Srikandi Tanah Pasundan

Srikandi Tanah Pasundan
Bantuan Kecil Pak Agus



Dari kejauhan Sari dan Doni memperhatikan kerumunan warga di balai desa. Ia menyerahkan pada pak Agus sepenuhnya. Tugasnya selesai sampai disini. Keberadaan Ali juga sudah diketahui Sari tinggal menunggu pihak kepolisian menjemputnya di suatu tempat.


Sari sudah mengurusnya jadi Ali tidak.mungkin bisa pergi kemana mana lagi. Dengan sedikit kejahilan Sari tentu saja, ia tidak ingin para pemuda tak bertanggung jawab itu mendapatkan hukuman ringan.


"Apa itu nggak kelewatan beb?" 


"No, ini cuma hukuman ringan aja. Bandingkan sama penderitaan pak Hisyam dan juga Shinta." 


Mengenang Shinta dalam memori yang dimasukinya sungguh menyesakkan dada Sari. Tapi takdir menyedihkan sudah jadi jalan nasib Shinta. Setidaknya pak Hisyam kini bernafas lega dan nama Shinta juga dibersihkan dari tuduhan keji yang hanya omong kosong.


"Gimana kalau polisi nggak percaya?" Doni khawatir apa yang sudah susah payah dilakukan mereka sia-sia.


"Hhm, aku sudah menempatkan Bimasena disana. Setiap mereka berkata bohong, mereka akan tersiksa dengan cara tak biasa."


Sari terkekeh membayangkan kejahilannya sendiri. "Maaf Shinta aku terpaksa memakai dirimu untuk mengerjai mereka. Kebenaran harus diungkapkan, jadi aku harap kamu nggak keberatan," 


Malam harinya, Sari bersantai sejenak ditemani segelas kopi dan cemilan singkong rebus yang disajikan istri pak Agus. Doni asik bermain dengan kucing-kucing lucu peliharaan pak Agus.


"Bapak tadi pesan mbak Sari dan mas Doni nunggu sebentar disini, bapak sedang bersih-bersih badan dulu!" Istrinya menyampaikan pesan pak Agus saat ia hendak masuk kembali ke dalam rumah.


Sari menatap jauh ke langit, mata tak biasanya menembus melintasi dimensi waktu. Bayangan pertempuran besar dengan tujuh dukun sakti dan para iblis yang ingin menguasai bumi terlihat jelas.


Geger geden dalam hitungan hari akan terjadi. Sari merasa kehabisan waktu. Tujuannya datang kembali ke Trowulan adalah meminta bantuan pak Agus menemukan ketujuh manusia yang membantu iblis seperti Airlangga. Atau minimal sebagai mata ketiga Sari di daerah timur.


Ketujuh dukun hitam itu berada dibawah kepemimpinan Andara, bukan tidak mungkin mereka jugalah yang membantu Airlangga kabur. Sekali manusia mencicipi manisnya godaan iblis ia akan mencobanya lagi dan lagi.


Sari menghela nafas berat, meski ia tahu Al akan mengatasi ketujuh dukun itu dengan baik tapi rasanya ada yang salah. Sari memang mengintip masa depan tapi entah mengapa, ia merasa ada yang terlewatkan.


"Maaf nunggu lama ya mbak, mas?" Pak Agus datang menyapa.


"Ah, nggak juga kok pak. Gimana masalah Shinta apa semua sudah selesai?" Sari penasaran dengan hasil kerjanya semalam.


"Sudah mbak, Alhamdulillah. Ali juga sudah diseret ke kantor polisi. Tapi ngomong-ngomong mbak Sari ngapain mereka sampai semuanya ketakutan begitu?"


Sari tertawa ditanya demikian, ia sampai mengeluarkan air mata membuat pak Agus bingung.


"Dia nggak ngapa-ngapain pak,cuma ngancem aja bakal mengebiri ketiganya dan …," Doni melirik sebentar ke arah Sari, ia menggelengkan kepala mengingat kejahilan istrinya.


"Dan?" Pak Agus bingung tapi juga penasaran hingga menatap keduanya bergantian.


"Saya tanamkan ilusi di otak mereka, ilusi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya!" jawab Sari dengan senyuman jahil.


"Haah, bisa begitu? Cck, mbak Sari memang luar biasa. Kasus yang sudah bertahun-tahun tak terpecahkan hanya dalam semalam selesai." Pak Agus berdecak kagum dengan kemampuan pasutri di depannya.


"Ngomong-ngomong sebenarnya mas sama mbak kesini ada apa? Pasti bukan karena kangen saya kan?" Sambungnya lagi.


Sari dan Doni kembali terkekeh, mereka saling berpandangan sejenak sebelum Sari menjawab.


"Kami kesini untuk meminta bantuan pak Agus!" Ekspresi Sari berubah serius.


"Bantuan?"


"Airlangga, musuh kami sudah kembali dari tidur panjangnya. Kami butuh bantuan bapak untuk mengawasi pergerakan yang mencurigakan dari sekutunya."


"Maksud kami manusia yang terang-terangan membantu mereka!" Sari menegaskan perkataannya.


"Tapi bagaimana saya bisa tahu manusia yang jadi sekutunya mbak?"


Sari dan Doni berpandangan, ia lalu menjawab.


"Untuk sementara memang belum, tapi setelah kami dan bantuan kecil datang pak Agus bisa mendeteksi mereka hanya dengan merasakan energinya saja,"


Sari kembali lagi terdiam menatap bulan yang kini hampir sempurna. 


"Gerhana bulan akan terjadi besok, aku sangat berharap semuanya baik-baik saja." Mata Sari tak berkedip menatap rembulan yang bersinar cantik malam ini.


"Bagaimana kondisi pakualaman?" Doni bertanya pada istrinya yang masih enggan mengalihkan pandangan.


"Tujuh portal kecil sudah terbuka. Kita harus mencari tahu siapa yang membuka portal itu. Aku yakin mereka berhubungan dengan Airlangga."


Sari menutup mata tak biasanya dan menoleh ke arah Doni. 


"Ini sedikit sulit tapi aku yakin mereka berasal dari beberapa daerah dekat sini!"


"Pak Agus, energi Airlangga terdeteksi di sekitar Trowulan. Apa disekitar sini terdapat beberapa orang pintar selain pak Agus?" 


Pak Agus berpikir sejenak, "Ehm, saya nggak bisa memastikan apa mereka terlibat atau tidak tapi …, dua orang yang saya kenal tergabung dalam paguyuban yang kabarnya sangat tertutup dan mempelajari ilmu hitam. Mereka sering mengadakan pertemuan rahasia di Jombang!"


"Jombang?" Doni mengernyit, ia mengingat sesuatu.


"Kenapa? Ada yang menarik dengan kota itu?" Sari penasaran dengan sikap suaminya.


"Aku pernah dengar kabar ada seorang paranormal sakti di kota Jombang tapi entah gimana ceritanya, tiba-tiba saja berita tentang kehebatan dia menghilang. Kantor kita sempat mau bikin liputan kesana tapi batal karena waktu survei tempat itu terasa … ehm, sedikit aneh!"


"Aneh? Berbau mistis maksudnya?" Sari kembali lagi bertanya.


"Iya begitulah, aku nggak mau tim kita ambil resiko seperti yang terjadi pada kita dimasa lalu jadi aku putusin buat ngeliput yang lain. Keselamatan tim yang utama kan?!" 


"Yah, keselamatan tim," ucapan Doni mengingatkan Sari pada kematian Ahmad, Rara dan juga Bagas. Hatinya perih teriris jika mengenang ketiganya.


"Maaf mbak, tapi yang saya sebutkan tadi hanya perkiraan saja bukan berarti kedua teman saya itu benar terlibat!" Pak Agus sedikit tidak enak hati mengingat dugaannya bisa menjadi tuduhan jahat yang tidak memiliki dasar kuat. 


"Hhhm, saya paham pak. Tapi bisa kan bapak awasi mereka? Untuk berjaga-jaga saja," 


Sari tetap berharap pak Agus membantunya. Mengawasi setiap pergerakan mencurigakan dan memantau keberadaan Airlangga.


"Saya usahakan mbak, apa pun demi kepentingan bersama." Pak Agus membaca pikiran Sari dan menyanggupinya.


"Lebih tepatnya keselamatan manusia dari kepunahan!" Sari menambahkan dengan seulas senyum masam.


Pertarungan Pandji dan ras iblis adalah pertarungan pembuka sebelum ia melawan Airlangga.


Aku akan pastikan riwayat mu tamat kali ini. Tidak akan ada lagi hibernasi dan imortalitas untukmu!


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Sore kakak2 sekalian, dibab ini khusus saya tambahkan untuk promosi salah satu author di Noveltoon juga, jika kakak2 berkenan silakan mampir jgn lupa untuk tinggalkan like, komen, ataupun hadiah n votenya jika suka...


kali ini yang saya promosikan karya dari kak Dire Febrian, berikut sinopsisnya,


...Semalam Dengan Istrimu...


...Author : DF_14...


Karena mabuk,  Viona, wanita yang sudah memiliki suami itu melakukan cinta satu malam dengan pria tampan dengan sejuta pesona. 


Viona, wanita berusia 25 tahun itu merasakan kejenuhan dalam rumah tangganya, awalnya hubungan dia dan suaminya begitu mesra dan harmonis namun tiba-tiba suaminya berubah menjadi sedikit tempramen dan jarang pulang, apalagi sudah dua tahun mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri lagi, tentu saja Viona sangat tersiksa dalam hubungan yang jenuh seperti ini.


Namun malam itu malah mengubah segalanya, dia seperti tersesat dan tak tau arah jalan untuk kembali, dengan pesona pria yang bernama Daniel Gilbert.


"Lupakan tentang semalam, anggap saja tidak terjadi apa-apa. Aku sudah memiliki suami."_ Viona Maharani.


"Itu pertama bagiku, karena itu kamu tidak bisa menyuruhku seenaknya untuk melupakan apa yang terjadi pada kita."_Daniel Gilbert.


Daniel Gilbert, seorang pria tampan yang terlahir dari keluarga kaya raya, banyak wanita yang memuja dirinya, begitu juga Viona, saat SMA Viona adalah pengagum rahasia pria itu.


Namun malam itu malah membuat mereka melakukan kesalahan terindah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


Bagaimana kisah cinta mereka? Apakah Viona anak setia pada suaminya atau berpaling pada Daniel?