The God of War

The God of War
Saika Dan Kenshin



Musim gugur telah tiba, hembusan angin membuat daun-daun ginko dan maple yang sudah berubah warna menjadi keemasan dan kemerahan terjatuh menari-nari sebelum dia terjatuh.


Di malam yang sunyi dan dingin ini, seorang wanita sedang menggendong dan bersenandung lirih menidurkan putra kecilnya. Setiap menatap sang putra, maka akan selalu membuatnya merasa lebih tenang kembali. Dan tentu saja juga membuat dia melupakan segala beban hidupnya.


Setelah membaringkan sang putra di atas pembaringan, wanita yang tak lain adalah Lily itu kembali menyelesaikan rajutannya untuk menghilangkan rasa bosannya, karena dia masih belum mengantuk.


Namun tiba-tiba saja dia kembali termenung, seakan sedang ada yang sedang mengganggu pikirannya saat ini. Hembusan nafas kasarnya dibuangnya begitu saja.


"Mengapa Luoyi mengatakan hal seperti itu? Apakah permaisuri Nouhime dan suamiku pernah saling mengenal sebelumnya? Hingga mereka ... berpelukan? Sebenarnya apa yang terjadi?" gumamnya lirih dan kembali termenung.


"Dan lukisan apa yang dimaksud oleh paman Kei? Huft ... apapun itu, semoga suamiku selalu baik-baik saja dimanapun dia berada. Sudah cukup lama dia pergi mencari tanaman obat, tapi mengapa hingga sampai saat ini, dia masih belum kembali? Semoga dia dan para prajurit juga baik-baik saja." gumamnya lagi mulai merasa khawatir, karena Zhou dan para prajurit sudah hampir satu bulan meninggalkan istana Nobuhide.


...⚜⚜⚜...


Sementara itu di kekaisaran Fumio, seorang pelayan istanan tengah berjuang untuk melahirkan seorang bayi dengan dibantu oleh seorang tabib istana. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat.


Namun disaat yang sama, permaisuri Nouhime juga sedang mengalami pendarahan di usia kehamilan yang baru saja berusia 7 bulan ini. Sang tabib istana segera memeriksanya, dan rupanya permaisuri Nouhime melahirkan lebih cepat dari waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh tabib istana.


Namun kebahagiaan yang dirasakan oleh Nouhime seakan menjadi kesedihan dan lara untuknya, karena dia melahirkan seorang anak perempuan. Hatinya menjadi sakit dan nyeri ketika menyadari semua ini.


Nouhime begitu mengkhawatirkan putri kecilnya yang mungkin kebahagiaannya akan dirampas dan dibuang oleh Zeus, jika sampai Zeus mengetahuinya jika Nouhime malah melahirkan seorang bayi perempuan.


Nouhime memandangi putri kecilnya yang memiliki paras cantik, dengan kulit yang seputih susu dan selembut kapas.


"Putriku ... maafkan ibu. Tapi ibu melakukan semua ini untuk melindungimu. Ibu tidak mau jika sampai kaisar Zeus membuangmu ... maafkan ibu, Sayang ..." ucap Nouhime dengan isak tangisnya dan semakin memeluk putrinya yang masih tertidur di sampingnya.


Dia memakaikan sebuah kalung berliontin sebuah kristal trigonal kecil berwarna biru cerah pada leher putrinya. Dan kalung itu adalah sebagai penanda dan pelindung untuk putrinya.


Nouhime tidak ingin kehilangan putrinya, hingga pada akhirnya Nouhime meminta sang tabib istana untuk merahasiakan semua ini dari semua orang. Dan dia mulai merencanakan seauatu untuk menyelamatkan putrinya.


Bahkan Nouhime memanggil pelayan istana yang juga baru saja melahirkan seorang putra secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan prajurit lain. Karena kebetulan Zeus juga sedang tidak berada di istana kerena sedang mengunjungi suatu tempat.


Setelah beberapa saat akhirnya pelayan wanita itu datang dengan membawa bayi laki-lakinya dan juga suaminya. Mereka memberikan salam hormat untuk Nouhime yang masih duduk lemah dan pucat di atas pembaringannya.


"Salam hormat, Permaisuri. Kami datang menghadap sesuai permintaan dari permaisuri." ucap pria itu yang tak lain adalah salah satu prajurit Fumio.


"Kaisar Zeus sangat menginginkan seorang putra. Bisakah kalian menolongku? Aku tidak ingin kaisar Zeus membuang putriku. Jadi aku ingin menawarkan sesuatu pada kalian. Aku akan memberikan 1000 keping emas jika kalian mau merawat putriku dengan baik. Dan aku juga akan merawat putra kalian dengan baik. Dan aku juga akan memberikan pengobatan terbaik untuk putra kalian."


Dengan berat Nouhime menyampaikan hal tersebut kepada pasangan suami istri itu. Dadanya terasa sangat sesak dan nyeri ketika dia harus menukar putrinya sendiri yang sangat dia sayangi.


Pasangan suami istri itu saling berpandangan untuk beberapa saat karena terkejut bukan main. Mereka tak pernah mengira jika Nouhime akan mengatakan hal seperti ini.


Selama ini Nouhime sangat baik kepada pasangan suami istri itu dan sering membantu mereka dalam hal apapun. Bahkan Nouhime juga sering berjumpa dengan pelayan wanita itu saat mereka sedang sama-sama mengandung.


Setelah berpandangan cukup lama, akhirnya pasangan suami istri itu saling mengangguk dengan wajah penuh kekalutan. Saat ini putra mereka juga mengalami sedikit masalah kesehatan, dan tentu saja mereka berdua tak akan mampu untuk memberikan pengobatan terbaik untuk putra mereka.


"Permaisuri, kami menerimanya. Dan kami juga berjanji akan merawat putri makhkota dengan baik. Kami berjanji ..." ucap sang pria penuh dengan keyakinan.


Tak kuasa untuk membendungnya lagi, hingga akhirnya lelehan hangat itu membasahi pipi pucat Nouhime saat dia kembali memandangi putrinya.


Kesepakatan telah dibuat di antara mereka. Dan mereka juga sepakat untuk merahasiakan semua ini dari siapapun.


...⚜⚜⚜...


Berita kelahiran putranya telah didengar oleh Zeus yang saat ini berada di kota Shingen, salah satu kota besar yang berada dibawah kepemimpinannya. Dengan cepat dia segera memutuskan untuk kembali ke istananya.


Tentu saja Zeus merasa sangat senang, karena akhirnya dia mendapapatkan seorang putra dari Nouhime. Bahkan Zeus sangat tidak sabar untuk segera melihat putranya, hingga akhirnya dia menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk segera sampai di kekaisaran Fumio.


Dia memerintahkan kepada orang-orang kepercayaannya untuk mempersiapkan sebuah pesta perayaan ini secara besar-besaran untuk menyambut putra kecilnya.


"Istana Fumio telah mendapatkan sebuah keberuntungan, kebahagiaan dan cahaya barunya atas kelahiran dari putra mahkota yang bernama pangeran Fumio Kenshin!" seorang penasehat istana menggendong putra kecil Zeus di hadapan para keluarga istana dan rakyat yang saat itu berbondong datang untuk melihat calon putra mahkota kekaisaran Fumio.


Semua orang bersorak bahagia menyambut kelahiran Kenshin di Fumio. Bahkan Zeus juga terlihat begitu berbinar saat ini, karena keinginannya telah tercapai dengan begitu mudahnya.


Nouhime yang berdiri di dekat Zeus terus menatap pada satu titik dengan senyuman yang mulai memudar. Dan seketika tatapannya menjadi nanar, saat dia melihat seorang wanita pelayan istana sedang menggendong seorang bayi perempuan.


"Saika ..." gumam Nouhime lirih tanpa sadar.


Manik-manik bening yang sudah mulai berkaca-kaca itu masih menatap ke arah yang sama. Zeus yang menyadarinya seketika menatap Nouhime bingung, namun dia mulai mengikuti arah pandangan Nouhime.


"Permaisuri Nouhime ..." ucap Zeus membuyarkan angan Nouhime.


Nouhime menjadi gelagapan dan segera menunduk. Dia ketakutan dan khawatir jika Zeus akan curiga.


"Terima kasih sudah memberiku seorang putra. Dia sangat tampan ..." ucap Zeus untuk pertama kalinya tersenyum dengan tulus.


...⚜⚜⚜...