Srikandi Tanah Pasundan

Srikandi Tanah Pasundan
Kedatangan Mika



Sari dan Doni membawa Mika ke Solo di hari yang dijanjikan. Meski sempat diwarnai drama merajuk dari Gia yang ingin ikut serta bersama Mika tapi akhirnya Sari berhasil membujuk Gia dan berjanji akan segera mengunjunginya.


Mereka tiba di Solo saat tengah hari. Mobil mereka memasuki halaman luas di kediaman Saka. Mika dibuat takjub dengan rumah bergaya klasik modern milik Saka.


"Aunty, ini rumah aunty sendiri?" Tanya Mika saat keluar dari mobil.


"Bukan, ini semua milik Saka. Kami berdua dimintai bantuan untuk mengurus kesatrian baru miliknya."


"Wow, hebat sekali yang bernama Saka!" Nada sarkas terdengar di telinga Sari.


"Hhm, mungkin kamu bisa berkenalan dengannya. Nah lihatlah, yang punya rumah datang!" Sari menunjuk ke arah lelaki tampan dengan setelan kemeja putih yang dibiarkan terbuka sedikit di bagian atas dan celana pendek casual yang sedang berjalan mendekati mereka.


"Selamat datang, Mikaila! Akhirnya kita bisa bertemu disini. Semoga betah tinggal di gubuk kecil kami." Saka menyambut Mikaila dengan ramah.


"Gubuk kecil? Wow, merendah sekali!" Mika bergumam dengan menaikkan sebelah alisnya. Ia masih saja terlihat menjaga image nya saat melihat Saka yang tampan dan berpenampilan macho itu tersenyum menggoda.


"Ehm, Kania sama Eric dimana?" Sari celingukan mencari keberadaan sepupunya itu.


"Mereka dikebun belakang, sedang panen melon. Mika mau ikut ke kebun?" Saka menawarkan hal yang belum pernah Mika lakukan, berkebun. 


"Ada sayuran hidroponik juga disana, kita bisa langsung masak. Kebetulan udah siang juga kan? Kamu pasti lapar!" Saka meraih tangan Mika memaksanya ikut.


Dengan setengah hati Mika menurut dan mengikuti Saka. "Boleh juga, sepertinya menyenangkan!"


Sari terkekeh melihat wajah pasrah Mika, ia sudah membayangkan rencananya kali ini akan berhasil.


"Ketawanya seneng bener!" Doni berbisik saat berjalan bersama Sari.


"Well, lihat mereka!" Sari memberi kode, "Oh, double date?!" Doni akhirnya paham apa maksud istrinya.


"Yup, mereka serasi kan!"


Doni hanya bisa menggaruk kepalanya, dia bingung dengan rencana Sari. Dikebun belakang Kania dan Eric tengah asik menikmati kegiatan baru. Mereka melambaikan tangan pada Sari dan Doni, dengan wajah sumringah.


Saka memang tuan rumah yang baik, ia tahu cara mengakrabkan diri dengan tamunya. Mika yang kaku dan irit senyum dibuat beberapa kali terpingkal pingkal dengan tingkah jenakanya. Suasana yang tadinya kaku berubah menjadi hangat dan menyenangkan.


Sementara Kania, ia semakin tertarik dengan lelaki mapan dan tampan yang selalu mengerling nakal padanya. Siapa lagi kalau bukan Saka. 


Sari dan Doni menikmati siang itu dengan segelas jus melon segar buatan Kania, dan tentu saja memperhatikan pasangan muda yang sedang pendekatan.


"Mika sepertinya mulai lupa Pandji," Doni memasukkan potongan buah melon ke dalam mulutnya.


"Jangan senang dulu, ini baru hari pertama. Kangen itu muncul kalo udah lama nggak ketemu atau say hello beb!" Sahut Sari enteng sambil membuka lembaran majalah fashion di tangannya.


"Iya juga sih, we'll see aja kalo gitu." Doni kembali mengunyah buah segar, lalu bertanya lagi pada istrinya yang asyik membaca. "Rencana nanti malam jadi?"


"Mika!" Sari memanggilnya untuk mendekat.


"Ya aunty?" 


"Maaf mengganggu kesenanganmu, tapi aunty rasa kau perlu beristirahat sejenak." 


Mika menoleh ke arah Kania dan Eric sebentar lalu menjawab, "Baiklah, sepertinya aunty benar. Aku memang sedikit lelah."


Sari mengantar Mika ke kamar yang sudah dipersiapkan untuknya. Kamar Mika bersebelahan dengan kamar Kania, dan hanya selisih dua ruangan dari kamar Eric.


"Baiklah nona, ini kamarmu. Kamu akan ada disini mungkin untuk satu atau dua bulan ke depan."


Sari membuka pintu kamar tamu untuk Mika. Kamar yang cukup luas dilengkapi kamar mandi dengan interior mewah. Belum lagi deretan lemari dan meja rias mewah yang sengaja diletakkan Saka untuk memanjakan tamunya. Mika dibuat melongo saat Sari menunjukkan tiap sudut kamarnya.


"Ini lebih mirip resort mewah ketimbang kamar pribadi," gumamnya lirih.


"Gimana? Semoga kamu betah disini!" 


"Aunty apa ini tidak berlebihan?"


"Hmmm, nggak!" Sari menjawab cepat.


"Saka menyiapkan semuanya spesial untuk kita. Aku akan menjelaskannya nanti." Sari berhenti sejenak menatap Mika yang termangu. 


"Beristirahatlah sejenak, aku akan mengajakmu berkeliling. Mengenalkanmu pada sisi lain dunia!" 


Mika bingung ia tak mengerti apalagi Sari kemudian meletakkan kain lembut berwarna hitam di atas ranjangnya. 


"Ini untukmu, pakailah untuk debut pertama berpatroli denganku!"


"Apa ada acara makan malam spesial?" Tanya Mika pada Sari yang hendak menutup pintu.


"Hmmm, bukan! Kita akan berburu!" Sari mengerlingkan matanya sebelah.


Berburu? Apa maksudnya?


"Makan malam siap jam tujuh, jangan lewatkan Mika!" Seru Sari sembari menutup pintu kamar.


Mika semakin dibuat penasaran, ia mendekati ranjangnya dan mengambil kain hitam yang ternyata adalah jubah hitam lengkap dengan penutup wajah.


"Apa ini? Berburu dengan pakaian seperti ini? Aunty Sari pasti bercanda!" Ujar Mika lirih sambil menatap ke arah pintu.