Srikandi Tanah Pasundan

Srikandi Tanah Pasundan
Trik Jitu Sari



Sari kembali menghujani dukun itu dengan serangan bertubi-tubi. Bayangan Santi yang mengerang kesakitan membayang. Janjinya untuk menemukan dalang pembunuhan Santi pada keluarganya segera terwujud.


Lima tahun lalu Sari tidak mengetahui persis siapa musuhnya, dibantu Doni ia berusaha menyelidiki penyebab kematian Santi. Dan fakta yang ditemukan mengerucut pada dukun hitam yang ada dihadapannya saat ini.


Mendapat serangan bertubi-tubi membuat sang dukun tampan itu terpancing juga.


"Kau benar-benar merepotkan! Sayang sekali, padahal kita bisa bekerjasama!" Ia berujar seraya menyiapkan energi hitam miliknya didepan dada.


Sari mendengus kesal, "Jangan setengah setengah! Keluarkan seluruh kemampuanmu sekarang juga!"


Dukun hitam itu marah, ia berkali kali melepaskan sihir hitam ke arah Sari tapi semua itu sia-sia. Amarahnya meluap membuat sang dukun salah perhitungan, hingga pada satu serangan Sari berhasil mengembalikan bola sihir itu dan mengenai tepat di dadanya. 


Dukun yang tampan itu terlempar beberapa meter, ia muntah darah. Sihirnya berbalik menyerang tubuh nya sendiri. Dadanya nyeri dan seluruh tulang ditubuhnya terasa patah.


"K-kau!"


"Menyerah? Tidak ada ampun untukmu!" Sari kembali mengarahkan sengkayana padanya.


Dukun itu tak ciut nyali, ia berdiri dan merapal mantra hendak memanggil bantuan lain. Tapi sayang Sari tidak memberinya kesempatan. Dalam satu kedipan mata Sari telah mencekik lehernya lalu membantingnya keras ke tanah. 


"Kau tahu, aku benci manusia yang bersekutu dengan setan apalagi dengan Airlangga!"


Mata Sari berkilat kemerahan, dukun itu berusaha berontak tapi sayangnya kalah tenaga. Meski Sari wanita dia adalah immortal dan ada sedikit kegelapan dalam dirinya. Kekuatannya bisa melebihi kekuatan laki-laki.


"A-Airlangga? Ka-kau mengenalnya?" Ekspresi terkejut tak mampu disembunyikan sang dukun.


"Dia fans beratku, bagaimana aku tidak mengenalnya," bisik Sari ditelinga si dukun.


Mata dukun itu terbelalak. Ia masih terus meronta sementara Sari tidak mengendurkan cekikannya sedikitpun.


"Katakan dimana dia?"


"A-aku tidak bi-bisa mengatakannya … aakkkh," Sari menguatkan cekikan ya, "Aku berikan kau satu kesempatan lagi, dimana dia bersembunyi!"


"A-aku, akkhh … a-aku," Sari mulai tidak sabar. "Katakan cepat!" Hardiknya kembali menekan cengkraman tangannya.


"S-sisi selatan hutan, ada candi yang terbengkalai dalam hutan. Dia membangun istana disana, tempat persembunyian yang sebenarnya," jawab si dukun dengan nafas tersengal.


"Hutan? Hutan mana!" 


"Hutan tergelap dan terangker di pulau Jawa, hutan yang tak pernah dimasuki manusia. Hanya kami dan para sekutunya yang bisa memasuki hutan itu dengan mantra khusus,"


Sari menatap mata dukun yang kini pasrah dengan hidupnya itu. Matanya kembali berkilat, ia menyentuh kening si dukun. Sari menjelajah masuk dalam memorinya.


Dukun itu rupanya masih keturunan tanah Jawa, ia bersama enam dukun lain bersumpah setia pada Airlangga saat Airlangga berada di titik terlemahnya. Airlangga memberikan kekuatannya pada ketujuh dukun muda yang bersimpuh padanya.


Sari berusaha memperhatikan setiap wajah disana, tapi tabir hitam membuatnya tak bisa melihat dengan jelas. Ia hanya bisa melihat dukun muda yang ia masuki ingatannya dan satu orang lagi disebelahnya.


Mantra kuno terdengar dari mulut Airlangga yang kemudian diikuti yang lain, sayangnya Sari bahkan tidak bisa mendengar seluruhnya.


Sesuatu menutupi pendengarannya. Bukan sesuatu tapi mantra lain yang bekerja jika sisi kegelapan Sari mulai bereaksi.


"Jangan memasuki ingatannya lebih dalam lagi nduk! Berbahaya, belum waktunya kau tahu apa itu!" Suara yang Sari kenali sebagai kakek Wisesa.


Sari tersentak, dirinya seolah ditarik kembali ke tubuhnya oleh kekuatan besar. Detik berikutnya yang terjadi si dukun menatapnya dengan mata memelas.


"Aku sudah memberitahukan semua padamu! Lepaskan aku!"


Darah segar keluar dari hidungnya, energi Sari terlalu besar saat memasuki ingatannya. Dukun itu tak mampu menerima energi berlebihan dalam dirinya.


"Tentu, aku akan melepaskanmu!" 


Sari mengendurkan cekikan, ia perlahan berdiri dan menjauh. Dukun itu terbatuk, tapi dasar tidak tahu diuntung. Dilepaskan Sari malah ia kembali menyerang, ia meraih parang panjang yang terlepas dari salah satu tangan pasukan tulang.  


"Mati kau!" Teriak si dukun dengan mata melotot.


"Mati?" Sari batuk darah tapi ia tetap tersenyum. "Kau tahu apa artinya mati? Dasar dukun bodoh!" Sari tersenyum lebar, matanya berubah menjadi kebiruan.


Energi Siliwangi dan Sengkayana berpadu dalam tubuhnya. Sari menarik parang yang masih tertancap di perutnya. Mengeluarkan perlahan membuat si dukun gemetar.


"Ka-kau!"


Sari dengan mata kebiruan menatap sang dukun. "Aku tidak bisa membunuhmu sebagai manusia biasa. Karena aku tidak bisa melukai manusia." Sari mendorong si dukun yang masih termangu tak percaya. 


Sari kembali melanjutkan perkataannya. "Tapi aku  …. bisa membunuh pendosa sepertimu, yang rela membunuh sesamanya demi kedigdayaan!"


Kujangnya muncul begitu saja ditangan Sari. Sang dukun yang gemetar dan masih memegang parang, dengan nekat kembali menyerang Sari. Usaha yang sia-sia, kujang Siliwangi milik Sari terlebih dahulu menembus tepat di jantungnya. Energi kujang dilarikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.


Sang dukun jatuh bertumpu pada kedua lututnya. Nafasnya berhenti tepat saat Sari menarik keluar kujang Siliwangi miliknya. Kepalanya lemas terkulai dengan darah yang tak henti mengalir dari tubuhnya.


"Sampaikan salam ku pada Raja Iblis disana!"


Dengan kematian si dukun, pasukan tulang itu seketika melebur bagai debu. Mantra yang diucapkan si dukun untuk membangkitkan mereka telah hilang.


"Dari tanah kembali ke tanah!" Gumam Sari melihat pusaran debu yang bertiup seolah kembali masuk dalam rekahan tanah yang terbuka.


Burong-burong peliharaan si dukun pun menghilang. Fajar terlihat mengintip di ufuk timur dengan semburat jingga indah.


"Aunty!" Mika menyongsong tubuh Sari yang berjalan gontai.


Luka di tubuhnya belum menutup sempurna, tapi ia tetap berusaha berjalan meski sedikit pusing.


"Aunty gila! Kenapa aunty nggak nyerang balik itu dukun!"


"Gadis bodoh! Jika aku menyerangnya, itu artinya aku akan membunuh manusia. Itu terlarang untukku!" Jawab Sari dengan senyum yang dipaksa. Aliran energi ya kacau, darah masih mengalir cukup deras hingga membuatnya sedikit kehilangan kesadaran.


"Jadi aunty sengaja memancingnya? Aunty gila, benar -benar gila!"


Mika terus mengoceh mengabaikan pembelaan diri Sari. Ia tak peduli dengan penjelasan Sari yang masih tidak ia pahami. Sementara Sari mulai kehilangan kesadaran dalam pelukan Mika.


Mika, diamlah! Aku hanya butuh istirahat sejenak. Mungkin minum teh bersama Bayu dan Kakek Wisesa. 


Kau tahu Mika, kau sungguh cerewet!


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


...hai selamat sore teman2, mbak Sari datang menyapa. ...


...untuk 3 bab terakhir spesial saya persembahkan utk reader dr tanah rencong. terimakasih atas masukan dan kritiknya yaaa......


...perlu teman2 ketahui ketika menulis kami para author terutama saya pribadi tidak sembarangan menulis tanpa melakukan riset terlebih dahulu. beberapa literatur kami baca dan pelajari mulai dari Wikipedia, portal berita, sampai situs khusus dunia mistis....


... saya menarik benang merah dari semua pemberitaan dan mengambil salah satunya untuk diangkat menjadi cerita dengan sudut pandang saya sendiri....


...sama halnya seperti konsep hantu2 di tanah Jawa, di lain daerah juga memiliki nama dan konsep yang berbeda. contoh kuntilanak dlm mitos Jawa berasal dr beraneka mcm sebab dr mulai gantung diri, kecelakaan, meninggal dibunuh dll. saya hanya ingin mengambil salah satu konsep yang sy dapat dr berbagai sumber....


...mohon maaf jika ada selisih paham dan kata2 yang tidak sesuai. setiap org boleh berpendapat sesuai kepercayaannya masing2. perlu teman2 ingat ini adalah cerita fantasi yang didasarkan pada cerita mistis dan klenik yang beredar di masyarakat. setiap orang tentu saja memiliki pengalaman yang berbeda karena sampai kapan pun jin, setan, dan sebangsanya akan menggoda manusia sesuai dengan apa yang diimajinasikan manusia sendiri....


...saya harap setelah ini tidak adalagi perdebatan yang terjadi. mohon maaf sekali lagi apabila ada kesalahan penulisan dan typo dimana mana🙏...


...met sore, met rehat, salam damai aja yaa...😘😘😘...


...love u all,...


... cium sayang untuk semuanya ~ lia...