The God of War

The God of War
Prajurit Klan Genda Yang Melarikan Diri



Nouhime terlihat sedang menemui seorang pelayan istana dan memberikan beberapa makanan dan pakaian untuk pelayan wanita itu. Pelayan wanita itu menggendong seorang bayi perempuan yang sangat cantik.


Sebenarnya hal seperti ini sudah sering Nouhime lakukan. Diam-diam dia membuat janji bertemu dengan pelayan istana itu dan memberikan beberapa barang untuknya.


Tentu saja Nouhime akan selalu merindukan bayi perempuan yang tak lain adalah putri kandungnya sendiri. Dan dia selalu ingin bertemu dan melihat tumbuh kembang sang putri kecil.


Hingga pada akhirnya pertemuannya kali ini diketahui oleh Zeus secara langsung. Sebuah kejanggalan mulai dirasakan oleh Zeus. Karena Zeus melihat Nouhime yang terlihat begitu berbinar saat Nouhime berusaha untuk menggendong anak pelayan wanita itu.


"Permaisuri Nouhime!" ucapan menggelegar dan beraura sangat tegas dan kelam mulai terdengar oleh kedua wanita itu.


Membuat mereka berdua bergidik ngeri, terlebih saat Nouhime dan pelayan wanita itu memikirkan jika Zeus akan mengetahui kebenaran yang selama ini telah mereka simpan dengan baik. Sebuah kenyataan bahwa selama ini anaknya telah ditukar, dan mereka telah membohongi Zeus.


Pelayan wanita itu segera memberikan salam penghormatanya untuk Zeus. Sementara Nouhime masih saja terpaku menatap Zeus.


"Ya ... Yang Mulia Kaisar Zeus ..." ucap Nouhime terbata.


Zeus memicingkan sepasang matanya menatap lekat Nouhime yang sedang menggendong bayi perempuan dari pelayan itu. Tatapannya penuh dengan rasa tidak suka dan penuh dengan intimidasi.


"Apa yang sedang kamu lakukan, Permaisuri Nouhime? Mengapa kamu malah menyibukkan diri bersama pelayan ini dan juga bayinya? Kamu juga memberikan semua barang-barang ini secara berlebihan." ucap Zeus penuh selidik.


"Ka-Kaisar Zeus ... ak-aku hanya tidak sengaja bertemu dengan mereka. Dan melihat Saika begitu lucu, maka aku ingin sekali menggendongnya." ucap Nouhime mencari alasan.


"Kamu bahkan memiliki seorang putra! Namun kamu malah sering mengabaikan putramu dan membiarkan dia bersama para pelayan! Sedangkan kamu, kamu malah lebih memanjakan anak seorang pelayan istana ini. Ada apa denganmu, Permaisuri Nouhime?" Ucap Zeus terlihat sangat tidak senang.


"Ti-tidak, Yang Mulia Kaisar ... aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak pernah mengabaikan putra kita. Ak-aku ..." ucap Nouhime terbata dan sangat ketakutan, jika Zeus akan mencurigainya hingga mengetahui kebohongannya selama ini.


Sang pelayan berinisiatif untuk menggendong kembali Saika dan segera memberikan salam penghormatan lalu meminta ijin untuk pergi meninggalkan mereka.


"Yang Mulia Kaisar Zeus, Permaisuri Nouhime. Kalau begitu hamba meminta ijin untuk segera pergi untuk membantu pelayan lainnya memasak." ucap pelayan wanita itu dengan nada rendah.


Nouhime menatap pelayan wanita itu dan mengangguk pelan. Sementara Zeus masih saja menatapnya dengan tajam. Setelah merasa puas memberikan tatapan dingin dan tajamnya untuk Nouhime, dia berbalik dan meninggalkan Nouhime.


...⚜⚜⚜...


Di dalam salah satu ruangan di istana Fumio, Zeus terlihat sedang memamerkan kehebatannya di depan orang-orang kepercayaannya. Nakai sang panglima perang juga terlihat berada tak jauh darinya.


Seorang wanita paruh baya yang merupakan tabib istana terlihat sedang memenggendong calon putra mahkota Keiji di hadapan Zeus. Sementara Nouhime berdiri tak jauh dari Zeus, dan sesekali mencuri pandang menatap mereka.


"Pangeran kecilku Kenshin, ayahanda sudah tidak sabar menantikanmu segera tumbuh dewasa. Kita akan berlatih pedang bersama dan belajar teknik tenaga spiritual. Dan ayahanda akan mengajarkan beberapa jurus kuat dan mematikan padamu. Kamu harus tumbuh menjadi kuat dan tak terkalahkan!"


Seberkas cahaya berwarna kebiruan menyilaukan bergerumul pada kedua tangannya. Dan dia memperlihatkan pada putra kecilnya dan seluruh orang yang sedang berada di dalam aula utama ini.


"Putraku, lihatlah ini ... ini adalah api abadi yang ayahanda dapatkan dari Dewa Bintang. Suatu saat ayahanda juga akan memperlihatkan kedasyatannya padamu." ucap Zeus masih menengadahkan tangan kanannya memperlihatkan api abadi yang terpancar melalui jemarinya.


Semua orang begitu takjub menyaksikannya, namun tidak untuk Nouhime. Dia termenung dalam angannya. Raganya memang benar ada di aula ini, namun jiwa dan angannya entah pergi kemana. Orang-orang tercintanya kini berada jauh dengannya karena perbuatan Zeus.


Tiba-tiba salah satu orang kepercayaan Zeus datang dan mendekati Zeus. Dia membisiki sesuatu untuk Zeus dan seketika raut wajah Zeus yang sebelumnya berbinar kini menjadi serius namun kelam.


"Aku akan pergi karena ada urusan!" ucap Zeus lalu meninggalkan aula ini dengan langkah lebar dan gagahnya.


Zeus mendatangi ruangan lainnya untuk menemui seseorang. Dia duduk di sebuah singga sana. Dan tiba-tiba saja seorang prajurit datang mengahadap Zeus. Dia duduk bersipuh di hadapannya dan memberikan salam penghormatannya untuk Zeus.


"Salam, Yang Mulia Kaisar Zeus. Aku prajurit Oujo menghadap yang mulia!" ucap prajurit itu masih duduk bersimpuh di hadapan Zeus.


"Ada apa, Oujo? Apa telah terjadi sesuatu yang sangat serius?" tanya Zeus akhirnya.


"Yang Mulia Kaisar Zeus, saat inj Himura yang berasal dari klan Genda ingin bertemu dengan yang mulia." seorang prajurut yang datang, tiba-tiba melaporkannya kepada Zeus setelah memberikan salam hormatnya.


Zeus yang mendengarkan hal itu mengkerutkan kedua alis tegasnya. Dan seluruh aula seketika menjadi hening karena berita ini.


"Klan Genda? Bukankah sudah tak tersisa satupun dari klan Genda setelah penyerangan yang telah dilakukan oleh Nobuhide yang dipimpin oleh panglima perang Zhou?" ucap Zeus tak mengerti.


"Himura adalah satu-satunya yang berhasil melarikan diri saat itu, Yang Mulia. Selama ini dia masih bersembunyi dan diam-diam mengamati kekaisaran Nobuhide. Kini dia mendatangi kekaisaran Fumio. Dan dia ingin bertemu dengan yang mulia Zeus karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.


Tak menjawabnya secara verbal. Zeus hanya memberikan jawaban melalui jemarinya saja dengan sedikit bahasa matanya yang mengisyaratkan sebuah persetujuan.


"Baik, Yang Mulia!" sahut prajurit Oujo lalu memberikan sebuah isyarat kepada prajurit penjaga pintu untuk mempersilakan tamunya masuk.


Hingga pada akhirnya, seorang pria dewasa yang memiliki bekas luka pada pipi kirinya serta tangan kirinya memasuki ruangan ini. Dia segera duduk bersimpuh dan memberikan salam penghormatannya di hadapan Zeus.


"Yang Mulia Kaisar Zeus, aku Himura dari klan Genda datang menghadap yang mulia!" ucapnya menautkan kepalan tinjunya dengaj kepala menunduk.


"Hhm. Katakan apa yang ingin kau katakan padaku ..." sahut Zeus dengan suara pelan, namun penuh dengan penekanan.


"Selama ini aku sudah mencari tau tentang kekaisaran Nobuhide dan panglima perang mereka. Karena aku mendengar jika yang mulia sedang mencurigai mereka. Dan aku menemukan sesuatu yang cukup serius, Yang Mulia Zeus ..." ucap Himura mulai menyampaikan apa yang telah dia dapatkan.