
Setelah Zhou berjalan beberapa saat di dalam pavilliun Asatsuyu, akhirnya Zhou mulai melihat seorang pria tua yang sedang berdiri membelakangi dirinya di teras pavillun Asatsuyu.
Pria tua dengan balutan jubah kebanggaannya berwarna putih keemasan itu terlihat sedang menatap langit dan awan berwarna jingga samar di hadapannya, karena awan-awan itu saat ini mulai terkena sinar mentari pagi.
Terbesit sebuah perasaan yang sulit untuk diartikan di dalam hati Zhou. Ada perasaan rindu, haru, namun juga ada sebuah amarah di dalamnya. Tentu saja ada rasa kecewa dan amarah, karena pria tua itulah yang telah mengurung ibundanya selama ini.
Zhou menghela nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan.
"Yang Mulia Kaisar Langit ... aku Hadess menghadap Dewa Kagutsuchi." ucap Zhou memberikan salam penuh hormat untuk pria tua dengan jubah kebanggaannya yang berwarna putih keemasan, serta menggunakan mahkota langit yang agung.
Meskipun ada sebuah rasa kecewa dan amarah, namun Zhou tetap masih sangat menghormati sang kakek. Seperti yang dikatakan oleh orang-orang, Dewa Kagatsuchi memang cukup keras, tegas, disiplin, dan selalu menjaga komitmennya.
Namun Zhou berharap dengan kedatangannya hari ini, dia bisa melembutkan hati pria tua yang sudah menjadi seorang Kaisar Langit selama ribuan tahun itu. Tapi biar bagaimanapun dia adalah seorang ayah dan seorang kakek.
Sang Kaisar Langit kini mulai terdiam selama beberapa saat karena menyadari kehadiran aura dari Zhou yang sedikit berbeda dari ras para dewa langit. Lalu dia berbalik dan menatap lekat Zhou dari kejauhan. Menelisiknya seolah-olah sedang ingin mencari tau siapa Zhou yang sebenarnya.
Campuran darah dewa dan manusia? Meskipun darah dewanya lebih mendominasi, namun tetap saja darah manusianya juga kentara. Sebenarnya siapa dia? Atau jangan-jangan ... dia adalah putra dari Amaterasu dan Takenaka Fumio? Tidak mungkin! Aku bahkan sama sekali tidak pernah mengetahui jika Amaterasu memiliki seorang putra!
Batin sang Kaisar Langit berpikir keras.
"Siapa kamu? Dan ada kepentingan apa hingga kamu datang mencariku?! Aturan langit sangat ketat! Jika sampai kamu terbukti adalah seorang penyusup, maka hukuman halilintar tak akan bisa menyelamatkamu lagi." ucap sang kaisar Langit dengan penuh penekanan dan setiap pengucapannya terdengar begitu bijak.
"Yang Mulia Kaisar Langit. Aku adalah Hadess. Putra dari Dewi Amaterasu dan Takenaka Fumio." ucap Zhou menjelaskan.
Mendengar pernyataan itu, seketika sang Kaisar Langit terdiam karena merasa sangat terkejut. Dia sungguh tidak menyangka dan dia sungguh tidak tau, jika selama ini putrinya sudah memiliki seorang putra ketika sang putri bungsu meninggalkan alam langit saat itu. Hal ini cukup mengejutkan dirinya.
"Dan aku datang untuk memohon kepada yang mulia agar bisa melepaskan segel Taman Langit Barat untuk ibunda. Dan tolong ijinkan kami untuk berkumpul bersama kembali." ucap Zhou dengan nada rendah dan penuh hormat.
Membutuhkan waktu selama beberapa detik untuk mencerna untaian kata dari Zhou. Keterkejutan itu masih menyelimuti diri sang Kaisar Langit. Sebenarnya dia juga merasa iba dan merasa bersalah karena telah memisahkan mereka, bahkan sejak Zhou terlahir.
"Dunia langit dan semua alam lain, sedang berada dalam sebuah ancaman. Kelak di masa depan akan ada putra dan keturunan dari seorang iblis yang akan memiliki sebuah impian untuk menjadi penguasa dunia di segala alam. Dan diramalkan akan ada seorang anak laki-laki yang terlahir di dunia fana dengan kekuatan dewanya. Dia memiliki sebuah tanda dari Dewa Matahari yang di situasi tertentu akan terlihat. Tepat saat dia berusia 20 tahun, maka itulah masanya untuk berperang menyelamatkan dunia ini dari kehancuran itu. Apakah kamu bersedia untuk mencari anak itu si dunia fana? Hanya anak itu yang ditakdirkan untuk mengalahkan mereka dan menyelamatkan 3 dunia dari kehancuran. Aku akan melepaskan ibundamu untukmu, Cucuku Hadess. Tapi tolong cari anak itu ..."
Rahang tegas Zhou mengeras, tanpa sadar tangannya mulai mengepal saat mendengarkan semua itu. Dia masih sangat tidak menyangka dengan semua ini, jika ternyata putranya akan terlahir dengan mengemban sebuah tanggung jawab besar untuk menyelamatkan 3 dunia dari kehancuran sekaligus.
Sebagai seorang ayah, tentu saja Zhou merasa sangat berat dan tidak tega dengan takdir yang harus dilakukan olah sang putra di masa depan. Namun, tak ada pilihan lain. Takdir yang telah tertulis dan diramalkan suatu saat pasti akan tetap terjadi.
"Apakah ramalan itu akan benar-benar terjadi?" tanya Zhou lirih.
"Ramalan langit akan selalu terjadi. Dan itu semua akan sangat tepat. Hanya saja kami tidak bisa menemukan keturunan iblis itu saat ini. Sebuah kekuatan yang sangat kuat telah melindunginya dan membuatnya tak bisa ditemukan dengan mudah. Namun aku sangat merasa yakin jika mereka sudah terlahir di dunia manusia. Bahkan anak laki-laki yang dianugrahi dengan kekuatan api dari sang Dewa Matahari juga sudah terlahir." ucap sang Kaisar Langit lagi mulai melenggang beberapa langkah untuk mendekati Zhou.
Kini sebuah senyuman hangat mulai menghiasi wajah pria tua itu saat menatap Zhou.
"Maafkan kakek. Kakek sama sekali tidak mengetahui jika selama ini kakek memiliki seorang cucu dari Amaterasu. Selama ini kakek juga menghukum ibundamu dan malah mengurung ibundamu di Taman Langit Barat. Itu karena kakek takut dia akan kembali meninggalkan langit kembali. Ibundamu terkadang sangat keras kepala dan suka memberontak saat dia remaja."
Ucap pria tua itu yang sebenarnya terlihat begitu menyayangi ibunda Zhou, sangat terlihat dari cara dia bercerita tentang Amaterasu.
"Namun ... saat ini ... saat kakek melihatmu, kakek merasa jika kakek sudah terlalu keras dengan kalian. Maaf ... maaf jika kakek sudah memisahkan kalian. Kakek ... akan melepaskan segel itu. Dan kalian bisa bersama." imbuh sang Kaisar Langit dengan seulas senyum hangat.
"Terima kasih, Kakek. Aku berjanji akan membawa anak itu saat dia berusia 20 tahun. Dan ... aku sendirilah yang akan melatih dan mempersiapkannya dengan baik untuk menjadi seorang ksatria tangguh yang kelak akan menyelamatkan dunia ini!" ucap Zhou yang sebenarnya merasa sangat berat untuk melakukan semua ini.
Memang benar dia adalah seorang Dewa Perang yang mengemban tugas yang berat, namun dia juga seorang ayah yang tentunya akan sangat bersedih dan berat ketika menyadari jika sang putra juga memiliki sebuah takdir hidup dan tanggung jawab yang lebih berat dari dirinya.
"Aku percaya padamu, Cucuku Hadess! Setelah kembali, jangan lupa untuk selalu datang dan berkunjung ke istana langit. Atau kalian juga bisa tinggal disini jika kalian mau." ucap sang Kaisar Langit yang tiba-tiba memiliki perilaku sangat berubah drastis.
Yang biasanya dingin dan selalu tegas, namun dia mulai menjadi lembut dan bahkan bisa tersenyum saat melihat dan bertemu dengan Hadess, cucu dari putri bungsunya.
...⚜⚜⚜...
Nb :
Hallo, saya Anezaki. Sebenarnya kisah Zhou sudah selesai. Apakah ada yang ingin dilanjutkan hingga petualangan sang putra yang akan menyelamatkan dunia dari ancaman kehancuran seperti yang telah diramalkan? Yuk tulis di kolom komentar ya ...