The God of War

The God of War
Melihat Kembang Api Bersama



Setelah meninggalkan toko aksesoris itu Zhou mengajak Lily untuk melihat-lihat toko lainnya lagi. Namun tak sengaja seorang wanita dengan pakaian baju yukata yang dia padankan dengan hakama samurai, serta membawa busur serta beberapa anak panah yang digendongnya berlari-larian dan malah menabrak Lily.


Hal itu membuat Lily hampir saja terjatuh. Namun dengan cepat Zhou segera meraih dan menangkap tubuh ramping istrinya, sehingga Lily malah terjatuh di dalam pelukan Zhou.


"Maaf. Aku tidak sengaja. Aku sedang terburu-buru ..." ucap gadis itu membungkukkan badannya beberapa kali dan segera berlalu kembali.


"Apa kamu baik-baik saja, Istriku?" tanya Zhou sambil membantu Lily untuk berdiri dengan tegap kembali.


"Hhm. Aku baik-baik kok." Lily menyauti dengan lembut seperti cara berbicaranya selama ini.


GREPP ...


Zhou berinisiatif untuk menggandeng jemari kecil Lily yang sudah mulai menjadi dingin karena udara malam ini. Di sepanjang jalan mengitari pasar malam itu, Zhou selalu saja menggandeng jemari lembut Lily dan tak pernah melepasnya lagi, karena kejadian yang tak terduga akan terjadi lagi.


Hal ini membuat Lily merasa nyaman dan aman ketika sedang bersama dengan suaminya. Jantungnya kembali berdebar seperti dentuman sebuah drum. Meskipun sudah setahun menikah, namun dia masih saja selalu malu-malu ketika berada di dekat suaminya.


Zhou membelikan ikan dojo untuk Lily dan mereka mulai duduk di sebuah gazebo sederhana yang berada di dekat sebuah kuil. Mereka menyaksikan sebuah perayaan dengan pesta kembang api yang sangat indah.


Warna-warni indah dari kembang api itu menghiasi langit gelap yang bertabur dengan gemerlapan dari ribuan bintang. Bukan hanya itu saja, mereka juga melihat puluhan hingga ratusan kunang-kunang yang terbang dan berada di sekitar mereka.


Menjadikan suasana malam ini menjadi begitu indah, hangat dan romantis. Tawa bahagia menghiasi wajah ayu Lily disaat menyaksikan semua itu.


Semua itu tak pernah Zhou lihat sebelumnya, karena selama ini Lily selalu saja terlihat kalem dan berwajah tenang. Kecantikan itu semakin terpancar dengan indah dan sempurna.


"Ini adalah pertama kalinya aku melihat kembang api bersama denganmu. Terima kasih sudah mengajakku untuk melihat semua ini, Suami. Ini sangat indah. Aku senang sekali malam ini ..." ucap Lily masih menatap langit malam gelap yang bertabur dengan kembang api dan ribuan bintang itu.


"Hhm? Justru aku yang seharuanya berterima kasih kepadamu, Istri. Karena kamu mau menemaniku malam ini untuk melihat semua ini." sahut Zhou perlahan mengecup lembut punggung telapak tangan Lily dan sedikit berlama-lama disana.


"Terima kasih karena kamu selalu bersabar untuk semuanya selama ini, Istri. Terima kasih karena sudah selalu menerima aku yang tidak sempurna ini. Terima kasih karena menjadi kekuatan untukku tetap melangkah dan menghadapi hidupku. Aku sangat beruntung karena bisa menjadi suamimu." ucap Zhou dengan tulus.


Disaat ini, tiba-tiba saja Zhou kembali teringat dengan dirinya di masa lalu. Saat dia menjadi seorang pemuda biasa yang hanya bekerja untuk mencari kayu bakar, berburu, mencari tanaman obat, dan pekerjaan serabutan lainnya.


Disaat itu, Lily selalu ada untuknya tanpa menghiraukan kicauan semua orang yang selalu meremehkan dan menghina Zhou. Lily bahkan selalu mendukung Zhou dan menerima apapun yang diberikan oleh Zhou dengan tulus dan ikhlas.


"Suami, apa yang sedang kamu katakan? Justru akulah yang sangat beruntung, karena kamulah yang menjadi suamimu. Kamu sangat baik dan penyanyang. Dan kamu selalu rendah hati dan selalu menolong orang lain. Bahkan orang yang pernah mencelamu. Aku ... sungguh minta maaf jika selama ini perlakuan keluargaku juga sangat buruk kepadamu. Maaf ..."


Ucap Lily mulai terlihat murung karena mengingat semua perlakuan buruk keluarganya di masa lalu, yang kini paman dan bibinya juga terluka cukup parah dalam pembantaian oleh klan Sparta beberapa hari yang lalu, dan masih menjalani pengobatan.


"Itu semua bukan salahmu. Dunia ini adalah tempat kita belajar dan menempa ilmu. Namun dunia ini tidaklah abadi. Kita sebagai manusia hanya ditugaskan untuk selalu berbuat kebajikan untuk semua makhluk. Dengan apa yang sudah terjadi padaku selama ini, aku menjadi paham ... bagaimana kehidupan lainnya yang tak pernah aku alami selama ini. Semua ini melatih kesabaran dan menjadikanku semakin kuat dan lebih mawas diri lagi. Semua yang terjadi, apapun itu ... ambillah nilai kebaikannya dan selalu belajarlah dari sana. Dengan begitu, kita akan menjadi lebih baik lagi."


Zhou mengusap lembut kepala istrinya. Sentuhannya begitu hangat, ucapannya juga terdengar begitu lembut. Dan semua itu membuat Lily semakin merasa lebih tenang. Hingga akhirnya Lily malah melempar dirinya ke dalam pelukan Zhou begitu saja. Dan Zhou juga reflek membalas pelukannya.


Bahkan suaranya hampir tak terdengar oleh Zhou.


"Hari sudah semakin larut. Bagaimana kalau kita segera pulang?" tanya Zhou menawari sambil mengusap lembut kepala Lily.


"Tapi aku takut saat melewati laut itu. Jika mengingat kejadian tadi, aku akan kembali gemetaran."


"Hhm? Mau mencoba kembali ke istana dengan terbang?" tanya Zhou tiba-tiba.


Lily segera melepaskan pelukannya dan mendongak menatap wajah tampan Zhou yang meneduhkan itu.


"Te-terbang? Kamu bisa terbang, Suami?" tanya Lily hampir tak mempercayai semua itu.


Zhou memutar bola matanya terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil mengusap dagu tegasnya yang tampan, "Eehhm. Bukan seperti itu sih."


"Lalu?" potong Lily lagi.


"Kamu akan segera melihatnya sendiri. Ayo!" Zhou kembali berdiri dan menengadahkan tangan kanannya untuk menyambut tangan sang istri.


Lily tersenyum manis dan menyambut uluran tangan dari suaminya. Zhou mulai menggiring Lily ke suatu tempat yang berada sedikit jauh dari keramaian.


Lalu dia segera duduk di atas sebuah pohon besar yang telah tumbang. Sementara Lily masih berdiri di hadapan Zhou dan hanya diam mengamati suaminya saja, karena dia tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


Sebuah seruling mulai diambilnya dan Zhou mulai memainkan sebuah melodi indah, membuat semua makhluk hidup yang mendengarnya seketika merasa tenang dan damai.


Angin malam berhembus semakin semilir dan terasa begitu dingin menusuk hingga sampai tulang. Dari kejauhan terlihat seeokor elang yang gagah perkasa berwarna hitam keemasan terbang membumbung tinggi dan semakin terbang menurun mendekati Zhou dan Lily.


Hingga akhirnya elang itu mulai turun dan mendarat tepat di hadapan Zhou dan Lily. Lily yang melihat semua itu membulatkan sepasang matanya dengan sempurna dan mundur beberapa langkah saking ketakutannya.


"Su-suami ... ada monster elang ..." ucap Lily gemetaran saking ketakutannya, dia juga segera bersembunyi di balik tubuh Zhou.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Kita intip Zhou dan Lily yang lagi kencan malam ini versi anime yuk 🤭