The God of War

The God of War
Kelicikan Dan Kelicikan



Masih dengan tatapan yang tajam diantara keduanya, kini Zeus mulai menyamber sebuah kantong kecil berwarna hitam yang berisikan dengan sebuah biji tanaman maple Jepang. Zeus juga menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman miring.


"Terima kasih, Panglima Zhou! Aku akan merawat biji tanaman ini dengan baik. Sehingga pohonku lah yang akan tumbuh dengan baik setelah 3 bulan." ucap Zeus dengan penuh percaya diri.


Namun Zhou tak terlalu menanggapinya, Zhou hanya mengiyakan saja dengan bahasa matanya lalu segera melenggang mendekati para pangeran dan ksatria lainnya lagi untuj membagikan biji tanaman itu.


"Aku akan menegaskannya lagi. Dalam waktu 3 bulan tepat setelah bulan purnama, pangeran dan ksatria boleh kembali lagi ke istana Nobuhide dengan membawa hasil tanaman yang telah kalian tanam dan rawat." ucap Ranmaru lagi menegaskan setelah Zhou membagikan semua biji tanaman itu untuk para pangeran dan ksatria.


"Baik, kami akan kembali lagi setelah 3 bulan! Kalau begitu kami pamit, Yang Mulia Kaisar Nobuhide. Terima kasih atas penyambutan dan jamuannya." Zeus mulai memberikan salam penghormatan untuk kaisar Nobuhide lalu segera meninggalkan istana, bersamaan dengan para ksatria dan pangeran lainnya.


...⚜⚜⚜...


Para pangera dan ksatria mulai meninggalkan istana dan wilayah Nobuhide. Namun tiba-tiba saja seorang pemuda dengan pakaian zirah nya tanpa pelindung kepala mulai menghadang suatu rombongan dari pangeran Fumio.


Para prajurit menghentikan pacuan kudanya, hingga membuat kereta kecana yang dinaiki oleh pangeran Zeus juga terhenti. Karena merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi di luar, akhirnya Zeus mulai menyibak kain penutup dari kereta kencananya untuk mengintip sesuatu.


"Ada apa?! Mengapa berhenti?!" tanya Zeus menatap tajam ke arah pemuda dengan pakaian zirah itu.


"Ada prajurit dari Nobuhide yang ingin menyampaikan sesuatu untuk pangeran Zeus." ucap salah satu prajuritnya.


Sementara pemuda itu mulai menunduk dan memberikan salam penuh penghormatannya untuk Zeus.


"Apa yang ingin kamu sampaikan padaku?!" tanya Zeus menatap nyalang pemuda itu.


"Pangeran Zeus. Aku adalah Luoyi, prajurit dari Nobuhide. Aku sangat tau jika pangeran Zeus sangat mencintai dan ingin menikahi putri Matsu. Aku bisa membantu pangeran untuk menyelesaikan tugas sayembara ini dengan baik." ucap pemuda berpakaian zirah yang rupanya adalah Luoyi.


Sangat mencintai? Cihh ... aku bahkan ingin menikahi Matzu hanya ingin membalaskan dendamku untuk Toshie!


Batin Zeus memicingkan sepasang matanya menatap Luoyi. Lalu Zeus mulai menuruni kereta kencananya dengan sekali lompatan. Lalu Zeus mulai berjalan mengitari Luoyi, sosok pemuda yang masih begitu misterius untuknya. Karena tiba-tiba saja Luoyi mendatangi dirinya dan menawarkan dirinya seperti itu.


"Berani sekali kamu mendatangiku dan mengatakan hal seperti itu kepadaku!! Apa yang sedang kamu pikirkan?! Apa kau meremehkanku?! Apa kamu pikir aku tidak akan bisa menanam biji tanaman maple Jepang itu dengan baik? Hah?!!!" geram Zeus menakutkan dam merasa sangat diremehkan.


"Bu-bukan seperti itu, Pangeran Zeus. Tap-tapi maksudku adalah ..." ucap Luoyi terbata karena merasa ngeri melihat amarah dari Zeus.


"Bicara yang jelas atau aku akan mengirimkan kepalamu saja untuk istana Nobuhide karena kamu berusaha untuk mengkhianati mereka?!!" tandas Zeus yang sukses membuat Luoyi membulatkan sepasang matanya saing syoknya.


Luoyi benar-benar tak menyangka jika ternyata Zeus sangat menakutkan seperti ini.


Ucap Luoyi mulai melakukan sesuatu, dan tentunya ini adalah salah satu rencana liciknya juga. Yaitu mendekati Zeus untuk menghancurkan Zhou, karena Luoyi yang juga cerdik rupanya mencium gelagat Zhou yang menurutnya sedikit tak wajar karena Zhou menyarankan untuk menolak lamaran dari pangeran Zeus untuk putri Matzu.


"Aku akan membantu pangeran Zeus dalam sayembara kali ini. Namun pangeran juga harus membantuku untuk melakukan sesuatu." imbuh Luoyi memberanikan diri untuk menawarkan sebuah kesepakatan dengan Zeus.


"Katakan apa maumu?!" tanya Zeus dengan tatapan tajamnya, sorot matanya begitu dipenuhi dengan aura yang begitu kelam dan mencekam.


"Setelah pangeran Zeus berhasil menikahi putri Matzu. Tolong singkirkan panglima perang Zhou dari istana, bagaimanapun caranya!! Aku percaya pangeran Zeus sangat kuat dan juga cerdas. Pasti pangeran Zeus bisa melakukan semua ini dengan baik ..." ucap Luoyi mulaiengatakan permintaannya.


"Mengapa aku harus melakukan semua itu?" tanya Zeus masih dengan wajah beraura kelam itu.


"Karena panglima Zhou-lah yang sudah mencuci otak kaisar Nobuhide untuk menolak lamaran dari pangeran Zhou. Hingga kaisar malah menerima saran dari panglima Zhou untuk menyelenggarakan sayembara bodoh ini ..." ucap Luoyi berusaha untuk memperkeruh suasana, agar Zeus juga mulai membenci Zhou.


"Siapa sebenarnya Zhou? Kau terlihat begitu tak menyukainya. Dan kau terlihat begitu dendam kepadanya ..." tanya Zeus ingin tau.


"Dia dulunya adalah seorang pemuda biasa yang berasal dari kampung. Kami hidup di dalam satu desa di masa lalu. Namun dia yang tak tau diri malah merebut segalanya dariku. Aku juga tak ingin dia melakukan hal seperti itu untuk orang lain. Terutama dengan pangeran Zeus ..." uca Luoyi berusaha untuk mengambil hati Zeus.


Ckk ... rupanya pemuda bodoh sedang berusaha untuk memperalatku ya untuk menyingkirkan panglima Zhou?! Berani sekali dia?!! Apa dia sudah bosan hidup?! Ckk ... tunggu dulu, Zeus! Manfaatkan saja dia!! Gunakan saja dia untuk meraih kemenangan untuk sayembara kali ini!! Setelah kamu mempersunting putri Matzu, kamu boleh menyingkirkan Zhou sekaligus pemuda sampah ini. Hhmm ... begitu juga bagus!! Dua sekaligus tersingkir. Dan tentunya Toshie juga. Ahahah ...


Batin Zeus masih menatap Luoyi dengan sepasang mata yang memicing dan salah satu sudut bibir yang ditarik.


"Baiklah!! Tapi jika kamu berani berbohong dan mempermainkan aku, maka aku tak akan segan-segan untuk menjadi malaikat maut untukmu. Dan jika aku berhasil terpilih, maka aku akan menyingkirkan Zhou!" ucap Zeus dengan suara besarnya dan penuh intimidasi.


"Sekarang katakan padaku! Bagaimana caranya aku bisa memenangkan sayembara ini?! Kau mengatakan jika sayembara ini hanyalah sebuah jebakan bukan??!" ucap Zeus lagi.


"Benar sekali, Tuan ... sayembara ini adalah jebakan." jawab Luoyi dengan memperlihatkan wajah yang penuh dengan misteri. "Jadi begini tuan ..." kini Luoyi mulai mendekati Zeus dan membisikkan sesuatu untuk Zeus.


Zeus mendengarkannya dengan seksama. Meskipun ucapan dari Luoyi masih tidak bisa sepenuhnya dia percayai, setidaknya karena sebuah informasi ini, membuat Zeus untuk semakin berhati-hati untuk bergerak ke depannya.


"Jika sampai kamu berani berkata omong kosong, disaat itulah aku akan memenggal kepalamu di depan semua orang!" tandas Zeus menggelegar.


Ucapan Zeus sempat membuat Luoyi terperanjat dan merinding. Namun akhirnya setelah beberapa saat Luoyi menjadi tenang kembali, karena informasi yang dia berikan untuk Zeus adalah benar dan bukanlah omong kosong.


...⚜⚜⚜...