
"Yaoyao, terima kasih!" ucap Daimyo Nobunaga merasa sangat lega karena ujung katana yang tentunya sangat tajam itu tidak benar-benar menembus mulutnya saat itu.
Yaoyao hanya mengangguk pelan dan segera mengayunkan tombak naga api miliknya ke sisi kanan, karena tiba-tiba saja seorang prajurit sedang berusaha untuk menyerangnya kembali.
JLEBB ...
Belum sempat prajurit itu melukai Yaoyao, namun dia sudah merasakan dasyatnya tombak naga api milik Yaoyao, dimana sekujur tubuhnya akan merasakan panas luar biasa seakan sedang terbakar di dalam sebuah api, setelah tertikam oleh tombak tersebut.
Beberapa prajurit Fumio kini mulai berdatangan kembali, hingga akhirnya Yaoyao dan Daimyo Nobunaga mulai siaga kembali dan saling berdiri membelakangi. Mereka kembali beradu pedang dan tombak.
Begitu pula dengan semua prajurit lainnya yang saat ini sedang berjuang di jalannya masing-masing dan rela untuk mempertaruhkan seluruh hidupnya. Bahkan mereka tak akan berpikir 2 kali untuk mengorbankan nyawa mereka.
Sementara Zeus hanya mengamati mereka dari kejauhan cukup lama. Hingga pada akhirnya dia mulai merasa bosan. Dan dia mulai melompat dari kudanya, berdiri dengan gagahnya dengan balutan baju perang hitamnya yang elegan.
Dia menatap ribuan manusia yang sedang berperang di hadapannya itu dan mulai mengulurkan tangan kanannya menengadah ke atas. Dia mengeluarkan api neraka berwarna kebiruan dari jemarinya.
Api kebiruan itu pada awalnya bergerumul berukuran kecil, namun lama kelamaan semakin membesar dan membesar. Bahkan kini bukan hanya tangannya saja yang memancarkan api kebiruan itu, melainkan seluruh tubuhnya juga. Aura yang terpancar begitu kuat dan menyesakkan dada. Mematikan!
Lalu Zeus mulai menghentakkan jemarinya ke depan dan seketika api neraka berwarna kebiruan itu mulai melesat kuat dan meluap-luap menyerang pada prajurit Nobuhide.
BOOMM ...
DUARR ...
Sebuah dentuman keras disertai dengan sebuah ledakan dasyat terdengar dan memporak-porandakan semua yang ada di medan perang ini disertai dengan angin kuat berkabut gelap karena berdebu.
Serangangan ini membuat tubuh para prajurit Nobuhide terhempas cukup jauh dan sangat kesakitan, hingga mereka memuntahkan beberapa teguk darah segar.
Bahkan sebagian dari prajurit yang sebenarnya sudah cukup terlatih dan kuat, namun tubuhnya menjadi kehilangan nyawa karena tak berdaya untuk menerima serangan api neraka Zeus yang begitu mematikan. Mereka tak bisa bertahan dan berakhir begitu saja.
"Uhukk ... uhuukk ..." Daimyo Nobunaga yang bisa menghindari serangan itu terbatuk-batuk karena debu di sekitarnya.
BOOMM ...
DUAARR ...
Serangan kedua Zeus semakin memporak-porandakan medan peperangan ini. Dan kali ini lebih banyak menjatuhkan prajurit Nobuhide.
Daimyo Nobunaga terserempet sedikit api kebiruan milik Zeus dan membuat lengan kirinya terluka hingga lengan pakaiannya juga terkoyak parah.
"Uhukk ... uhukk ..." pria yang sebenarnya sudah tidak muda lagi itu kini terbatuk-batuk dan memuntahkan beberapa teguk darah segar.
Namun pandangannya masih diedarkannya untuk mencari sosok Zeus diantara kabut gelap itu dengan pandangan memicing. Hingga akhirnya dia menemukan sosok Zeus yang paling bersinar karena aura api neraka kebiruan yang menyelimuti tubuhnya.
"Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan semakin banyak korban berjatuhan. Aku akan berusaha menyerangnya dengan pedang ini! Meskipun tidak sekuat pusaka kirasodo, setidaknya pedang ini adalah pedang tingkat tinggi karena terbuat dari artefak kelas atas! Dam ditempa oleh seoramg penempa legendaris, serta pernah memusnahkan kawanan siluman kadal bersayap yang pernah menyerang sebuah pedesaan saat itu. Aku ... tidak boleh menyerah!"
BRUGGHH ...
TRANG ...
Disaat kembali terjatuh, Daimyo Nobunaga masih bisa menghadapi puluhan prajurit itu dengan baik. Dia tidak pernah menyerah, hingga akhirnya dia berhasil semakin mendekati Zeus yang tengah asyik memainkan pusaka kirasodo miliknya untuk menyerang puluhan hingga ratusan prajurit Nobuhide dengan menyiksanya terlebih dahulu.
Tawa menggelegar dan seulas senyuman dengam aura kelam bener-benar terlihat sangat mengerikan.
"Aku tak akan berdiam diri dan membiarkan iblis ini semakin membuat kehancuran!" Daimyo Nobunaga semakin mencengkeram kuat katana miliknya.
Lalu dia mulai melesat cepat dan mengayunkan katana kebangganya yang sebenarnya sangat kuat dan selama ini juga sudah selalu menemani setiap perjuangan dan pengabdiannya untuk mewujudkan kedamaian di dunia ini.
Namun naas, mungkin saat inilah semua perjuangan dan pengabdiannya harus berakhir. Disaat katana Daimyo Nobunaga belum sempat menyentuh tubuh Zeus, Zeus sudah menyadari kehadirannya dan segera menghunuskan pusaka kirasodo tepat pada ulu hati pria paruh baya itu.
JLEBB ...
Daimyo Nobunaga memuntahkan cukup banyak darah segar. Hanya dalam sekali tebasan dengan pusaka kirasodo, tubuh Daimyo Nobunaga sudah tak berdaya. Bahkan hanya dalam dua kali hembusan nafas saja, dia sudah tiada.
"Tidak ada yang bisa mengalahkanku!! TIDAK ADA!!" geram Zeus semakin menekan tikaman itu, meski dia sudah tau lawannya sudah tiada.
"Ayahhhh!!!" dari kejauhan Luoyi yang melihat semua itu berteriak dan berniat untuk menyusul sang ayah.
Namun puluhan prajurit Fumio dengan cepat menghadangnya, sehingga Luoyi tak bisa pergi begitu saja. Dengan sangat kesal dan penuh amarah Luoyi harus menghadapi lawan-lawannya saat ini.
Kaisar Zeus tak punya hati!! Dia bahkan dengan tega melakukan hal itu kepada ayah!!
Batin Luoyi dipenuhi amarah.
"Aaarrggghhhhh!!!" dia berteriak kencang dan membantai puluhan prajurit yang sedang mengepungnya saat ini.
Sementara itu Yaoyao kini malah berhadapan dengan panglima Nakai yang telah berhasil membunuh komandan Date sebelumnya.
Meskipun perbedaan kekuatan diantara mereka berdua cukup kentara, namun sedikitpun Yaoyao tak pernah menyerah untuk berusaha mengalahkan Nakai.
Karena tentu saja Nakai juga sedikitnya telah mempelajari kekuatan iblis saat selama hidupnya mengabdi dan menemani Zeus.
TRANGG ...
TRANGG ...
Katana berwarna perunggu dan sebuah tombak naga api jingga itu saling bertaut dengan tekanan masing-masing dan menyebabkan suara nyaring yang cukup menyayat hati.
Namun kekuatan Nakai begitu mendominasi dan dia berhasil semakin memojokkan Yaoyao. Disaat Yaoyao terpojok dan kehilangan tombak naga apinya yang terhempas, disaat itulah Nakai mengeluarkan aura kegelapannya yang berbahaya, karena jika sampai menghirupnya akan membuat seseorang kehilangan nyawanya. Karena aura berwarna hitam pekat itu adalah sebuah racun yang akan merusak organ tubuh.
Disaat Yaoyao tak sempat lagi untuk melawan ataupun membuat sebuah perisai, disaat itulah sebuah perisai berwarna keemasan mulai terlihat. Namun bukan hanya untuk melindungi Yaoyao, melainkan beberapa prajurit Nobuhide yang berada di dekatnya.
Seorang pria yang begitu gagah berani dengan pakian zirah gelapnya, kini sudah berdiri tepat di hadapan Yaoyao dan beberapa prajurit Nobuhide dengan membawa sebuah katana bersinar berwarna putih kebiruan.