
Setelah obrolan di kafe itu mereka satu persatu izin pulang hingga tersisa Nela, Bara dan Asyad.
"Oh iya Nel, aku anterin kau pulang ya!" ucap Bara sambil menyeruput minumnya yang tinggal sedikit di gelasnya.
"Waduh aku sama Iksa Bar kesininya," jawab Nela sedikit terlihat tidak enak.
"Gak papa Nel kalo kau pulang bareng Bara aku bisa pulang sendiri lagian rumahku deket sini kok," ucapnya lalu menyunggingkan senyum manisnya di depan Nela.
"Beneran? atau nanti kau biar di anter Asyad aja ya!" Iksa pun hanya mengangguk.
Seusai mereka pergi Iksa masih di dalam kafe itu menikmati suasana kafe yang memang begitu cantik lalu tiba - tiba Asyad menghampiri Iksa,
"Udah pulang yang lain? ini kenapa kau masih disini? Masih betah di sini?" tanyanya heran pada Iksa.
"Oh kau? siapa ya namamu aku lupa?" tanya balik Iksa.
"Asyad Bachtiar panggil Asyad."
"Oh iya Asyad maaf ya aku agak lupa, Bara sama Nela udah pulang tadinya aku mau pulang bareng Nela ya karena Bara pengen nganter Nela jadi ya aku yang ngalah," jawab Iksa.
"Ini udah malem, emang kau tak mau pulang?" tanyanya lagi.
"Sepertinya aku terlalu menikmati kafe ini ternyata sudah malam ya? ya udah aku akan pulang, aku bayar dulu minumannya."
"Gak usah udah di bayar tadi."
"Oh iya? haduh ini ceritanya aku numpang nongkrong gratisan dong," Iksa menggaruk - garuk kepalanya yang memang tak gatal.
Iksa pun bergegas keluar kafe dan tiba - tiba terdengar teriakan memanggil namanya lalu Iksa pun menoleh ke sumber suara itu dan tak lain adalah Asyad yang kini menghampirinya.
"Ada apa Syad?" tanya Iksa.
"Hmmm gak papa, btw kau pulang sendirian?"
"Aku anterin pulang ya? kau kan cewek Sa dan ini sudah malam."
"Oh gak usah Syad, rumahku deket sini kok paling 10 menit udah sampai, ini aku juga udah pesan ojek online."
"Yakin gak papa? kalau gitu aku minta nomor ponselmu kabarin aku kalau ada apa - apa di jalan," sambil mengeluarkan ponselnya dari saku kemejanya.
"Oh ini ceritanya minta nomor hp gitu? bilang dong Syad pasti aku kasih kok kita kan teman."
"Eh bukan gitu, yah kan kau terakhir bersamaku nanti kalau ada apa - apa sama kamu Nela juga pasti bakal marahin aku, di kiranya aku cowok yang gak peka lihat cewek pulang sendirian malem - malem gini gak mau nganterin pulang."
Iksa hanya tersenyum mendengar jawaban Asyad dan menyebutkan dua belas digit nomor ponselnya pada Asyad lalu Iksa pulang dengan naik ojek online yang sudah ia pesan lewat aplikasi.
Sesampainya di rumah Iksa langsung menuju ke kamar tercintanya dan ia melihat ponselnya ternyata ada sebuah nomor baru yang menelponnya tak lama setelah ia lihat, ponselnya kembali berdering,
"Iya halo, siapa ya?" tanya Iksa kepada suara di seberang telfonnya.
"Hay Iksa ini aku Asyad temen Nela yang di kafe tadi, kau sudah sampai rumah?"
"Oh kau.... iya ini baru sampai Syad, tenang aja aku aman kok."
"Syukurlah, oh iya ini jaketmu tertinggal di kafe, aku anterin ke rumahmu ya?"
"Hmm gak usah ini udah malem Syad, lagian ada cowok malem - malem ke rumah cewek juga gak pantes, mungkin besok aja Syad rumahku deket kok sama kafe tadi, nanti aku kirim pesan alamat rumahku, OK," jawabnya ingin mengakhiri obrolan di telfonnya karena terasa sudah mengantuk amat sangat.
"Ok Sa besok aku kesana," jawabnya lalu mengakhiri panggilannya.
Iksa yang merasa ngantuk banget hingga beberapa kali menguap ia pun bergegas mencuci muka lalu segera merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan tak lama Iksa pun terlelap dalam tidurnya.
\=\=\=\=\=\=
Plisss like dan votenya thanks. 😍