
Sekelompok bandit itu menatap tajam Yaoyao dan penuh ketidaksukaan disaat Yaoyao tiba-tiba saja memblokir jalan mereka. Tentu saja hal itu seakan Yaoyao sedang menantang para bandit itu.
"Hei, Pemuda!! Siapa kamu?! Cepet menyingkirlah dari jalan kami jika tidak ingin menyesal!" tandas salah satu bandit itu memperingatkan Yaoyao.
Namun bukannya segera menjawabnya, tapi Yaoyao malah mengabaikan ucapan bandit itu. Dia malah mengamati kereta kencana itu dan melihat seperti ada seorang wanita di dalamnya.
"Lepaskan wanita itu!" tandas Yaoyao.
"Cihh!! Kau pikir siapa kamu hingga begitu percaya diri memberikan perintah kepada kami?! Kami adalah kelompok Naga Hitam yang begitu terkenal dan kuat! Jika kamu berani macam-macam, maka habislah riwayatmu di tangan kami!" tandas si bandit bertubuh gempal itu mulai geram akan sikap Yaoyao.
Lagi-lagi Yaoyao mengabaikan peringatan dari bandit itu. Dia malah segera menarik tombak naga api miliknya dan tanpa banyak berkata-kata segera menyerang mereka dengan brutal.
Pergerakan dan ayunannya begitu cepat dan indah. Saking indahnya, beberapa bandit bahkan tak merasakan kesakitan karena serangan tombaknya seketika membuat mereka terbang ke alam lain.
Memang benar mereka cukup kuat sebagai bandit. Namun mereka sungguh bukan apa-apa bagi Yaoyao yang memiliki basis dasar kekuatan supranatural yang cukup baik.
Rakyat Echigo berseru dengan begitu bersemangat, ketika menyaksikan para bandit yang selama ini selalu membuat kerusuhan dimana-mana kini sudah berakhir di tangan Yaoyao dengan begitu cepat.
Mereka tak berhenti untuk memuji Yaoyao. Namun Yaoyao bukanlah seorang pemuda yang gila akan pujian. Dia tak menghiraukannya dan segera memeriksa kereta kencana itu.
Betapa terkejutnya Yaoyao ketika membuka tirai pintu kereta kencana itu dia melihat wanita cantik yang sangat tidak asing baginya sedang berniat untuk melukai pergelangan tangannya dengan tusuk kondenya. Bahkan ujung dari tusuk konde yang tajam itu sudah melukai pergelangan tangannya saat ini.
"Tidak! Putri Nouhime!"
Karena terkejut akan kehadiran Yaoyao, akhirnya Nouhime menjatuhkan tusuk kondenya. Namun pergelangan tangannya sudah terluka dan meneteskan darah segar.
"Yaoyao ..." ucap Nouhime lirih.
Entah tiba-tiba saja ada perasaan lega yang dirasakan oleh Nouhime saat melihat kehadiran Yaoyao. Padahal sebelumnya dia sudah begitu pasrah dan sudah siap untuk menemui ajalnya. Namun kini, dia merasa begitu beruntung karena kehadiran Yaoyao yang telah berhasil menyelamatkannya dari para bandit itu.
Yaoyao hanya fokus menatap pergelangan tangan kiri Nouhime. Lalu dia segera melompat naik ke dalam kereta kencana.
"Putri Nouhime, maaf sebelumnya. Tapi aku harus memeriksa keadaan tangan tuan putri." ucap Yaoyao meminta ijin dengan sopan.
Mereka masih saling bertatapan selama beberapa saat, hingga akhirnya Nouhime mulai mengangguk samar. Yaoyao segera memeriksa pergelangan tangan kiri Nouhime yang sudah berlumuran dengan darah segar.
Namun rupanya hanyalah luka luar dan belum sampai melukai lebih dalam lagi hingga menyebabkan hal yang fatal. Yaoyao memeriksa dan menyeka darah itu saja. Lalu dia menaburkan sebuah bubuk obat pada luka Nouhime. Setelah itu, Yaoyao merobek sedikit pakaiannya dan menggunakannya untuk mengikat luka itu.
"Syukurlah lukanya tidak terlalu dalam hingga tidak berakibat fatal. Luka ini akan segera sembuh dalam 2 hari hingga 3 hari." ucap Yaoyao kembali menyimpan serbuk obatnya di balik pakaiannya.
"Yaoyao, terima kasih ..." ucap Nouhime lirih dan menatap tangan kirinya yang kini sudah terbalut oleh kain berwarna hitam yang merupakan potongan dari pakaian Yaoyao.
"Tidak perlu berterima kasih, Putri Nouhime. Sudah seharusnya aku melakukan hal itu." ucap Yaoyao dengan nada sopan. "Apakah tuan putri akan pergi ke suatu tempat?"
"Baiklah. Tolong ijinkan hamba untuk mengantarkan tuan putri. Akan sangat berbahaya jika putri Nouhime pergi seorang diri lagi."
Seulas senyum indah yang tipis mulai menghiasi wajah ayu Nouhime dan dia mulai menengadahkan wajahnya menatap Yaoyao. Lalu Nouhime mengangguk pelan.
Yaoyao sempat merasa canggung dengan situasi saat ini. Entah mengapa jantungnya tiba-tiba saja berdegup lebih kencang dan lebih cepat dari biasanya.
Celaka. Disaat tidak ada cukup banyak prajurit untuk melindungi putri Nouhime seperti ini, tiba-tiba saja aku mengalami gejala penyakit yang cukup aneh seperti ini. Semoga saja tidak terlalu parah dan bisa segera pulih kembali. Jika tidak, ini sungguh akan menjadi bahaya.
Batin Yaoyao berusaha untuk mengatur kembali debaran aneh itu.
Namun semakin dia berusaha untuk menenangkan dirinya kembali, debaran itu malah semakin nyata.
"Yaoyao. Apa kamu baik-baik saja?" sebuah pertanyaan dari Nouhime sukses membuyarkan angan Yaoyao.
"Eh? Iya. Aku ... baik-baik saja. Baiklah, putri Nouhime beristirahat saja di dalam sini. Aku akan menjadi kusir untuk membawa kereta kencana ini menuju Itsuki." ucap Yaoyao dengan sopan dan berniat untuk meninggalkan kereta kencana itu.
"Tunggu ..." sergah Nouhime tiba-tiba.
"Ya, Tuan putri? Apakah ada sesuatu yang lain?"
"Hati-hati ... kareka bandit Naga Hitam memiliki anggota yang cukup banyak. Aku khawatir mereka akan kembali menyerang."
"Baiklah. Terima kasih sudah mengingatkanku, Tuan putri." ucap Yaoyao dengak sopan lalu segera meninggalkan kereta lencana dan segera menjadi kusir.
Mereka menempuh perjalalanan yang masih cukup panjang. Melewati beberapa kota besar dan melewati pegunungan. Hingga akhirnya sampai di kekaisaran Itsuki disaat dini hari.
Kaisar Itsuki merasa berhutang budi kepada Yaoyao karena telah menyelamatkan putri Nouhime dari para bandit Naga Hitam, hingga akhirnya sang kaisar Itsuki akan mengadakan sebuah penjamuan besar untuk Yaoyao dan beberapa prajurit Nobuhide yang ikut bersama dengan Yaoyao.
Pada awalnya Yaoyao menolaknya karena merasa sungkan, dan ingin segera kembali ke Nobuhide. Namun sang kaisar bersikeras menahannya. Hingga akhirnya Yaoyao memutuskan untuk tinggal beberapa saat di Itsuki.
Dan rupanya di tengah-tengah penjamuan itu, beberapa kelompok dengan lambang bendera sebuah Naga Hitam berhasil menerobos memasuki wilayah Itsuki dengan membuat kerusuhan.
"Lapor, Yang Mulia Kaisar Keijiro Itsuki. Sekelompok rombongan besar dengan bendera putih yang memiliki simbol naga hitam memasuki kota Heian dan menyerang para rakyat serta membuat kerusuhan disana." lapor seorang prajurit yang menghadap sang Kaisar Itsuki yang sedang mengadakan penjamuan untuk Yaoyao dan beberapa prajurit Nobuhide.
"Kelompok Naga Hitam? Apakah mereka datang untuk membalaskan dendam karena beberapa orang dari mereka yang sudah terbunuh?" gumam sang Kaisar menerka-nerka.
"Sepertinya memang seperti itu, Yang Mulia Kaisar. Jadi tolong ijinkan hamba untuk ikut berperang melawan mereka kali ini. Karena pemicu dari semua masalah yang terjadi saat ini, adalah karena hamba." ucap Yaoyao meminta persetujuan dari pria paruh baya itu.
"Yaoyao. Kamu adalah tamu disini. Biarkan saja prajurit Itsuki yang merampungkannya. Lagipula kamu melakukan semua itu adalah bukan hal yang salah! Kamu melakukan semua itu adalah untuk menyelamatkan putriku. Lagipula kelompok-kelompok seperti mereka seharusnya memang dilenyapkan. Karena hanya akan selalu menggaggu dan merusak lingkungan." jawab sang Kaisar Itsuki.