
David dan Aileen tak henti hentinya berpagutan mesra, tangan David sudah berada dibalik punggung Aileen, Aileen merasa gairahnya meninggi hingga pelukannya pada David terkait begitu erat.
"Sudah selesai?" Suara Mama Iksa seketika membuat keduanya begitu terkejut, mereka saling melepas tautan bibir dan kedua tangannya pun juga merenggang saling memberi jarak diantaranya.
"Mama," Ucap Iksa merasa gugup karena terlihat oleh sang Mama perlakuannya tadi.
"Mama mengerti sayang, Mama kemari hanya ingin tau keadaanmu setelah berbicara dengan David."
"Emm, Aileen baik-baik saja Ma," Ucap Iksa dengan melirik ke arah David.
"Syukurlah, Mama lega mendengarnya, terima kasih Dav sudah mau datang kemari," Mama Iksa mendekati ranjang Aileen sembari mengelus lembut rambut Aileen yang terlihat sedikit berantakan.
"Saya yang paling bersyukur disini Tante, seharusnya saya juga yang harus berterima kasih, karena Tante lah David akhirnya bisa bertemu dengan Aileen." Ucap David sembari tersenyum bahagia yang terlihat begitu tulus.
"Baiklah, tadi dokter bilang kau harus segera makan dan minum obat, Dav tolong bantu Aileen yah, tadi Om sama Tante susah sekali membujuk Aileen makan," Iksa berucap menunjukkan seringai mengejek di hadapan sang anak.
"Mama apa-apaan sih," Aileen terlihat begitu malu tapi juga begitu lapar karena dari kemarin belum ada makanan yang masuk kedalam perutnya.
"Baiklah Tante, David pastikan Aileen akan memakan makanannya dan obatnya." Ucap David tersenyum.
"Mama akan menyusul Papamu ke kantin rumah sakit, Mama juga sangat lapar membujukmu sedari tadi tak mau makan, melihat wajahmu yang berseri seperti ini Mama yakin sebentar lagi kau akan segera keluar dari rumah sakit," Ucap Mama Iksa sembari mencium puncak kepala Aileen berlalu pergi dari ruangan Aileen setelah berpamitan kepada dua orang yang saling memandang dirinya.
"Apa kau masih merasa sakit, sayang?" Tanya David membuat raut wajah Aileen merona seketika.
"Aku sudah baik-baik saja Dav," Jawab Aileen sembari menundukkan kepalanya.
"Sayang." David bergerak mendekati Aileen yang masih menundukkan kepalanya, satu jarinya digunakan untuk mengangkat kepala Aileen agar ia bisa menatap wajah yang masih ia rindukan itu.
Aileen melihat David dengan mata yang berbinar ia merindukan mata, hidung dan bibir serta semua yang ada pada lelaki itu, Aileen tak memejamkan matanya sedikitpun saat kedua matanya saling bersirobok memandang dalam bola matanya.
Sama halnya dengan David, ia sangat merindukan wanita dihadapannya ini, memandang dalam bola mata yang selalu David rindukan bibir mungil yang dapat David rasakan sungguh sangat David inginkan, namun ia sadar kekasihnya ini belum makan sama sekali ia harus segera menyuruh kekasihnya untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.
"Sayang, sekarang kau harus makan!" Pinta David sembari mencium puncak kepala Aileen, sementara Aileen hanya mengangguk pasrah akan perkataan David.
David menyuapkan makanan kedalam mulut Aileen namun mata mereka berdua tak henti-hentinya saling memandang, setelah beberapa suap David meletakkan piring yang sejak tadi digunakan untuk menyuapi Aileen.
"Dav," Aileen memegang lengan David, menyuruhnya untuk mendekat.
"Hmmm," David hanya menyeringai menyadari sesuatu yang diinginkan kekasihnya.
"Dav, mana obatnya, bisa aku minum sekarang saja?"
"Ini minumlah," David memegang obat dan juga air minum yang akan Aileen minum.
Setelah Aileen menenggak obatnya ia pun menyuruh David untuk mendekat ke ranjangnya.
"Dav, kemarilah aku ingin memelukmu!" Pinta Aileen membuat kedua sudut bibir David mengembang.
David duduk disamping Aileen, dengan senang hati ia memeluk hangat sang kekasih.
"Selama tak bersama, kau kemana saja selama ini?" Tanya Aileen memecah keheningan diantara keduanya.
Diperlakukan seperti itu Aileen merasa David sangat memperhatikannya, ia semakin menyayangi lelaki yang berada dipelukannya tersebut.
"Apa kau lelah?" Tanya Aileen sembari jemari tangannya tak henti memutari dada David yang terlapisi oleh kemeja tipis seakan membentuk sebuah pola.
"Lelah?" Tanya David heran.
"Iya lelah, karena sudah mencoba mencairkan hati Papa berkali-kali."
"Tidak, aku tidak akan pernah lelah untuk memperjuangkanmu, sayang, bahkan aku akan tetap berjuang sampai nafas ini sudah tak teraliri udara."
"Jangan berkata seperti itu, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu!" Ucap Aileen dengan mengeratkan pelukannya seeprti tak ingin David pergi selangkah pun.
"Iya aku akan berjuang untukmu, asal kau masih baik-baik saja, namun jika kau seperti ini, kau seakan meruntuhkan semangatku Ai," Ucap David dengan nada tercekat, ia teringat kala Mama Iksa menelpon bahwa Aileen masuk rumah sakit, dadanya seakan sesak sekali ia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Aileennya kembali.
"Kau menyerah?" Ucap Aileen mendongak menatap dalam mata biru David.
"Aku hanya ingin kau baik-baik saja, kalau perjuanganku hanya akan membuatmu sakit, maka aku hanya bisa berhenti berjuang untukmu, sayang."
"Jangan, tolong jangan berhenti Dav, tetap seperti ini, aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian, aku akan tetap berjuang dengan hubungan ini, Dav." Aileen membelai lembut rahang David membuat sang mata biru memejamkan matanya menikmati sentuhan sang kekasih yang tengah memgoyak nalurinya.
"Tetap bertahan untukku, Dav!" Pinta Aileen kembali.
"Asal kau tetap baik-baik saja, sayang." Ucap David membuat Aileen menganggukan kepalanya.
David mendekatkan keningnya dengan milik Aileen, kening mereka saling menempel, Aileen dengan mata terpejam menikmati setiap hembusan napas David yang membuat jantungnya berdebar hebat.
David mencium lembut bibir kenyal dihadapannya itu, membuat sesuatu dalam dirinya seakan menginginkan lebih, David mel*mat lembut bibir Aileen dengan koyakan lidah didalam rongga mulut Aileen, mereka menikmati sesapan yang begitu membuat keduanya amat bergairah.
David melepas tautan bibirnya saat menyadari kekasihnya butuh nafas, lalu tak lama ia kembali mel*mat bibir mungil itu, tangan David yang semula berada di tengkuk Aileen kini satu tangannya berpindah ke punggung Aileen hingga jemarinya kini berada dibalik punggung Aileen.
Aileen merasakan sentuhan hangat dipunggungnya membuat dirinya meremang, seluruh tubuhnya dialiri oleh gairah begitu hebat, tangannya yang begitu lincah berpindah ditengkuk David meremas rambut hitam pekat itu.
"Eughh.."
Suara ******* keduanya membuat mereka sama-sama ingin mencari sesuatu yang lebih, hingga posisi David yang kini berada diatas tubuh Aileen. David tak berhenti mel*umat bibir yang menjadi candunya itu, namun ia berhenti sekejap ketika pikirannya seolah kembali, kekasihnya sedang sakit bisa-bisanya ia ingin mencari pelampiasan gairah.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bacanya pelan aja biar ngerti karena ini aku nulisnya ngebut kayak bianglala eh😂😂
Entahlah mau nyebut rollercoaster akunya gak pernah naek🤣
CMIIW yahhh🙏🙏
Sooo happy reading gaesss😘😘😘
Semoga kalian semua dalam keadaan sehat sehat selalu yahhh, I love you kalian semua banyak-banyak🥰🥰