The God of War

The God of War
Terlahirnya Kirasodo Dan Tubuh Abadi



Acara kedewasaan yang diadakan oleh penduduk kota Akita berlangsung dengan sangat meriah, karena pada periode kali ini telah dihadiri oleh salah satu keluarga istana, yaitu pangeran Toshie.


Para peserta cukup banyak yang mengikuti acara kedewasaan pada periode kali ini. Dan tentu saja mereka saling memperlihatkan bakat dan kemampuan mereka dalam bersilat dengan sebaik mungkin.


Karena tak menutup kemungkinan, jika pangeran Toshie juga akan memilih beberapa generasi muda yang berbakat untuk dibawanya ke ibu kota untuk dijadikan sebagai prajurit istana.


Kompetisi di atas panggung pertarungan terjadi dengan para peserta yang naik berpasangan dengan lawan masing-masing, hingga akhirnya mendapatkan seorang pemenang sejati pada periode ini. Dia adalah Nagamasa, seorang pemuda yang sebenarnya tinggal di area pedesaan di kota Akita dan masih cukup muda, 20 tahun.


Kompetisi dilakukan dengan cara adil dan sportif. Tidak ada yang menyisakan dendam atas kekalahan. Karena mereka sudah selalu dididik seperti itu sejak saat remaja.


Pangeran Toshie memberikan sebuah penghargaan atas pencapaian Nagamana karena sudah disahkan sebagai seorang pemenang dari acara kedewasaan kali ini. Sebuah pakaian mewah dan juga beberapa ratus keping emas.


Bahkan pada kesempatan kali ini pangeran Toshie mengajak Nagamasa untuk pergi ke ibu kota dan akan dijadikan seorang prajurit. Karena selama ini Nagamasa juga seorang yatim piatu dan hanya tinggal bersama dengan paman dan bibi jauhnya saja.


Paman dan bibinya tentu saja melepaskan dengan senang hati, dan merasa jika semua ini adalah sebuah kehormatan untuknya, karena keponakannya akan diberikan sebuah kesempatan untuk mengabdi pada kekaisaran Nobuhide.


Setelah upacara puncak telah diselesaikan, keluara kekaisaran Nobuhide memutuskan untuk segera kembali ke ibu kota. Sebuah perjalanan yang cukup panjang mulai dilakukan.


...⚜⚜⚜...


Karena merasa sangat terancam, akhirnya Zeus mulai bergerak kembali dengan lebih matang. Zeus mengumpulkan kembali prajurit dan membuat hampir sebagian besar prajurit kekaisaran Fumio berpihak sepenuhnya untuknya.


Harta, tahta, ratusan keping emas, wanita, kemewahan telah Zeus janjikan untuk mereka jika mereka tetap berada di pihaknya apapun yang terjadi, sekalipun bumi hancur dan menjadi debu.


Namun selain semua itu, tentu saja mereka juga memang akan mengabdi sepenuhnya untuk Zeus, karena para prajurit sudah berjanji kepada dirinya masing-masing untuk selalu berada di dalam jalannya membela Fumio hingga titik darah penghabisan.


Mereka tak pernah tau seperti apa Zeus yang sebenarnya. Jika dialah yang telah melenyapkan pangeran Hadess di masa lalu. Dan semua itu hanya diketahui oleh Zeus, Zhou, Nouhime dan kelima klan yang mendukung Zeus selama ini.


Ribuan prajurit dan sebuah klan yang tersisa tak cukup membuat Zeus merasa puas, hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk memperkuat dirinya dengan mengikuti sebuah sekte gelap dan sesat yang menjanjikan dirinya akan menjadi kuat dan tak terkalahkan.


Dia meninggalkan istana Fumio selama beberapa saat dan bergabung dalam sekte sesat itu, hingga dia memiliki sebuah kekuatan luar biasa yang bisa menghancurkan gunung menjadi debu. Namun bukan hanya itu saja, Zeus juga rela melakukan sesuatu untuk memperkuat dirinya.


Sebuah pengorbanan untuk menciptakan sebuah pedang terkuat dan tak akan terkalahkan juga Zeus lakukan. Zeus rela mengorbankan salah satu matanya untuk membuat sebuah pusaka yang tak akan terkalahkan dan abadi.


Gemuruh petir terdengar saling bersahutan di kala itu seakan alam juga menolak semua ini. Membuat semua makhluk beringsut ketakutan, karena takut dan merasakan jika sebuah bencana besar akan terjadi.


Zhou yang saat itu berada di tempat pelatihan di istana Nobuhide menyadari sebuah fenomena aneh kali ini. Perasaannya menjadi tak enak dan membuatnya sedikit cemas.


Dia menatap arah barat daya, dan instingnya mengatakan ada sesuatu yang besar telah terjadi di tempat pegunungan itu berada.


"Panglima Zhou? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Semua makhuk di bumi seakan menjadi sangat ketakutan saat ini? Apa bumi akan mengalami kehancuran?" Yaoyao yang berada tak jauh dari Zhou mulai bertanya, karena berpikiran jika Zhou mengetahui sesuatu.


Yaoyao juga mulai menatap waspada ke arah Zhou menatap.


"Perkuat pertahanan dan keamanan istana dan peringatkan semua prajurit untuk selalu siaga kapanpun itu!" sahut Zhou masih menatap lekat arah barat daya, yang sebenarnya sangat jauh dan berjarak ribuan mil dari tempatnya berada saat ini. Namun sebuah goncangan dasyat itu terasa hingga sampai diwilayah Nobuhide dan tentunya juga wilayah lain juga.


"Baik, Panglima Zhou!" sahut Yaoyao dengan sangat patuh dan segera menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Zhou.


Luoyi yang berada tak jauh dari mereka menyeringai misterius. Dan merasa kali ini semua rencananya bersama dengan Zeus akan berakhir. Dan Zhou


Kaisar Zeus sudah terlahir kembali menjadi sangat kuat, bertubuh abadi dan memiliki sebuah pusaka kuat yang tak terkalahkan! Kau akan menjadi abu dan akan segera lenyap, Zhou!!


Batin Luoyi menyeringai misterius dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Karena dia harus segera melakukan sesuatu. Sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Zeus.


Sementara itu, Hiroki Feng yang saat ini sedang bersemedi di dalam seebuah tempat khusus di istana Nobuhide, seketika menghentikan semedinya. Dia mulai membukan sepasang maatnya karena menyadari sebuah fenomena aneh ini yang akan membahayakan seluruh makhluk.


"Sesuatu yang buruk akan terjadi. Aku merasakan pusaka kirasodo telah terlahir kembali. Namun ... siapakah manusia serakah yang melakukan semua ini kali ini? Mengapa dia melahirkan pusaka kirasodo?" Hiroki Feng bergumam pelan saat menyadari semua ini.


...⚜⚜⚜...


Luoyi mulai menghampiri seorang pria paruh baya yang sebenarnya adalah seorang seniman. Pria tua itu sejak dari tadi berada di sebuah ruangan dan menghabiskan waktunya untuk melukis seorang pria tampan nan gagah dengan pakaian zirahnya di tengah badai salju.


Dia melukis dengan peralatan seadanya. Namun lukisannya sangat sempurna dan sangat mirip dengan seseorang tersebut.


Luoyi yang melihat maha karya tersebut menyeringai lebar dan terlihat sangat puas. Dia merasakan keberuntungan akan segera berpihak kepadanya.


"Lukisan ini sangat sempurna, Paman! Istri panglima Zhou pasti akan sangat menyukainya saat menyaksikan lukisan ini. Terima kasih banyak! Dan ini untuk paman. Di dalam sini ada 50 keping emas sebagai upah paman melukisnya. Dan tolong rahasiakan semua ini dari siapapun! Karena Lily berniat untuk memberikan sebuah kejutan untuk panglima Zhou."


Ucap Luoyi penuh binar dan segera mengambil sebuah kantong hitam kecil dari balik pakaian zirahnya lalu menyerahkannya kepada pria paruh baya itu.


"Tenang saja, Luoyi! Aku akan menyimpan rahasia ini. Panglima Zhou pasti akan sangat terharu dan senang ketika mendapatkan kejutan ini dari sang istri." pria paruh baya itu menyauti tulus tanpa ada rasa curiga sama sekali.


"Ya! Paman benar sekali!" sahut Luoyi mulai membungkus lukisan tersebut dengan sebuah kain putih dan membalutnya beberapa kali.


Luoyi segera pamit dan meninggalkan tempat itu. Dia menuju ke suatu tempat dan meninggalkan wilayah istana. Dan rupanya dia sudah ditunggu oleh seseorang, sang pengirim surat utusannya.


"Kirimkan lukisan ini untuk Kaisar Zeus di istana Fumio secepat mungkin!" titah Luoyi memberikan bungkusan kain putih yang berisi dengan lukisan itu.


"Baik!"