The God of War

The God of War
Perih Dan Lara



Monster iblis tengu telah berhasil dikalahkan oleh para prajurit istana Nobuhide, meskipun membutuhkan waktu yang tidak singkat. Karena monster iblis tengu itu juga cukup kuat. Dan disaat itulah Yaoyao tiba bersama Nouhime, sang kaisar terdahulu Fumio, serta prajurit Han.


Setelah mengantarkan mereka, Yaoyao kembali menyusul ke medan pertempuran wilayah Imbe dan Ashika. Yaoyao kembali menyusul dengan membawa rombongan prajurit dari klan sekutu untuk membantu mereka.


Karena tentunya mengalahkan pasukan Zeus yang berjumlah ribuan, dan ditambah lagi ada Zeus yang ikut bersama dengan mereka, tentu saja sangat membuat semua orang merwasa khawatir luar biasa.


Jika saja Zeus menggunakan kekuatannya sendiri serta disaat sepenuhnya iblis menguasai dirinya, sudah bisa dipastikan tak akan ada lagi yang bisa menghentikannya dengan mudah. Kehancuran hanya tinggal menunggu waktu saja ...


...⚜⚜⚜...


Sementara itu, Lily dan beberapa pelayan istana mulai merawat Nouhime dan sang kaisar terdahulu dari Fumio. Ada juga tabib istana yang memeriksa mereka berdua. Bahkan Hiroki Feng kali ini juga membantu mereka setelah dia membereskan beberapa monster iblis tengu sebelumnya.


Setelah sang tabib mengatakan jika mereka baik-baik saja, Lily terlihat sangat lega. Hanya saja saat ini Nouhime mengalami syok luar biasa, sementara sang kaisar terdahulu Fumio memang masih mengalami kelumpuhan pada beberapa bagian tubuhnya.


Di dalam sebuah ruangan Hiroki Feng kembali memeriksa keadaan sang kaisar Fumio sebelumnya. Pria tua itu menemukan jika ada sebuah racun yang selama ini mengendap di dalam tubung sang kaisar Fumio sebelumnya, dan telah menyebabkan dia mengalami kelumpuhan.


"Kori doku? Racun yang menyebabkan kelumpuhan otot, yang pada akhirnya mengarah pada kelumpuhan sistem pernafasan yang dapat berujung kematian. Merupakan sejenis bahan kimia yang tersebar di udara dan bersifat toksin yang dihasilkan oleh tumbuhan. Jika melihat keadaan sang kaisar Fumio sebelumnya, setidaknya dia sudah memasuki tahap ketiga. Yaitu sering berhalusinasi, sesak napas, dan kelumpuhan. Sebelum racun semakin menyebar lagi dan bisa mengakibatkan kematian, aku harus mengeluarkan racun tersebut dari tubuhnya!" gumam Hiroki Feng menyimpulkan.


"Tolong bantu dudukkan yang mulia kaisar Fumio tetdahulu! Pegangi pada masing-masing tangannya! Aku akan mengeluarkan kori doku dari tubuhnya." titah Hiroki Feng kepada 2 pelayan medis pria yang menemaninya.


"Baik, Guru Hiroki Feng!" sahut kedua pelayan medis pria itu bersamaan dan segera melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Hiroki Feng.


Hiroki Feng memutuskan untuk menggunakan kemampuannya sebagai seorang tabib tingkat tinggi untuk mengeluarkan racun yang mengendap pada tubuh sang kaisar Fumio sebelumnya.


Hiroki Feng duduk bersila dan melakukan beberapa pergerakan cepat dengan kedua jemarinya. Hingga akhirnya sebuah cahaya menyala berwarna putih kebiruan menyinari jemarinya yang masih berusaha untuk melakukan sesuatu dengan pergerakan cepat.


Lalu Hiroki Feng mulai menempelkan beberapa jarinya di punggung sang kaisar Fumio terdahulu untuk menyalurkan kekuatan spiritualnya dan mengeluarkan racun tersebut yang selama ini bersarang di dalam tubuh ayahanda Zhou hingga menyebabkan kelumpuhan.


Hingga akhirnya sang kaisar Fumio terdahulu memuntahkan beberapa teguk darah segar masih dengan mata yang terpejam.


Beberapa kali Hiroki Feng kembali menekankan kekuatannya untuk mengeluarkan racun itu, dan beberapa kali juga ayahanda Zhou memuntahkan beberapa teguk darah segar.


Hingga akhirnya Hiroki Feng yang sudah terlihat penuh peluh dan menjadi pucat, menyudahinya. Karena kini racun tersebut sudah sepenuhnya dikeluarkan dari tubuhnya. Dan hanya membutuhkan pemulihan kembali saja.


"Kori doku sudah berhasil dikeluarkan sepenuhnya. Untuk sisanya berikan perawatan dengan menggunakan sumber daya yang memiliki beberapa kandungan magnesium tinggi seperti buah naga." ucap Hiroki Feng kembali mengatur nafasnya.


"Berikan juga beberapa jenis buah berry. Karena buah berry cukup kaya akan antioksidan dan fitokimia. Senyawa kimia juga sangat baik untuk pemulihannya dan berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darahnya." imbuh Hiroki Feng lagi.


"Baik, Guru Hiroki Feng! Kami akan segera membawakan semua sumber daya itu untuk yang mulia kaisar Fumio terdahulu!" kedua pria itu menyauti kompak.


...⚜⚜⚜...


Sementara itu di dalam sebuah kamar lain medis kekaisaran Nobuhide, terlihat Lily sedang menunggu Nouhime untuk membantu merawatnya. Namun kali ini Lily juga membawa sang putra ikut bersama dengan dirinya. Karena saat ini keadaan istana sedang sangat genting, dan dia tak akan bisa berjauhan dengan sang putra dalam kondisi seperti ini.


Sedangkan Nouhime terlihat melamun menatap lurus ke depan arah jendela kayu dengan tatapan nanar dan penuh kesedihan.


Lily menatap Nouhime cukup lama. Sekaan wanita cantik berhati lembut itu juga begitu merasakan kesedihan yang sedang dirasakan oleh Nouhime. Meskipun Lily tidak mengetahui sepenuhnya apa yang telah dialami oleh Nouhime, namun Lily sangat mengetahui jika Nouhime sedang merasa sedih dan terpuruk saat ini.


Sebuah kesedihan dan kekecewaan pasti sedang memenuhi hatinya saat ini karena mengetahui kebenaran disaat suaminya sendiri malah ingin menghancurkan dunia yang fana ini.


Teman hidup yang seharusnya saling mencintai dan menguatkan satu sama lain, namun tidak untuk mereka berdua. Bahkan sang suami sangat tega memenjarakan Nouhime sebelumnya. Entah karena sebuah alasan apa ... Lily belum mengetahuinya. Bahkan Lily juga belum mengetahui jika Nouhime adalah tunangan Zhou di masa lalu.


Seperti rumor yang selama ini beredar. Permaisuri Nouhime memang sangat cantik dan sempurna. Bahkan mungkin tidak akan ada yang bisa menandingi kecantikannya. Namun mengapa dia memiliki kisah hidup yang begitu berat? Kasihan sekali permaisuri Nouhime. Dia terlihat sangat syok karena semua perbuatan dari kaisar Zeus. Mengapa kaisar Zeus melakukan hal sekejam ini untuknya? Bahkan terhadap istrinya sendiri, dia tega melakukan hal yang sangat kejam ...


Batin Lily tak tega ketika melihat Nouhime yang masih duduk termenung dengan tatapan nanar.


Lily melangkahkan kakinya pelan mendekati Nouhime, dia berusaha untuk sedikit menghiburnya kali ini.


"Permaisuri Nouhime, apa permaisuri sudah merasa lebih baik? Ataukah ada sesuatu yang sedang permaisuri Nouhime inginkan? Aku akan mengambilkannya." ucap Lily dengan hangat dan lembut.


Nouhime masih terdiam dan tidak menjawabnya. Namun setelah dia mendengar suara tawa kecil Hellios, Nouhime mulai beralih menatap bayi tampan yang menggemaskan itu.


Cukup lama Nouhime menatap Hellios dengan tatapan nanar dan sepasang mata yang bergetar lalu mulai berair. Melihat Hellios tentu saja seketika membuatnya kembali teringat dengan Saika dan Kenshin yang masih berada di Fumio. Dan hal itu membuatnya kembali bersesih dan merasa sesak luar biasa.


Sepasang manik-manik indahnya mulai berkaca-kaca kembali. Bahkan tak dia sadari sudah membasahi pipi pucatnya yang masih saja terlihat ayu.


"Bolehkah aku menggendong putramu?" tanya Nouhime lirih dan menatap nanar Lily dan Hellios secara bergantian.


Tanpa ada keraguan, Lily mengangguk ramah dan memberikan sang putra untuk digendong oleh Nouhime.


Pandangan Nouhime menjadi nanar saat memandang Hellios.