Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Takkan Mengganggu Kehidupanmu



Dikediaman keluarga Xander sangat terkejut saat mengetahui putri bungsunya ternyata belumlah meninggal, ia sungguh bahagia, namun kebahagiaan Xander hanya sekejab saat melihat laki-laki di hadapannya yang tak lain adalah Andra membuatnya menatap tajam sang empunya.


Xander masih mengingat laki-laki dihadapannya inilah laki-laki yang sudah ia hina dan ia maki sekarang muncul kembali membawa putri bungsunya yang teramat dia sayangi.


"Terima kasih kau sudah menjaga putriku, namun aku masih tidak merestui hubungan kalian," Ucap Xander begitu dingin tak ada kehangatan yang terlempar dari tutur katanya.


"Pa, Papa tidak bisa melakukan itu!" Ucap Kayla dengan sikapnya yang membuat Xander seperti masih melihat Kayla dimasa kecil.


"Sayang, kau tau, kau itu akan bertunangan dengan David dan kau harus bisa melepaskan laki-laki itu." Ucap Xander lembut dihadapan putrinya.


"Tidak Papa, Kayla tidak mencintai David!" Ucap Kayla berteriak membuat Xander yang lembut padanya menatap tajam dirinya.


"Pa, Kayla bahkan sudah menikah dengan Andra," Ucap Kayla dengan tangisnya yang sudah memenuhi pelupuk matanya.


"Kau menikah!" Ucap Xander begitu terkejut, Bianca dan Ruth yang ada dibelakangnya juga sama terkejutnya mendengar pengakuan dari Kayla.


"Kayla mohon sama Papa, Papa jangan memisahkan Kayla dengan Andra, Kayla sangat mencintai Andra Pa." Ucap Kayla menangis.


Andra yang mengetahui istrinya menangis begitu terisak hingga nafasnya tersengal segera berada disampingnya menopangnya ia takut Kayla tiba-tiba pingsan dengan keadaan yang seperti ini.


"Aku mohon, Tuan Xander kau jangan seperti ini pada Kayla, dia tak boleh stress, keadaannya akan down jika kau memperlakukannya seperti itu." Ucap Andra mencoba untuk membantu istrinya berbicara.


"Kau tidak tau apa-apa, kau bahkan tega sekali memisahkan anak dari orangtuanya dengan merencanakan kematian palsu Kayla," Ucap Xander dengan nada begitu tinggi.


"Pa, semua ini keinginan Kayla, Andra tidak salah disini, semua Kayla yang merencanakan karena Kayla tidak mau menikah dengan orang yang tidak Kayla cintai." Ucap Kayla memohon kepada Xander membuat amarah didiri Xander memuncak seketika ketika tangan kekarnya akan dilayangkan pada pipi mulus Kayla.


David yang sedari tadi diam tidak akan membiarkan kekerasan terjadi, dengan sigap David menahan tangan Xander dan dihempaskannya.


"Tuan, Kayla ini putri anda, sebegitu terobsesinya anda menjodohkan Kayla denganku tanpa memikirkan kebahagiaan putri anda, anda tau jika Kayla menikah denganku kita tak akan pernah bahagia." Ucap David mencoba membuat Xander tidak bersikap kasar.


"David, bukankah kau yang menginginkan Kayla untuk menjadi istrimu?" Tanya Xander.


"Dulu iya, sebelum aku tau ternyata putrimu tidak pernah mencintaiku juga aku sekarang sudah tidak lagi mencintai putrimu jadi kumohon hentikan perjodohan ini, biarkan Kayla bahagia bersama pilihannya." Ucap David, seketika membuat Xander merenung akan hal itu.


"Pa, Kayla sekarang sedang hamil cucu Papa, Kayla mohon jangan pisahkan Kayla dengan Andra," Kayla yang sudah pasrah kini menatap Xander dengan perasaan pilunya.


"Maaf, Kayla sudah membohongi kalian semua, maaf karena Kayla tidak memikirkan semuanya sebelum Kayla bertindak, Maaf," Kayla begitu terisak dalam tangisnya, membuat Andra tak bisa melihat istrinya seperti ini.


"Kayla sayang, anak Mama," Ucap Ruth menghampiri Kayla, tidak tega melihat anak bungsunya seakan menderita, dipeluknya tubuh sang putri lalu mendudukannya di sofa.


"Sayang kau jangan sampai kelelahan, kau sedang hamil cucu Mama, Mama tak akan membiarkanmu menderita," Ucap Ruth pada Kayla memeluk erat tubuh Kayla.


Xander melihat itu menjadi tidak tega, ia merasa sudah sangat membuat anak bungsunya menderita.


Ruth yang sudah bertekad akan menjaga Kayla kini berdiri dihadapan Xander dengan menatap tajam suaminya.


"Kau tau, karena obsesimu ini Kayla harus menderita seperti ini, kau bahkan tidak kasihan sedikitpun, Xander ingatlah Kayla sedang mengandung cucu kita, aku akan menjaganya jika kamu mencoba untuk memisahkan mereka." Ucap Ruth dengan suaranya yang sama tingginya dengan Xander membuat suaminya terkejut akan sikap istrinya yang belum pernah membentaknya selama ia menjalani rumah tangga.


Andra terus memeluk erat Kayla yang terlihat begitu lemah dan seketika Kayla pingsan dipelukannya.


Ruth yang semakin khawatir menyuruh pelayan memanggilkan dokter, lalu menyuruh Andra membawa Kayla kekamar.


"Dav..." Ucap Bianca yang sedari tadi diam tak bicara.


Bianca membuka topengnya dan terlihat wajah asli Bianca dihadapannya.


"Bianca!" Bentak Xander lalu melayang tamparan dipipi mulus Bianca.


"Papa, Bianca melakukan ini juga karena Bianca menyanyangi Papa, Papa selalu memikirkan perusahaan Papa karena Kayla yang sudah tiada dan tak bisa lagi Papa peralat untuk keuntungan perusahaan Papa." Ucap Bianca semakin ikut meninggikan suaranya.


Plakk.....


Tamparan kedua dari Xander membuat Bianca menangis histeris.


"Puas, Papa sudah puaskan, Bianca selama ini selalu menuruti semua kata-kata Papa namun hanya karena Bianca melakukan kesalahan yang tidak sebanding dengan Kayla, Papa memukul Bianca, Bianca membenci Papa!" Ujar Bianca dengan berteriak dihadapan Papanya lalu pergi masuk kedalam kamarnya.


"Tuan Xander, kau tak perlu melakukan hal itu pada putrimu, kau jangan mengorbankan kebahagiaan mereka karena keegoisanmu, kerjasama kita akan tetap terjalin, jadi kau jangan khawatir, satu syarat dariku kau jangan pernah memisahkan Kayla dengan Andra, jagalah keluargamu!" Ucap David tersenyum lalu pergi dari hadapan Xander yang masih tampak berpikir akan ucapan David.


"David!" Panggil Xander.


David yang berhenti dari langkahnya kini membalikkan tubuhnya menghadap Xander.


"Terima kasih atas kebaikanmu, aku janji keluargaku tak akan menganggu kehidupanmu, kita hanya rekan sesama bisnis." Ucap Xander, David membalas dengan senyumnya lalu keluar dari rumah mantan calon mertuanya.


David melajukan mobilnya menuju rumahnya, didalam mobil ia begitu bahagia semua permasalahannya selesai sudah, hanya tinggal menyelesaikan percintaannya yang tertunda bersama Aileen, dia akan berjuang lagi mulai dari nol.


***


Setahun sudah David berada dinegaranya semua pekerjaannya berjalan begitu lancar, waktunya ia habiskan bersama Ibunya yang dulu sempat kehilangan David akan kesakitan hatinya.


"Dav, kau tak ingin mencari pendamping hidup, kau ini sudah tidak muda lagi sayang." Ucap Sarah pada anak semata wayangnya.


"Dav tau Mam, andai Papi masih ada, David mungkin sekarang sudah tak single lagi," Ucap David tersenyum.


"Yahh, Papamu tak akan membiarkanmu menyendiri terlalu lama." Sarah menimpalinya.


"Mam, Dav akan ke Indonesia, Dav akan membawa menantu buat Mami." Ucap David membuat Sarah tersenyum akan perkataannya.


"Mami tunggu dia datang," Sarah berucap dengan mengacak rambut David yang sedikit gondrong menurutnya.


Mereka pun melanjutkan makannya dengan senyuman diwajah mereka berdua.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay hay aku balik lagi, maaf karena ada urusan didunia real life jadi baru bisa up sekarang.


Oh iya jangan lupa yahhh mampir di novel aku the Storm Seeds of Love πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Jangan lupa buat selalu kasih vote dan like yah, biar aku semangat buat update.


Happy ReadingπŸ“–πŸ“–πŸ“–