Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 7_ Kebersamaan



Keesokan harinya Iksa pun bergegas berangkat ke sekolah dan tiba - tiba di depan rumah seorang laki - laki tak asing baginya sedang menunggu di atas motornya, dan tak di sangka ternyata Asyad lah orangnya. Iksa pun langsung menghampiri Asyad,


"Asyad kenapa gak beri tau dulu kalo mau datang, terus kenapa cuma di depan aja gak mau masuk?" tanyanya pada Asyad.


Asyad yang hanya memandangi wajah Iksa tanpa sepatah kata pun sepertinya dia sedang melamun namun pandangannya hanya tertuju pada Iksa, "Asyad?" sambil


melambaikan tangan ke wajah Asyad, dengan sigap Asyad terlihat terkejut.


"Ah iya, ada apa Iksa? maaf aku sungguh ingin menikmati wajahmu pagi ini," jawabnya spontan sambil tersenyum - senyum memandang Iksa.


"Ada - ada saja kau, emmm ada apa kesini? kenapa tiba - tiba sekali, kenapa juga gak langsung masuk?" tanya Iksa mengulang pertanyaan yang belum Asyad jawab.


"Aku tadi udah masuk kok, aku juga udah ketemu sama tante, tapi aku mau bikin kejutan buatmu jadi aku menunggu di luar saja biar surprise gitu," jawab Asyad dengan senyum lebar.


" Kalau kau udah masuk kenapa mama gak ngasih tau aku kan setidaknya aku bisa cepet - cepet sarapan lalu nemuin kamu," tanya Iksa yang tak habis pikir dengan kelakuan Asyad.


"Itu..... karena tadi aku bilang sama tante supaya tak memberitahumu biar kau juga tak buru - buru, ya sudah ayo berangkat sekolah aku anterin hari ini!" sambil menarik tangan Iksa agar segera naik ke motornya.


Sesampainya di sekolah Iksa pun segera turun dari motor Asyad,


"Aku masuk dulu ya,,, kau hati - hati di jalan!" ucap Iksa seraya memberi perhatian pada Asyad sebagai bentuk terima kasih padanya karena sudah mengantarnya ke sekolah.


"Nanti pulang sekolah aku jemput ya,, kebetulan wisudaku sudah selesai aku gak ada kegiatan di rumah, daripada nanti aku di suruh Ayah mengunjungi kantornya lebih baik aku menjemputmu nanti pulang sekolah, aku mau mengajakmu makan siang bersama ya....plis...." pintanya seraya menangkup kedua tangannya di depan wajahnya.


" Hmmmm... okelah hanya makan siang ya Syad! aku harus mengerjakan tugasku yang belum kelar karena besok udah mau di kumpulin," Asyad pun mengangguk.


"Ok Nona kelinci, selamat belajar semangat!" Asyad pun pergi dan Iksa langsung masuk menuju kelasnya.


'Asyad memang orang yang baik dia selalu menunjukkan sikap kesederhanaannya padaku tak pernah kentara sedikitpun sikap sombong yang biasa di miliki orang kaya kebanyakan dan satu hal dia juga sangat menyayangiku tak hanya itu dia juga sangat sopan dan ramah sama mama meskipun aku dan dia memang jauh berbeda kasta namun tak sedikit pun Asyad pernah merendahkanku' Lamunan Iksa pun buyar ketika teman sebangku Iksa menggertaknya.


"Hei Sa! kenapa kau melamun aja sih? hmmm yang habis di anterin cowok ganteng kenalin dong, itu pacarmu Sa?" Iksa pun terkejut dengan pertanyaan Kila.


\=\=\=\=\=\=\=