
Sang Kaisar Langit memberikan titahnya kepada beberapa prajurit senior langit untuk menjemput dan melepaskan Dewi Amaterasu dari Taman Langit Barat. Karena hukuman untuknya telah dicabut kembali.
Sementara Sang Kaisar Langit ataupun Dewa Kagutsuchi yang baru saja mengajak zhou berkeliling untuk melihat istana langit, kini mulai mengajak ke Zhou ke aula utama istana langit.
Bahkan kedua pria yang memiliki lepribadian bijak, datar dan dingin namun berbeda generasi ini, kini sudah tak sadar jika mereka telah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berbincang bersama.
Sang Kaisar Langit terlihat sangat antusias saat dia menceritakan tentang masa kecil ibunda Zhou yang juga memiliki watak keras kepala sama seperti dirinya disaat kecil.
Tak hanya itu saja, pria tua itu juga memberikan titahnya untuk pelayan istana langit untuk memberikan jamuan yang baik untuk Zhou. Beberapa master dan anggota keluarga istana juga terlihat berada di dalam aula utama membersamai mereka.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat, terlihat beberapa prajurit istana dengan seragam putihnya yang membuatnya terlihat gagah, mulai mendatangi aula utama dan menghadap mereka. Seorang wanita yang masih terlihat muda dan cantik juga datang bersama beberapa prajurit itu.
Wanita cantik dan masih terlihat muda itu mulai memberikan salam penghormatan untuk Sang Kaisar Langit dan berdiri tepat di sebelah Zhou.
Sangat terlihat wajah ayunya yang memperlihatkan ekspresi haru dan bahagia. Sesekali dia juga menengadahkan wajah ayunya untuk menatap Zhou.
Dia adalah Dewi Amaterasu, ibunda Zhou yang kini telah bebas dari hukuman langit dan segel. Dia sungguh sangat tidak menyangka jika kali ini putranya telah berhasil meluluhkan hati sang Kaisar Langit yang sangat keras. Padahal selama ini sang Kaisar Langit sangat keras dan tak akan mendengarkan pendapat apapun dari orang lain, termasuk istrinya sendiri.
"Amaterasu! Pergilah dan temuilah pria itu! Kali ini aku akan memberikan ijin dan restu untuk kalian! Tapi ingatlah! Kamu masih memiliki sebuah kewajiban sebagai seorang Dewi Matahari. Menerangi seluruh jagat raya ini adalah tugasmu. Kamu adalah seorang dewi matahari yang juga sebagai penguasa Takama no Hara (dataran langit yang tinggi). Masih ada tanggung jawabmu dan ritual yang masih harus tetap dilakukan saat menjelang musim panas akan tiba. Datanglah disaat itu tiba. Karena seluruh makhluk sedang berdoa kepadamu disaat itu." ucap sang Kaisar Langit.
"Selain itu, akan ada selalu pemujaan di kuil utama untuk pemujaan Dewi Amaterasu. Dan juga di kuil dalam Naiku di kuil Ise yang terletak di pulau Honshu. Karena cermin Yata-no-Kagami milikmu telah disimpan di dalam kuil ini. Dan setiap 20 tahun, akan ada upacara pemujaan bernama Shikinen Seingu, di mana pakaian dan makanan baru akan disajikan untukmu, Amaterasu. Datanglah saat upacara itu dilangsungkan."
Imbuh sang Kaisar Langit dengan nada bicara yang lebih bersahabat. Sungguh tidak seperti biasanya. Dan hal ini sungguh disadari oleh Amaterasu. Namun jauh di dalam lubuk hatinya wanita cantik yang memiliki suku dewa ini merasa sangat bahagia, karena pada akhirnya sang ayahanda mengijinkan dan memberikan restu untuk dirinya berkumpul kembali bersama orang-orang yang sangat disayanginya.
"Baik, Ayahanda. Terima kasih. Aku Amaterasu tak akan melupakan semua tugas dan kewajibanku sebagai Dewi Matahari untuk seluruh makhluk di dunia ini." ucap Dewi Amaterasu penuh haru sembari memberikan penghornatan penuh kembali.
"Hhm. Lakukan ritual sebelum meninggalkan istana langit dan ajak cucuku bersamamu!"
"Baik, Ayahanda." sahut Amaterasu dengan patuh dan segera menjalankan perintah ayahandanya untuk melakukan sebuah ritual alam langit sebelum mereka meninggalkan kekaisaran langit.
...⚜⚜⚜...
Selama ini Dewa Kagutsuchi sangat membenci dirinya dan tak pernah merestui hubungannya bersama Dewi Amaterasu. Bahkan kini dia malah mendengar jika Dewi Amaterasu malah menerima hukuman dan disegel di Taman Langit Barat oleh Dewa Kagutsuchi.
Tentu saja hal ini cukup membuat Takenaka Fumio resah dan gelisah. Dia sangat khawatir jika kaisar langit juga akan melakukan hal yang buruk untuknya.
Sementara Lily yang sedang berada di dalam sebuah pavilliun bersama putranya terlihat tenang seperti biasanya. Karena sampai saat ini dia masih belum mengetahui tentang ibunda Zhou yang ternyata adalah suku dewa langit.
Saat ini dia juga ditemani oleh sang bibi di dalam pavilliun ini. Lily merasa senang saat melihat sang putra yang sudah mulai berlatih berjalan lebih cepat dan dibantu oleh sang bibi.
Matahari bergulir, siang berganti malam. Dan malam telah berganti fajar. Dan disaat inilah Zhou sudah kembali lagi di istana Fumio. Dia datang bersama sang ibunda dan segera menemui Takenaka Fumio yang masih saja menghabiskan waktunya di aula utama untuk menunggu kembalinya sang putra.
"Yang Mulia Kaisar terdahulu, Kaisar Zhou sudah kembali!" seorang prajurit dalam mulai melaporkan hal itu untuk Takenaka Fumio.
Raut wajah yang pada awalnya penuh dengan kekhawatiran itu, kini seketika berubah menjadi penuh kelegaan. Dia segera berdiri dari singga sananya dan sudah tak sabar ingin menyambut sang putra.
Entah bagaimana hasilnya, Takenaka Fumio tidak terlalu mempermasalahkannya. Asalkan Zhou sudah bisa kembali dengan selamat saja, dia sudah akan merasa lega dan tenang.
Namun disaat Zhou mulai memasuki aula utama bersama dengan seorang wanita cantik dan masih terlihat muda, serta sangat tak asing baginya ... membuat senyuman Takenaka Fumio mulai membeku dan perlahan memudar.
Sepasang manik-manik kecoklatannya terpaku cukup lama memandangi wanita itu. Wanita yang yang pernah mengisi hatinya dan sangat dicintainya di masa lalu hingga kini.
Pria tua itu masih sulit untuk menerima semua ini. Dan malah menganggap seakan semua ini hanyalah sebuah mimpi di pagi hari. Namun seberapa kuat dia berusaha untuk terbangun dari mimpinya, itu hanyalah sia-sia. Karena apa yang sedang terjadi saat ini bukanlah sebuah mimpi. Ini adalah nyata!
"A-Amaterasu ... kaukah itu?" ucap Takenaka dengan suaranya yang bergetar, serta pandangannya masih saja tak berpaling menatap wanita cantik dengan jubah lapis indahnya yang berwarna biru muda keemasan.
Wanita cantik yang masih terlihat bak seorang gadis berusia 25 tahun itu kini tersenyum hangat dan mengangguk samar. Sepasang manik-manik indahnya mulai berkaca-kaca.
Suasana begitu penuh haru. Takenaka Fumio bahkan tak kuasa untuk membendung tangis harunya. Dia juga segera menuruni tangga di hadapan singga sananya dan segera menghampiri Amaterasu dan Zhou.
Pandangan pasangan yang sudah 25 tahun terpisahkan ini, masih saling bertemu dan saling menyapa dengan hangat. Hingga pada akhirnya Takenaka Fumio mulai meraih tubuh ramping Amaterasu dan mememuknya dengan hangat.
Tangis haru mulai pecah begitu saja. Suasana penuh keharuan ini juga dirasakan oleh orang-orang yang sedang berada di sekitar mereka. Termasuk Zhou.