Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 53_Imbalan Macam Apa Ini



Setelah tiga hari sudah Asyad dan Iksa berkunjung di rumah mereka masing-masing setelah mereka menyelesaikan semua urusan persiapan pernikahan kepada kedua orang tua mereka, tak hanya itu Lena sendiri pun juga sudah mengetahui hal itu ia setuju saja dengan semua apa yang Maria dan Samira lakukan karena ia tahu mereka juga akan melakukan yang terbaik sesuai dengan keinginan Lena, kini Asyad dan Iksa kembali dengan rutinitas mereka masing-masing dan terkadang mereka juga sesekali bertemu untuk mengobati rasa rindu mereka. Mereka mengikuti nasihat Lena untuk tidak selalu bertemu karena pernikahan mereka yang akan dilakukan dua minggu lagi.


Iksa berjalan memasuki area kampusnya ia bahkan terlihat menuju area taman dan di sana nampak Nela dan Kila yang sedang bertengkar karena sesuatu.


“Kau itu tidak tau apa-apa jadi plis jangan pernah menghakimiku seperti itu.” Teriak Kila marah.


“Oh jadi selama ini kau hanya berpura-pura saja kau tau Bara sangat mencintaimu lalu dengan begitu kau meninggalkannya dan pergi dengan Kendra seenaknya kau menyakiti hatinya,” teriak Nela yang juga merasa tak terima.


“Aku lelah, percuma aku mengatakan semuanya namun kau akan tetap menyalahkanku, hanya karena Bara sahabatmu juga mungkin kau akan lebih membelanya.”


“Kil, aku tidak berpihak dengan siapapun, kau tau Bara pernah tersakiti akan seseorang dan saat dia sudah menemukan lagi tambatan hatinya kau begitu tega menyakitinya kau sungguh bukan Kila yang aku kenal aku muak denganmu Kil, aku muak,” kemarahan Nela semakin tinggi hingga ia terlihat ingin mengeluarkan air matanya.


Nela memang sangat dekat dengan Bara dia menganggap Bara sebagai kakak kandungnya sendiri dan bagaimana pun juga Bara lah yang selama ini telah menolongnya dari seorang pria bastard yang pernah membuat dirinya terluka, dan sampai saat ini pun Nela juga akan merasa sedih jika melihat sahabatnya menderita ia pernah melihat Bara sangat kacau karena mantan pacarnya dulu, lalu sekarang bahkan sahabatnya sendiri yang tega menyakiti hatinya ia merasa tak terima melihat Bara terluka lagi sungguh batinnya terasa di koyak.


“Semua terserah kau, namun jika sampai terjadi sesuatu dengan Bara aku tak akan tinggal diam, jadi kumohon sekali ini saja jika kau masih memiliki perasaan dengannya temuilah dia.” Ucap Nela dengan menurunkan nada suaranya.


Iksa yang sedari tadi diam melihat sahabatnya sedang bertengkar hebat ia tidak bisa melakukan apapun ia hanya menunggu sampai mereka berdua menyelesaikan pertengkarannya barulah ia mendekati mereka, namun saat Iksa menghampiri mereka berdua terlihat Nela berjalan menjauh dari Kila, ia pergi begitu saja bahkan saat berpapasan dengan Iksa ia hanya diam saja tak menyapa sahabatnya sama sekali.


“Kil, kenapa kau jadi seperti ini, apa yang terjadi sampai kalian harus bertengar seperti tadi?” tanya Iksa lembut seraya memeluk sahabatnya.


“Iksa....” ucap Kila lalu tanpa ia tahan lagi tangisan pun keluar dari mata Kila ia menangis di bahu Iksa yang saat itu tengah memeluk dirinya.


“Kil, ada apa? Ada apa dengan kalian?”


“Aku mencintai Bara Sa, jujur aku tidak ingin kehilangannya, Nela salah paham denganku sampai dia marah padaku.”


“Katakan ada apa? Aku akan mencoba membantu masalah kalian,” ucap Iksa seraya menenangkan sahabatnya.


“Bara ingin aku menjadi kekasihnya namun aku masih ragu dengannya dan aku butuh waktu untuk menjawab kau tau sendiri kan Sa aku tidak mudah percaya begitu saja dengan orang lain kejadian yang dialami Papa dan Mamaku membuat aku trauma dengan masalah cinta, kemarin Kendra dan aku pergi ke suatu tempat saat itu juga kita bertemu Bara, aku tau Bara melihat itu namun aku mengabaikannya.”


“Nela yang saat itu ingin datang ia tak sengaja melihat Bara yang sedang memperhatikanku, Nela kesal karena aku terlihat mesra dengan Kendra padahal saat itu aku sedang tak sengaja tersandung dan Kendra menolongku namun mereka salah paham padaku.”


“Sudahlah aku nanti akan berbicara dengan Nela, lebih baik kau temui Bara agar ia tak semakin salah paham denganmu,” ucap Iksa mencoba mencari jalan tengah agar tak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut dengan sahabatnya, tentunya kali ini ia akan menghubungi kekasihnya agar membantunya menyelesaikan masalah sahabatnya.


*


Setelah pelajaran kampusnya selesai Iksa yang sedari tadi mencoba menghubungi Asyad, saat sambungan yang kelima kalinya akhirnya Asyad menerima panggilannya.


“Halo sayang, maaf aku tadi ada rapat,” ucap Asyad di sebrang telpon.


“Tidak apa-apa sebenarnya ini masalah sepele namun aku butuh bantuanmu sayang.” Ucap Iksa.


“Oh sayang kau tidak seperti biasanya ada apa ini?”


“Apa hari ini kau masih sibuk?” tanya Iksa.


“Sepertinya tidak, apa kau ingin aku jemput sekarang?”


“Jangan, aku akan ke hotelmu, aku akan naik taxi saja.”


“Oke baiklah, aku akan menunggumu ingat kau harus berhati-hati!” pinta Asyad.


“I love you more sayang,” jawab Asyad lalu panggilannya sudah di matikan terlebih dahulu oleh Iksa.


Iksa berjalan keluar dari kampusnya ia pun menghentikan taxi yang saat itu melintas, ia menyuruh supir taxi tersebut untuk menuju ke alamat hotel Asyad.


Sesampainya di hotel Iksa langsung menuju ke ruang Asyad sesampainya di sana ia terhenti karena melihat wanita cantik yang duduk di ruang Asyad.


“Emm maaf apa Asyad ada di dalam?” tanya Iksa basa basi, ia masih memiliki tata karma jadi ia tidak ingin masuk begitu saja tanpa di izinkan.


“Oh Nona Iksa, silahkan pak Asyad sudah menunggu anda,” jawab Silvi dengan ramah.


“Oh iya terima kasih,” Iksa pun berjalan masuk ke ruang kerja Asyad.


Saat Asyad tengah sibuk berhadapan dengan layar laptopnya ia mendengar pintu di buka dan melihat kekasihnya berdiri di depan pintu yang sudah tertutup membuat Asyad tersenyum bahagia dan bangkit dari kursi kebesarannya menghampiri Iksa.


“Sayang, apa kau lelah?” tanya Asyad seraya memeluk Iksa dari samping dan mengajaknya berjalan ke arah sofa yang tersedia di ruang kerjanya.


“Sedikit, hotelmu terlalu besar untuk jalan kesini saja kakiku sudah pegal, belum lagi berdiri di dalam lift yang sungguh lama dan membosankan.” Ucap Iksa manja.


“Oh sayang, kenapa kau tidak menghubungiku aku pasti akan siap sedia menggendongmu agar kau tak terlihat lelah,” Asyad mengusap pipi Iksa gemas.


“Kau berlebihan, lagian kenapa sih ruang kerjamu harus berada di atas, menyebalkan sekali,”gerutu Iksa.


“Kau mau tau alasannya?” Asyad pun langsung mengambil sebuah remote untuk membuka gorden yang kini menutupi pemandangan di baliknya.


“Wow, Asyad ini sungguh indah sekali,” Iksa bangkit dari duduknya dan terperangah melihat pemandangan yang kini tampak di depan matanya, saat gorden tersebut terbuka lebar.


“Itulah alasannya kenapa aku meletakkanya di lantai paling atas,” ujarnya seraya memeluk Iksa dari belakang. “Jadi katakan ada apa kau tiba-tiba kesini?”


Iksa pun menceritakan kejadian yang di alami oleh sahabatnya itu, sesuai dugaan Iksa Asyad menyetujuinya dan menganggap itu hanya masalah kecil yang biasa terjadi.


“Jadi katakan apa kalau aku membantumu dan bisa menyelesaikan masalah mereka apa aku akan dapat imbalan?” tanya Asyad dengan senyum yang membuat Iksa curiga padanya.


“Hei, kau sudah banyak uang kenapa hanya membantuku saja kau tidak ikhlas,” jawab Iksa sinis.


“Oww, sayang aku memang banyak uang dan aku tak menginginkan imbalan itu, aku hanya ingin....” Asyad langsung menarik Iksa ke dalam pelukannya dan tangannya melingkar di pinggang Iksa.


“Asyad...”


“Aku hanya butuh ini,” ucapnya sambil megusap pipi Iksa dan meraba bibirnya yang tampak menggoda bagi Asyad.


“Hei imbalan macam apa ini? Asyad ini di ruang kerjamu kau jangan macam-macam!” pinta Iksa namun jantungnya merasa berdebar kencang saat Asyad semakin mendekatkan wajahnya dan menempelkan dahinya di dahi Iksa.


Benar saja Asyad langsung meraih bibir Iksa dan menciumnya dengan lembut, tanpa Iksa sadari dirinya terbuai akan ciuman yang Asyad berikan sehingga ia pun membalas ciuman Asyad dan mereka menikmatinya di depan pemandangan yang terpampang sangat indah namun tak seindah apa yang kini mereka rasakan sungguh cinta membuat mereka saling membutuhkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Haii haiii udah up ya, jadi kasih lope lopenya nak kanak🤗🤗🤗