Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 24_Rasa Yang Terungkap Kembali



Selesai menyantap makanan yang mereka pesan Asyad pun segera memanggil pelayan untuk meminta tagihannya. Seusai pembayaran Asyad pun bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Iksa menggenggam jemarinya erat, Iksa seketika mendongakkan wajahnya menatap Asyad yang juga menatap dirinya pula.


Asyad membukakan pintu mobil untuk Iksa lalu berjalan ke depan memutari mobilnya duduk di kursi kemudi ia tarik pula seat belt nya untuk keamanan dirinya. Lalu segera ia menjalankan mobilnya.


“Kau mau langsung pulang Sa?” Tanyanya sembari menatap Iksa yang kini tak di sangka telah ia temukan kembali dalam dekapannya lagi.


“Sepertinya iya kalau memang gak ada acara kemana – mana lagi,” jawab Iksa.


“Kalau aku mau kita jalan - jalan lagi gimana? ini kan juga masih sore Sa.” Sambil melihat jam yang ia pakai di tangan kirinya.


“Terserah kau sajalah,” ucap Iksa tak mau ambil pusing.


“Ok, aku mau ngajak kamu ke tempat spesial,” ucap Asyad sambil memegang punggung tangan Iksa kemudian di tariknya tangan itu menuju bibirnya sesaat punggung tangan Iksa pun bersentuhan lembut dengan bibir Asyad. “Aku mencintaimu Iksa, jangan pergi lagi dari hidupku, sungguh aku merindukanmu sangat merindukanmu Sa.”


Blusshh….wajah Iksa terlihat merah merona ia kemudian tersenyum sembari mengeratkan jemarinya dengan Asyad.


Mobil Asyad menyusuri jalanan yang memang tak asing bagi Iksa sesaat kemudian mobil Asyad berhenti di sebuah hutan Mangrove yang begitu indah. Iksa yang melihat begitu takjub karena selama ini ia tak pernah pergi ke tempat yang seindah ini.


“Suka?” Tanya Asyad sembari menggenggam jemari Iksa.


“Aku benar benar terpesona dengan hutan ini Syad, ini begitu menakjubkan bagiku,” jawabnya sambil terus melihat di sekitar luar mobil.


Inilah yang Asyad sukai dari Iksa, ia selalu menyukai hal-hal kecil dan sederhana yang Asyad tunjukkan bahkan kemanapun Asyad membawa Iksa ia selalu menikmati menjadi dirinya sendiri ia begitu lugu dan polos sekali.


“Kita jalan-jalan ke dalam ya!” ajak Asyad menarik tangan Iksa agar berjalan beriringan. Iksa hanya tersenyum bahagia saat ini melihat perlakuan Asyad kepadanya.


Mereka berjalan ke dalam hutan sembari menikmati pemandangan hutan yang begitu asri nan sejuk sungguh pemandangan yang menyegarkan mata. Hingga tak terasa mereka melewati waktu yang hampir sore, Asyad pun mengajak Iksa untuk kembali, Iksa yang sedari tadi tak bergeming dari tempatnya hingga Asyad membisikkan kata – kata di telinga Iksa yang membuat tubuh Iksa meremang seketika.


“Hmm iya kita pulang Syad, jangan gini ahhh geli tau,” sembari menjauhkan tubuh Asyad dari tubuhnya.


Mereka pun kembali ke dalam mobil, Asyad pun segera melajukan mobilnya untuk memulangkan Iksa. Saat di perjalanan Asyad ingin memberi tau sesuatu kepada Iksa namun ia urungkan.


Iksa yang dapat menangkap raut muka Asyad yang seperti ingin membicarakan sesuatu ia pun segera bertanya akan kegelisahannya.


“Kau mau bicara sesuatu Syad?” Tanyanya.


“Mmmm gak ada Sa.”


“Jangan bohong Syad, bicaralah!” pinta Iksa.


“Mmmm gini Sa besok ada reuni sama sahabatku jadi besok aku mau kau ikut ke acara itu,” ajak Asyad ragu karena ia takut Iksa kecewa karena kemarin bukanlah reuni yang di rencanakan namun hanya pertemuannya dan Nela yang menyuruh Asyad dan Bara datang atas rencana permintaan sahabat kecilnya itu.


“Bukannya kemarin kamu reuni sama sahabatmu, katanya yang lain emang gak bisa datang karena sibuk kenapa sekarang kalian bertemu lagi dengan waktu yang sangat singkat apa secepat itu sahabat kalian menyelesaikan urusannya?” Tanyanya heran dengan acara reuni sahabat Asyad itu.


“Sebenernya dua hari yang lalu itu bukan acara reuni Sa,” jawabnya bingung sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


“Lalu?”


“I-it-itu hanya akal akalan Nela saja Sa, itu semua rencana Nela,” ucap Asyad.


“Kenapa Nela, emang ada apa sih?” tanyanya semakin penasaran dengan kata – kata Asyad.


“Ow, gak apa apa aku suka,” sambil melengkungkan bibir indahnya yang semakin membuat Iksa terlihat begitu manis.


Asyad yang justru terkejut melihat senyum Iksa ia pun menarik jemari Iksa di genggamnya erat, “Kau sungguh tak marah Iksa?”


“Untuk apa? Aku sudah sangat bahagia sekarang bisa kembali denganmu lagi untuk apa aku marah dengan usaha sahabatku untuk mempertemukan dua insan yang saling mencintai,” jawabnya sembari tersenyum merona pipi Iksa terlihat begitu menggemaskan dengan senyum merah meronanya.


“Aku mencintaimu Iksa?” ucap Asyad tulus sembari menarik tangan Iksa lalu mencium punggung tangan Iksa.


“Aku juga mencintaimu Syad, sungguh aku selalu merindukan ini.” Balas Iksa.


“Ini apa, hmm?” tanyanya menggoda.


“Mmmm ini kita berdua lagi bersama seperti ini aku sungguh merindukannya,” jawab Iksa Nampak terlihat bingung dengan wajah Asyad yang kian mendekat “Syad lihat depan!”


Asyad pun seketika menghentikan laju mobilnya “Kenapa berhenti Syad, kamu masih ada perlu?” Tanya Iksa bingung melihat Asyad yang menghentikan mobilnya seketika.


“Iya aku ada urusan denganmu,” wajahnya pun kian mendekati wajah Iksa yang membuat Iksa merasa semakin gugup.


“A-a-aku kenapa?” tanyanya.


Asyad yang melihat kegugupan Iksa itu seakan terlalu cepat semua ini ia pun mengurungkannya lalu menjauhkan kepalanya dari wajah Iksa yang sudah terlihat memejankan matanya, “Tidak ada, kita pulang saja.”


Entah apa yang di pikirkan Iksa seakan ia sungguh kecewa saat Asyad mengurungkan niat untuk melakukan sesuatu padanya pasti tau lah ya si Asyad tu mau ngapain namanya juga rindu yang begitu amat dalam ya pastilah ia ingin meluapkannya.


Iksa pun hanya terdiam tak berkata sepatah katapun ia masih merasa kecewa dengan sikap Asyad tadi yang membuat dirinya hampir malu di depannya bagaimana tidak ia sudah menutup sekilas matanya dan saat membuka kembali Asyad sudah menjauh dari wajahnya sungguh membuat Iksa malu setengah mati tau begitu ia tadi mendorong saja tubuh Asyad biarin aja kepentok mobil biar tau rasa daripada begini dia merasa malu sendiri terutama dengan dirinya sendiri.


Mobil Asyad pun melajukan mobilnya kembali, kurang dari lima belas menit mobilnya berhenti di depan tempat kos Iksa, Iksa pun segera turun dari mobil tanpa berpamitan pada Asyad karena sungguh ia masih merasa kecewa akan sikap Asyad tadi.


Namun tangan kekar Asyad menarik tangan Iksa. “Kau tidak ingin mengucapkan selamat malam atau sampai jumpa denganku Sa?” Tanya Asyad.


“Ya, sampai jumpa,” jawabnya ketus.


“Jawabnya sinis banget Sa,” keluh Asyad pada Iksa karena sungguh ia mengerti Iksa merasa kecewa dengan perlakuannya tadi.


“Sudahlah ini sudah malam aku mau turun,” seketika wajah Asyad mendekat lagi ke arah Iksa, Iksa Nampak gugup dengan kelakuan Asyad yang tak henti hentinya memacu keras kerja jantungnya.


Cupp


Kecupan di daratkan di kening Iksa begitu lama dan begitu dalam membuat Iksa tertegun.


“Selamat malam, semoga nyenyak ya tidurnya, oh iya jangan lupa besok aku jemput ke acara reuni sahabatku.” Ucapnya seraya mengelus lembut rambut Iksa.


Iksa begitu bahagia melihat perlakuan Asyad “Selamat malam, Iya besok aku akan menunggumu, hati hati ya di jalan!" Lalu ia turun dari mobil Asyad dan melambaikan tangannya.


Setelah terlihat Iksa masuk ke tempat kosnya ia pun menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju hotel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote dan likenya yah🤗🤗🤗