
Sore itu, kaisar Yoshinao Nobuhide mengumpulkan beberapa orang kepercayannya di sebuah aula istana untuk mendiskusikan sesuatu bersama mereka. Termasuk pengeran Toshie, Zhou, Ranmaru, Daimyo Nobunaga ( ayah Luoyi ), Yaoyao dan beberapa orang kepercayaan lainnya lagi. Bahkan kali ini kaisar Yoshinao Nobuhide juga meminta Hiroki Feng ikut hadir untuk mendiskusikan sesuatu bersama.
"Pusaka Kirasodo kini sudah terlahir kembali bersama dengan pemilik barunya. Menurut seorang informan, mereka mengatakan jika pemilik barunya adalah kaisar Zeus dari kekaisaran Fumio. Sebenarnya aku sendiri masih cukup kebingungan dan tidak mengerti, mengapa kaisar Zeus melakukan semua itu." ucap pangeran Toshie menyampaikan seauatu di hadapan mereka semua.
Raut wajahnya terlihat begitu serius, namun penuh dengan ketidak mengertian dengan apa yang baru saja terjadi saat ini.
Jadi mereka semua sudah mengetahui jika pemilik baru dari pusaka Kirasodo adalah Zeus ya? Cukup cepat juga berita ini menyebar.
Batin Zhou masih terdiam dan mendengarkan apa yang mereka sampaikan satu persatu.
"Kemungkinan karena kaisar Zeus ingin menjadi kuat dan tak terkalahkan. Jika kaisar Zeus menggunakannya untuk hal kebaikan dan tetap menjaga perdamaian dunia, seharusnya hal itu tak akan menjadi masalah dan tak akan meresahkan semua orang." ucap Ranmaru, sang penasehat sekaligus ahli sihir di istana Nobuhide.
"Namun jika kaisar Zeus tidak menggunakannya dengan baik, terlebih jika pusaka Kirasodo itu sudah menguasai tubuh dan jiwanya, maka tak akan ada pilihan lain, kecuali berperang untuk mengalahkannya! Karena siapapun yang telah dikuasai oleh kekuatan iblis itu, maka kita yang seharusnya menumpasnya! Tidak peduli siapapun itu! Kaisar Zeus sudah berani mengambil tindakan ini, ini artinya dia juga harus siap menghadapi semuanya." ucap kaisar Yoshinao Nobuhide menegaskan.
"Meskipun kemungkinan untuk mengalahkannya sangat kecil, namun kita tidak boleh menyerah! Gugur di jalan kebenaran demi mempertahankan kebajikan, itu akan lebih mulia jika dibandingkan harus bertekuk lutut pada iblis Dewa Bintang." imbuh sang Kaisar Yoshinao Nobuhide lagi kembali menandaskan.
Seketika semua orang terdiam setelah mendengarkan ucapan dari sang kaisar. Ucapan yang mereka garis bawahi adalah sebuah kata dari berperang. Hal itu membuat semua orang membeku dan membayangkan sebuah peperangan maha dasyat yang tentunya akan memakan banyak prajurit tak berdosa yang berguguran di dalam peperangan itu.
Sangat tragis! Dimana medan peperangan akan dipenuhi dengan mayat dan darah segar yang akan membasahi dan memenuhi bumi.
"Jadi, apa yang harus kita lakukan saat ini, Yang Mulia Kaisar?" tanya Daimyo Nobunaga mulai memecah keheningan. Raut wajahnya masih dipenuhi kekhawatiran, karena apa yang terjadi saat ini benar-benar sangat serius.
"Untuk saat ini tak ada yang bisa kita lakukan. Selagi kaisar Zeus berdiam dan tidak membuat masalah, maka hal itu sudah baik." ucap kaisar Yoshinao Nobuhide dengan tenang, lalu dia mulai beralih menatap Hiroki Feng.
"Pusaka itu sangat kuat dan tak terkalahkan. Namun tak menutup kemungkinan jika pusaka Kirasodo dan tubuh abadi itu juga memiliki kelemahan. Dan jawaban dari semua itu ada di buku kehidupan dan buku pusaka yang tersimpan dan berada di bagian timur Jepang dan bagian selatan Jepang."
Ucap Hiroki Feng yang sukses membuat semua orang yang berada di dalam aula ini terdiam dan masih dengan sabar mereka semua mendengarkan apa yang akan disampaikan olah Hiroki Feng selanjutnya .
"Buku kehidupan dan buku pusaka?" gumam kaisar Yoshinao Nobuhide dengan kening berkerut.
Sebenarnya sebelumnya kaisar Yoshinao Nobuhide pernah mendengar mengenai buku-buku tersebut. Namun sepertinya dia melupakan sesuatu, jika buku-buku tersebut akan mampu menjawab apapun yang sedang terjadi di muka bumi ini.
Hanya saja buku-buku itu tak akan mudah untuk di dapatkan. Selain buku-buku itu disimpan sangat jauh, buku-buku itu juga dijaga oleh makhluk yang sangat kuat dan juga makhluk surgawi. Jadi untuk mendapatkannya sangatlah tidak mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya.
"Buku kehidupan dijaga oleh Seiryu, seekor naga berwarna biru berkilauan. Dan mereka berada di bagian timur Jepang. Elemen Seiryu adalah kayu dan dapat mengendalikan hujan. Menurut rumor Seiryu tinggal di laut dan sungai bagian timur Jepang, sehingga dapat menyebabkan banjir. Pada pintu masuk kuil Kiyomizu, terdapat patung naga Seiryu dan akan selalu ada festival tahunan yang dibuat untuk menghormati Seiryu. Sebenarnya Seiryu bisa dikatakan sebagai lambang kekaisaran, kekuasaan, kemewahan, kekuatan, kreativitas, dan keganasan. Jika bisa menakhlukkan mereka, maka buku kehidupan akan dengan mudah kita dapatkan." ucap Hiroki Feng menjelaskan lagi.
"Sementara buku pusaka dan seluruh kekuatan, berada di Jepang bagian selatan. Buku ini dijaga oleh Suzaku. Selama ini Suzaku digambarkan dengan burung berwarna merah yang menyimbolkan api dan mirip dengan burung mitologi Yunani yaitu phoenix. Suzaku memiliki bulu yang bersinar-sinar dan kemunculannya dikaitkan dengan hari baik. Suzaku tak akan menampakkan dirinya kepada sembarang orang. Dan hanya orang terpilihlah yang akan mendapatkan keberuntungan untuk bisa melihatnya. Suzaku merupakan makhluk penjaga yang paling indah. Elemen Suzaku adalah api. Beberapa daerah seperti ibu kota Fujiwara, Heijo, dan Heian memasang simbol Suzaku di pintu gerbang selatan. Mereka berharap agar selalu dijaga oleh Suzaku. Suzaku dianggap sebagai simbol kesetiaan, kebaikan, semangat, dan kemulian." ucap Hiroki Feng kembali menjelaskan tentang kedua makhluk penjaga itu.
"Jika seseorang dari kita berhasil pergi ke bagian selatan Jepang dan bisa bertemu dengan Suzaku, maka kita bisa mendapatkan buku pusaka dan seluruh kekuatan kepadanya. Dengan begitu kita akan bisa menemukan kelemahan dari pusaka Kirasodo dan tubuh abadi Kaisar Zeus. Dan tentu saja kita bisa mengakhiri hiruk pikuk dan kekacauan yang mungkin akan terjadi kelak." imbuh Hiroki Feng kembali menjelaskan.
"Lalu siapa diantara kita yang akan pergi? Sementara untuk bisa bertemu dengan sang penjaga saja tidaklah bisa dilakukan oleh semua orang, karena hanya orang terpilih saja yang bisa melakukan semua itu. Dan lagi, untuk membaca semua buku itu juga tidak mudah. Menurut yang aku dengar, buku itu sebenarnya kosong. Dan hanya akan bersinar menampilkan cahaya keemasan kepada orang yang dikehendakinya!" sela Ranmaru yang cukup sering mendengar tentang buku-buku itu.
Lagi-lagi semua orang terdiam membisu, dan berpikir keras. Hingga akhirnya setelah beberapa saat, semua mata mulai beralih menatap seorang pria secara bersamaan.