
Pria terakhir yang tersisa dari klan Genda itu mulai menyampaikan sesuatu kepada Zeus.
"Yang Mulia Kaisar Zeus. Selama ini aku sudah mencari tau sedikit tentang kekaisaran Nobuhide dan panglima perang mereka. Karena aku mendengar jika yang mulia sedang mencurigai mereka. Dan aku menemukan sesuatu yang cukup serius, Yang Mulia Zeus ..." ucap Himura mendongak menatap Zeus.
"Lanjutkan!" titah Zeus dengan penuh penekanan.
"Yang Mulia ... saat aku pergi ke pasar tradisional di Takaoka, tak sengaja aku bertemu dengan panglima Zhou dan rombongannya dari kekaisaran Nobuhide. Dan aku juga melihat wajah panglima Zhou saat itu. Dia tidak memakai penutup wajah." ucap Himura dengan ekspresi serius.
Mendengar ucapan dan melihat ekspresi serius dari Himura, yang seakan menyimpan sebuah informasi penting, membuat Zeus semakin mengkerutkan kedua alis tegasnya.
"Meskipun dari kejauhan, namun aku melihat wajahnya dengan sangat jelas. Dan seketika aku merasa sangat terkejut saat itu, Yang Mulia. Bahkan aku merasa aku sedang bermimpi atau aku merasa jika aku sudah berada di alam roh ..." ucap Himura seperti seseorang yang sedang resah dan gelisah.
"Katakan dengan jelas dan jangan berbelit-belit!" potong Zeus menandaskan dengan sangat tegas, membuat Himura seketika menciut hingga tubuhnya sedikit tersentak.
"Pa-panglima Zhou ad-adalah pa-pangeran Hadess, Yang Mulia ..." ucap Himura terbata dan gemetaran.
Tatapan Zeus seketika menjadi semakin tajam dan dipenuhi dengan kemurkaan. Pupil mata Zeus mulai terlihat merah menyala karena amarahnya yang kembali terpancing.
Selama ini dia merasa jika dirinya adalah yang terkuat dan bisa melenyapkan Hadess di masa lalu. Namun kini tiba-tiba salah satu kaki tangannya malah mengatakan dan menyinggung jika Hadess masih hidup.
Tentu saja hal itu sama saja dengan mengatakan jika Zeus sangat lemah dan tak bisa membereskan saudara tirinya dengan baik di masa lalu.
SSRRTT ...
Zeus berdiri dengan tegap lalu menarik pusaka kirasodo miliknya dan mengarahkannya pada Himura. Dia berniat untuk menghunuskannya. Namun tepat saat ujung pusaka kirasodo itu berada di dekat leher Himura dan hanya menyisakan beberapa inchi saja, Zeus menahan serangannya. Namun tatapannya masih dipenuhi dengan aura ingin membunuh.
"A-ampun, Yang Mulia Kaisar Zeus ... ampunnn ..." Himura memejamkan sepasang matanya dan memohon ampunan kepada Zeus dengan kedua tangan saling disatukan.
"Kau berani sekali mengatakan jika dia masih hidup?!! Apa menurutmu aku sangat lemah?!! Apa menurutmu Hadess itu lebih kuat jika dibanding denganku?!! Hahh??!! Apa kamu sudah bosan hidup?! Aku akan langsung mengirimmu ke alam baka jika kau memang menginginkannya!! Rasakan ini!! Hiaatthh!!"
Geram Zeus dengan aura kelam di sekitar tubuhnya dan kembali mendorong senjata kirasodo itu hingga sedikit menorehkan luka tipis pada leher Himura. Darah segar itu mulai mengalir dan Himura hanya bisa menahan nafasnya saja.
"A-ampun, Yang Mulia ..." pekik Himura lirih dan hampir saja tak terdengar.
"Yang Mulia Kaisar Zeus ..." ucap Nakai yang rupanya sudah menyusul ke dalam ruangan itu, membuat Zeus menahan serangannya kembali.
Zeus masih menatap Himura seakan haus akan darah. Sementara Nakai mulai mendekati Zeus untuk memberikan saran untuknya.
"Yang Mulia, jangan gegabah seperti ini. Selama ini Himura tak akan berani melawan perintah dari yang mulia. Dia akan selalu mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk yang mulia Zeus." ucap Nakai berusaha untuk menenangkan Zeus.
"Katakan apa rencanamu, Nakai?!" ucap Zeus yang kini beralih menatap Nakai masih dengan pupil berwarna merah menyala.
"Yang Mulia Kaisar, jika memang panglima Zhou adalah pangeran pertama Fumio, itu artinya dia telah selamat saat dia terjatuh dari tebing lembah kematian. Bahkan dia juga selamat dari hemlock saat itu." gumam Nakai berpikir keras lalu beralih menatap Himura.
"Himura, apa kamu yakin jika panglima Zhou adalah pangeran pertama dari Fumio? Pangeran Hadess yang telah kau serang dengan menggunakan tombakmu sebelum dia terjatuh dalam tebing lembah kematian?" imbuh Nakai bertanya untuk memastikan.
"Be-benar sekali, Panglima Nakai. Aku sangat yakin sekali. Bahkan aku juga mendengar dia berteman baik dengan Igurukingu. Elang perkasa yang selama ini hanya tunduk pada pangeran pertama Hadess." ucap Himura dengan jujur.
Mendengar penjelasan itu membuat Zeus mengeraskan rahangnya dan semakin kuat mencengkeram pegangan pusaka kirasodo miliknya. Aura kelamnya semakin terasa kuat dan mencekam memenuhi seisi ruangan ini, membuat mereka semua merasa sesak dan kesulitan untuk bernafas. Kecuali Nakai, yang memang memiliki tingkat kekuatan spiritual yang cukup tinggi.
"Brengsekk!!" geram Zeus dengan amarah yang semakin memuncak.
Dia mengayunkan katana kirasodo miliknya ke sisi lain dan hempasan angin berwarna kebiruan pekat mulai keluar dari pedang pembunuh itu dan menyapu beberapa barang yang ada di dekatnya hingga beterbangan dan berakhir dengan sangat berantakan. Seperti telah terkena oleh pusaran angin ****** beliung saja.
"Jadi keparat itu masih hidup?? Lalu mengapa selama ini dia menyamar seperti ini?!! Sebenarnya yang sedang dia rencanakan?!!" geram Zeus lagi kembali mengayunkan pusaka kirasodo dan kembali memporak-porandakan beberapa barang lainnya lagi.
Himura semakin menciut melihat kekuatan dasyat Zeus yang semakin meningkat dan mengerikan ini.
"Tidak bisa!! Aku tidak bisa diam saja!! Aku harus segera melenyapkan dia!!" tandas Zeus tak sabaran.
"Jika seperti itu, maka akan memicu terjadinya sebuah peperangan dengan kekaisaran Nobuhide, Yang Mulia. Masalah ini akan semakin meluas." ucap Nakai memberanikan diri.
Zeus segera memberikan tatapan tajamnya untuk Nakai dan mendongakkan wajah Nakai dengan ujung pusaka kirasodo miliknya. Bahkan sempat membuat dagu Nakai sedikit terluka.
"Meluas ataupun tidak, semua akan tetap saja menjadi semakin meluas!! Karena cepat atau lambat aku akan menguasai seluruh dunia ini! Semua akan bertekuk lutut padaku! Dan kali ini aku akan melenyapkan Hadess dengan benar!! Aku tidak akan membiarkan dia hidup kali ini!!" geramnya dengan suara yang menggelegar seisi ruangan.
Di tengah-tengan amarahnya yang sudah semakin memuncak, tiba-tiba saja ekspresi Zeus seketika berubah drastis. Keningnya mengkerut dan ekspresi penuh kebencian masih sangat kentara terukir di wajahnya. Saat ini Zeus mulai teringat dengan sosok Nouhime dan kebohongan yang telah dilakukan oleh Nouhime kepadanya.
"Panggil permaisuri Nouhime sekarang juga kesini!!" titahnya dengan suara yang menggaung di seluruh ruangan.
"Baik, Yang Mulia Kaisar." sahut salah satu prajurit segera bergegas pergi.
"Nakai, awasi selalu Himura! Dia tak boleh meninggalkan Fumio tanpa perintah dariku!!" tandas Zeus lagi.
"Baik, Yang Mulia Kaisar Zeus!"