The God of War

The God of War
Permintaan Zhou



"Berhenti!!"


Di tengah ketegangan yang terjadi saat ini, tiba-tiba saja Zhou mulai menghentikan semuanya dengan perintahnya, membuat kedua prajurit yang sedang mendampingi prajurit Takeda juga berhenti tepat saat mereka berdiri di hadapan alat pancung itu.


"Ada apa, Panglima Zhou? Mengapa kamu menghentikannya secara tiba-tiba. Apa kamu ingin menyampaikan sesuatu?" tanya pangeran Toshie masih terduduk di singga sananya.


Zhou melenggang beberapa langkah dan menghadap sang pangeran. Hati nuraninya tak bisa menerima semua ini. Karena prajurit Takeda yang dia kenal selama ini adalah prajurit yang jujur dan berbakat. Zhou merasa curiga, jika prajurit Takeda sedang berada di bawah tekanan seseorang.


Hukuman mati untuknya menurut Zhou memang sangat setimpal, karena dia telah berkhianat dan berusaha untuk melenyapkan pangeran Toshie dan juga dirinya. Namun itu semua tak akan efektif, karena masih akan ada dalang yang bersembunyi di belakangnya dengan bebas dan tertawa menyebalkan pastinya.


Mencabut hama tanaman, haruslah dari akar-akarnya! Jika tidak, maka semua itu akan percuma saja! Mungkin seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Zhou saat ini.


Dia juga merasa tidak tega, karena jika prajurit Takeda harus menerima hukuman mati atas kesalahan dari orang lain.Terlebih saat ini dia memiliki keluarga yang harus dia hidupi, bahkan putranya juga masih kecil.


Sialan!! Apa yang sedang sedang Zhou rencanakan?! Mengapa tiba-tiba saja dia menghentikan semua ini?! Bahaya jika sampai dia menyelamatkan Takeda dan membuat Takeda membuka mulutnya!!


Batin Luoyi penuh waspada dan menatap Zhou daei kejauhan dengan geramnya.


"Pangeran, tolong berikan waktu untukku untuk menyelidiki masalah ini. Aku akan mencari tau apa yang sebenarnya telah terjadi di istana." ucap Zhou berharap pangeran Toshie akan mengabulkan permintaannya.


"Panglima Zhou! Prajurit Takeda sudah terbukti bersalah! Dan dia juga sudah mengakui semuanya! Lalu mau menyelidiki apa lagi?! Tidak ada yang harus diselidiki lagi, Panglima Zhou!" tandas seorang Daimyo yang juga berada di halaman ini untuk menyaksikan eksekusi hukuman pancung untuk prajurit Takeda.


"Benar. Menyelidikinya hanya akan membuang-buang waktu kita saja, Panglima Zhou." sahut sang Shogun.


"Itu benar sekali, Panglima Zhou! Prajurit Takeda sudah mengakui semuanya. Lalu mengapa masih memperpanjang masalah ini?" kali ini Luoyi juga mulai berbicara.


Seorang Daimyo yang merupakan ayah dari Luoyi terdiam mengamati semua ini. Dan sebenarnya dia merasa sangat lega karena Zhou telah menghentikan eksekusi hukuman pancung ini untuk beberapa saat.


Karena selama ini dia cukup mengenal prajurit Takeda dengan baik. Bisa dikatakan mereka saling berteman baik. Dan dia juga merasa ada sesuatu yang aneh dengan masalah yang terjadi di istana saat ini.


Sedangkan pangeran terlihat begitu bingung harus mengambil keputusan apa. Meskipun hati kecilnya juga bergejolak dan menyangkal jika prajurit Takeda bisa melakukan hal seperti itu, namun tentu saja pangeran juga merasa sangat kecewa dan murka.


"Aku hanya ingin memeriksa sesuatu dan memastikannya saja, Pangeran. Berikan waktu padaku sebelum bulan purnama tiba. Jika sampai melewati batas itu aku masih saja belum menemukan apapun, maka pangeran bisa memberikan hukuman pancung itu untuk prajurit Takeda. Dan selama aku melakukan semua itu, prajurit Takeda akan tetap berada di dalam pengawasan kita. Dia akan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah sampai dia terbukti bersalah atau tidak."


Ucap Zhou mengutarakan rencananya.


"Baiklah! Aku akan menunda hukuman ini! Seperti yang panglima Zhou katakan, jika sampai bulan punama tiba panglima masih belum menemukan sesuatu, maka hukuman ini akan tetap diberikan untuk Takeda!" tandas pangeran Toshie.


Semua orang yang menghadiri tempat ini seketika menjadi ricuh dengan segala argumentasinya masing-masing. Sementara Luoyi terlihat begitu kesal dan geram mendengar keputusan dari pangeran Toshie. Dia juga semakin menatap Zhou dari kejauhan dengan kebencian.


Brengsek!!! Keparat Zhou!! Berani sekali dia!! Aku tidak boleh sampai ketahuan!! Takeda tidak boleh sampai membuka mulutnya!! Jika tidak, semua akan menjadi semakin berantakan!! Ughh ... bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?!


Batin Luoyi menjadi gelisah sendiri.


"Baik, Pangeran!" Zhou menunduk dan menautkan kepalan tinjunya.


"Pengawal!! Bawa dia ke penjara bawah tanah! Dan selalu awasi dia dengan ketat!" titah sang pangeran dengan suara tegasnya.


"Baik, Pangeran!" sahut beberapa pengawal itu lalu segera menggiring prajurit Tekeda untuk memasukkannya di penjara bawah tanah.


Prajurit Takeda sempat melirik ke arah Zhou dengan tatapan prnuh kekalutan dan rasa terima kasih karena sudah mempercayai dirinya. Namun tak bisa mengelak, sebenarnya dia masih begitu mengkhawatirkan sang putra yang masih berada di dalam kendali Luoyi. Kini dia hanya bisa pasrah, dan berharap keberuntungan memihak kepadanya, dan berharap Zhou bisa mengungkap semuanya serta tetap melindungi keluarganya.


...⚜⚜⚜...


Hari demi hari berlalu begitu saja. Penjagaan penjara bawah tanah juga dijaga dengan sangat ketat. Tidak diperbolehkan siapapun memasuki tempat itu dengan mudah. Bahkan Luoyi sama sekali tidak bisa memasukinya.


Hingga akhirnya suatu ketika, secara diam-diam Luoyi masukkan racun hemlock ke dalam makanan yang akan dikirimkan untuk prajurit Takeda.


Luoyi masih merasa khawatir jika prajurit Takeda benar-benar akan membongkar semua kedoknya, hingga akhirnya Luoyi mengambil keputusan itu. Menggunakan sedikit racun hemlock untuk menghabisi prajurit Takeda hingga membuatnya menemui ajalnya.


Semua prajurit dan penjaga penjara bawah tanah pagi-pagi sudah dikejutkan oleh mayat prajurit Takeda yang sudah mulai kaku. Namun salah satu dari mereka mengatakan jika saat makan malam, dia melihat Takeda mencampurkan sesuatu yang menyerupai sebuah serbuk ke dalam makan malamnya.


Dan paginya mereka sudah melihat Takeda sudah tidak bernyawa. Hingga akhirnya mereka berpikiran jika prajurit Takeda memang sengaja melakukan semua ini, yaitu bunuh diri! Padahal semua ini hanyalah kebetulan saja.


Karena Luoyi-lah dalang dibalik kematian dari prajurit Takeda. Karena serbuk yang dicampurkan oleh prajurit Takeda ke dalam makanannya sebenarnya adalah sebuah obat herbal yang biasa dia konsumsi untuk mengatasi rasa sakit yang dia rasakan pada tubuhnya. Atau lebih tepatnya sebenarnya itu hanyalah sebuah vitamin.


Namun sepertinya takdir dan keberuntungan sedang berpihak kepada Luoyi. Sehingga tak ada seorangpun yang dicurigai saat ini atas kematian dari prajurit Takeda. Dan mereka menandaskan jika prajurit Takeda telah melakukan bunuh diri di saat malam itu


Hal ini sungguh sangat disayangkan oleh Zhou. Disaat Zhou sedang berusaha untuk membantunya agar terlepas dari semua masalah itu, namun prajurit Takeda malah lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis. Bahkan dia lebih memilih untuk meninggalkan keluarga tercintanya.