
Nouhime masih menyusuri daerah hutan itu, karena dia melihat Zhou memasuki hutan itu beberapa saat yang lalu. Jalanan yang sedikit landai dan dipenuhi dengan pepohonan serta semak belukar itu dia terus lalui berharap akan segera menemukan Zhou, agar bisa sedikit membantu Zhou untuk membersihkan dirinya.
Namun sudah berjalan beberapa saat dan cukup jauh, dia masih belum juga menemukan keberadaan Zhou hingga sampai saat ini. Dan itu tak menurunkan semangat serta keberaniannya untuk semakin memasuki lebih jauh lagi hutan itu.
"Dimana Hadess? Aku melihatnya memasuki hutan ini, namun mengapa aku masih belum menemukan dia? Pergi kemana dia ya? Uhhm ..." gumam Nouhime berhenti tepat ketika melihat sebuah persimpangan dan membentuk 2 jalan berbeda arah.
"Hadess dimana ya? Seharusnya dia pergi mencari sumber mata air bukan? Jika menurut feelling ku, itu artinya dia pergi ke arah sini." gumamnya lagi mulai mengambil jalan sebelah kanan.
Memang benar jalan itu akhirnya mengantarkannya pada sebuah sungai. Namun lagi-lagi Nouhime tak melihat keberadaan Zhou disini. Dan hal ini cukup membuatnya bingung.
Namun rupanya tanpa disadari oleh Nouhime sebelumnya, rupanya sudah sejak dari tadi wanita cantik itu telah diamati dari kejauhan. Aura makhluk itu begitu dingin dan kelam. Hingga akhirnya Nouhime mulai menyadarinya dan pandangan mereka saling bertemu.
GRRRR ...
Tepat berada di seberang sungai, Nouhime melihat seekor harimau putih yang sedang mengawasinya. Sorot matanya berwarna merah dan sangat tajam menatap Nouhime, seakan dia sudah bersiap untuk menerkamnya.
Seketika Nouhime merasa kesulitan untuk bernafas maupun menelan salivanya, satu langkah dia mundur meski langkah kakinya terasa begitu berat.
CTAKK ...
Ranting kayu itu dipijaknya membuatnya semakin terkejut bukan main. Tubuhnya sudah gemetaran hebat karena tatapan tajam dan penuh hasratt ingin membunuh dari sang harimau putih.
GGGRR ...
Harimau putih itu kini mulai melompat tinggi dan sangat jauh di atas sungai itu, hingga akhirnya dia bisa mencapai seberang sungai dimana Nouhime berada. Sementara Nouhime membeku seketika, namun dia berusaha untuk mundur kembali. Namun rupanya dia malah terjatuh.
Sang harimau putih itu mulai berjalan mendekati Nouhime dan mulai melompat ingin ingin menerkam Nouhime. Nouhime memejamkan sepasang matanya saking ketakutannya, karena dia sudah tak bisa berdiri dan berlari kembali saking ketakutannya.
GRRRR ...
JLEBB ...
Namun tepat sebelum harimau putih itu berhasil menyentuh Nouhime, sebuah tombak berwarna kemerahan melesat sangat cepat hingga mengenai perut harimau putih itu dan menancap pada sebuah pohon besar.
Harimau putih itu meringkik kesakitan dan tubuhnya semakin bergetar hebat saat melihat sang pemilik tombak Jumonji yari itu yang mulai melenggang gagah mendekatinya. Dalam hitungan detik saja, tubuh harimau putih itu mulai melebur dan menghilang bagaikan debu bersama udara.
Setelah mengambil Jumonji yari miliknya, Zhou mulai menghampiri dan duduk bersimpuh di hadapan Nouhime yang masih duduk meringkuk ketakutan. Bahkan dia tidak menyadari kehadiran Zhou saat ini dan berpikir jika dia sudah akan berakhir menjadi santapan siluman harimau putih itu.
"Nouhime, apa kamu baik-baik saja?" ucap Zhou membuat Nouhime mendongak menatap Zhou.
"Ha-Hadess ... kaukah itu? Kaukah itu? Hiks ... aku takut sekali ... hiks ..." Nouhime menangis dan langsung melempar tubuhnya memeluk Zhou.
"Iya. Ini aku. Mengapa kamu ada disini? Semua prajurit sedang mencarimu."
"Aku hanya datang untuk menyusulmu dan ingin membantumu membersihkan pakaianmu yang terkena darah itu. Tapi aku malah bertemu dengan siluman harimau putih itu." jawab Nouhime masih gemetaran.
"Seharusnya kamu tetap bersama dengan mereka dan menungguku hingga kembali. Alam dan dunia luar sangat berbahaya. Karena hukum alam akan tetap berlaku dimanapun kita berada, tanpa memangdang kasta atau apapun itu. Jangan pernah jauh dari penjagaan para prajurit. Dan ayo kita segera kembali!" ucap Zhou melepas pelukan Nouhime.
"Baik, maaf ..."
Zhou mulai berdiri. Untuk beberapa saat Nouhime masih saja terduduk. Hingga akhirnya dia berusaha untuk bangun kembali. Namun baru melangkah dua langkah saja, tubuh Nouhime terhuyung dan dia sudah hampir terjatuh lagi. Dengan cepat Zhou segera meraihnya dan menahan tubuhnya.
"Duduklah. Aku akan memeriksanya sebentar ..."
Dengan patuh Nouhime segera duduk di atas sebuah kayu tumbang yang berada tak jauh dari mereka berdua. Lalu Zhou duduk bersimpuh di hadapannya.
Dengan pelan dan hati-hati Zhou memeriksa kaki Nouhime untuk mencari tau bagian mana yang mengalami terkilir. Hingga akhirnya dia berhasil menemukannya. Sebuah pijatan lembut membuat Nouhime berdebar dan merona.
"Tahan nafas sebentar, dan bayangkan sesuatu yang membuatmu bahagia ..." titah Zhou mendongak menatap Nouhime, sementara kedua tangannya masih memegang kaki Nouhime.
"Eh? Ba-baiklah ..." ucap Nouhime terbata karena tiba-tiba menjadi gugup.
Namun dia mulai melakukan sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Zhou sebelumnya. Sementara Zhou mulai membenarkan saraf yang tergeser pada kaki putih nan mulus itu.
Hati yang berbunga-bunya karena membayangkan kebersamaan mereka berdua di masa lalu membuat Nouhime melupakan rasa sakit yang dia rasakan pada kakinya saat ini.
"Sudah selesai. Kakimu sudah baik-baik saja." ucap Zhou membuyarkan angan Nouhime.
"Eh? Sudah selesai? Benarkah? Rasanya tidak sakit sama sekali." ucap Nouhime menggerak-gerakkan kakinya dan memang sudah merasakan lebih baik.
"Itu karena kamu sedang memikirkan sesuatu yang membuatmu bahagia." jawab Zhou tersenyum tipis. "Ya sudah ayo kita segera kembali! Para prajurit sudah menunggu kita."
"Hhm. Iya!" sahut Nouhime lalu berdiri.
Namun baru saja berjalan beberapa langkah, dia kembali merasakan sakit dan reflek berpegangan pada lengan Zhou.
"Ada apa? Apa masih terasa sakit?"
"Saat duduk sudah tidak terasa sakit, namun saat menggunakannya untuk berjalan tiba-tiba kembali terasa sakit."
"Sebenarnya itu adalah hal yang wajar, karena saraf itu masih terlalu tegang dan masih masa pemulihan. Baiklah. Aku akan menggendongmu." ucap Zhou seadanya dan mulai menggendong depan Nouhime.
"Te-terima kasih, Hadess ..."
"Hhm. Berpeganganlah yang erat karena aku akan menggunakan sedikit kekuatanku agar lebih cepat sampai. Biar bagaimanapun kita harus segera sampai di istana Fumio."
"Ba-baik ..." Nouhime segera mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Zhou.
Zhou menggunakan sedikit kekuatannya , melesat dengan cepat melewati hutan ini dan berhasil kembali menyusul para prajurit Nobuhide.
Namun lagi-lagi mereka dikejutkan oleh kedatangan panglima perang mereka yang datang dengan menggendong depan petmaisuri Nouhime.
Namun tak ada satupun dari mereka yang berani mengatakan sesuatu, karena mereka juga melihat kaki kanan Nouhime sedikit bengkak dan memar.
...⚜⚜⚜...
Bonus visual Nouhime saat dia dalam pengawalan para prajurit Nobuhide dan hanya memakai jubah lapis sederhana, karena jubah lapis sebelumnya dirusak oleh para bandit yang berusaha untuk melecehkannya.