa yang berada tak jauh dari pemuda berpakaian zirah yang selalu membawa tombak berwarna jingga dengan ukiran naga itu.


"Benar, mengapa mereka tidak ditangkap dan dibinasakan saja? Sungguh sangat meresahkan saja!" timpal yang lainnya lagi.


"Semoga tidak banyal menjatuhkan korban."


Semua percakapan itu tak sengaja terdengar oleh pemuda berpakaian zirah yang sejak awal sudah mencurigai para bandit itu. Hingga akhirnya dia mulai memutuskan untuk tak diam saja.


"Ada apa senior Yaoyao? Apakah ada sesuatu?" tanya salah satu prajurit itu saat menyadari pemuda itu sudah menghentikan perjalanannya dan hanya menatap pada segerombol bandit itu.


"Aku rasa ada yang tidak beres!" ucapnya masih dengan sepasang mata yang mengekori rombongan yang baru saja melaluinya itu.


"Tunggu sebentar! Aku ingin memastikan sesuatu." imbuh Yaoya lalu melesat begitu saja untuk menghadang rombongan para bandit itu.


Sekelompok bandit itu menatap tajam Yaoyao dan penuh ketidaksukaan.


"Hei, Pemuda!! Siapa kamu? Menyingkirlah dari jalan kami!" tandas salah satu bandit itu.


Bukannya menjawabnya, namun Yaoyao malah menarik tombak naga api miliknya dan tanpa banyak berkata-kata segera menyerang mereka dengan brutal.