
Setelah menerima makanan dari kurir, Aldo membawa makanan tersebut ke meja makan, meletakkannya lalu menghampiri Aileen dan Rayn yang sedang duduk di sofa.
“Nona Aileen, makanan anda sudah datang,” Ucap Aldo memberitahu Aileen.
“Baiklah kau tunggu disini aku akan memanggil David kemari.” Aileen beranjak dari duduknya meninggalkan Rayn dan Aldo.
Setelah kepergian Aileen, Aldo mendekati Rayn duduk disebelahnya.
“Kau kenapa?”
“Aku?” Tanya Rayn.
“Iya kau, siapa lagi yang ada disini?”
“Tidak ada, memang aku kenapa?” Tanya Rayn lagi.
“Ah sudahlah,” Pasrah Aldo kesal, sejenak menatap Rayn yang masih mengacuhkannya.
“Kau sudah makan?” Tanya Aldo.
“Belum,” Jawab Rayn menoleh kearah Aldo.
“Kau ingin makan? Kita bisa makan diluar!” Saran Aldo.
“Tidak mau, kau ini orangnya mesum aku takut kau menodaiku.” Jawab Rayn frontal.
“Oh God! pikiranmu padaku selalu saja negatif, memang aku terlihat serendah itu Nona?” Rayn diam tak menjawab.
“Okelah kalau kau tidak mau, lalu kau akan makan apa?” Tanya Aldo dengan nada sedikit kesal dengan Rayn.
Masih terlihat acuh, Aldo dibuat semakin geram dengan tingkah Rayn yang sangat kekanakan sekali.
“Terserah kau saja, kalau tak ingin makan ya sudah aku akan pergi sendiri, kalaupun kau menunggu Aileen ia tidak akan memberimu makan karena pasti akan sibuk dengan bos Dav!!” Rayn terdiam memandang Aldo yang berbicara dengan nada tinggi dengannya.
“Kau tidak percaya? Ya sudah!”Aldo berdiri beranjak dari tempat duduknya.
“Kau ini kenapa?” Pertanyaan Rayn membuat langkah Aldo terhenti.
“Tidak ada.” Aldo memandang Rayn sejenak lalu melanjutkan langkahnya.
“Kau tak mengajakku?” Ucap Rayn membuat Aldo kembali menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menghadap Rayn.
“Kau ini! Cepatlah!” Pinta Aldo lalu Rayn berdiri menghampiri Aldo mengikuti Aldo dari belakang.
Aldo membuka pintu hotel lalu pergi dengan Rayn begitu saja tanpa berpamitan dengan Aileen maupun David.
***
Aileen yang sedari tadi mengetuk pintu kamar David tak kunjung terbuka takut terjadi sesuatu, Aileen pun memberanikan diri membuka pintu.
Dilihatnya David sedang berganti pakaian dan terlihat kesusahan saat memakainya.
“Apa mau aku bantu?” Tanya Aileen membuat David berhenti saat memakai pakaiannya.
Ailleen mendekati David tanpa jawaban David Aileen membantu mengganti pakaian David, Aileen melakukannya dengan perlahan membuat wajah mereka saling berdekatan dan saling memandang. Aileen tersipu malu saat David melihatnya begitu instens.
“Kau tau aku sangat suka melihat wajahmu yang merah itu.” Ucap David membuat Aileen semakin malu dan merundukkan wajahnya fokus dengan pakaian David.
“Dav, emm ayo makan, makanan sudah datang.” Ucap Aileen dengan gugup, bahkan David pun merasakan getaran jantung Aileen yang berdegup cepat.
“Kenapa kau mengundang sahabatmu?” Tanya David dengan berbisik di telinga Aileen.
“Rayn? Aku tidak tau Dav, dia datang sendiri kesini.” Aileen sangat gugup berada sangat dekat dengan David bahkan tak ada jarak sama sekali antara tubuh mereka.
“Aku ingin hanya kau yang merawatku, aku tak mau orang lain menyentuhku!” Ucap David dengan nada perintah yang begitu lembut, membuat tubuh Aileen semakin berdesir mendengar suara David.
“Tidak, Rayn tidak akan menyentuhmu, kalau ia berani menyentuhmu aku akan memarahinya!” Ujarnya tanpa sadar membuat David tersenyum seakan Aileen sedang berpihak padanya.
David memundurkan sedikit wajah Aileen dan membuat wajah keduanya saling menatap dengan tatapan penuh perasaan.
David menyentuh rahang Aileen mendekatkan wajahnya membuat Aileen tanpa sadar menutup matanya, David tersenyum melihat adanya signal yang diberikan Aileen, David menempelkan hidungnya dengan hidung Aileen mengusapnya dengan lembut, membuat Aileen tanpa sadar mengalungkan tangannya di leher David.
David menurunkan sentuhannya menuju bibir mungil Aileen yang dilihatnya sedari tadi begitu menggunggah birahinya. Bibir mereka saling menempel perlahan mereka saling menggerakkan bibir mereka saling menyesap dan mel*mat bibir lawannya masing-masing, mereka saling memberi dan seakan sedang mengungkapkan perasaan mereka lewat ciuman tersebut, Aileen semakin merasa panas ditubuhnya hingga ciumannya semakin agresif terhadap David seakan ia tak ingin melepaskannya, menyadari itu David semakin mengimbangi ciuman Aileen, ia tersenyum dengan begitu Aileen tak akan melepaskan dirinya.
David menurunkan ciumannya dileher Aileen, membuat Aileen begitu bergejolak seakan menginginkan lebih sentuhan David.
“Kau menyukainya?” Aileen mengangguk lalu David menggendong Aileen ke ranjangnya.
Aileen terlentang di atas ranjang dengan David berada diatasnya, David mencium lembut bibir Aileen begitupun Aileen yang semakin menekan kepala David, seakan tak ingin David menghentikannya. David mencoba membuka tali di baju Aileen.
“Bolehkah?” Aileen mengangguk pasrah, tubuhnya sudah begitu panas seakan ingin David segera menyentuhnya.
Begitupun David semakin bersemangat nafsunya membuncah seketika saat pertanyaannya diiyakan oleh Aileen.
Tiba-tiba suara nyaring ponsel David di dekat nakasnya membuat Aileen terkejut dan menghentikan aksinya, namun tidak dengan David yang masih saja menelusuri leher Aileen dan masih mencoba membuka pakaian Aileen.
“Dav, hentikan!” Ucap Aileen menghentikan aksi David.
“Kenapa? Kau tadi membolehkanku, kau ingin mempermainkanku Ai?!” Ucap David dengan nada sedikit kesal.
“Bu..bukan begitu, ponselmu berbunyi.” Ucap Aileen mencoba menyuruh David menjauh darinya, ia begitu terbuai nafsu sehingga tanpa sadar mengiyakan permintaan David.
“Biarkan saja.” Ucap David lalu melanjutkan mencium Aileen, namun Aileen yang sudah sadar akan akal sehatnya mendorong tubuh David.
“Dav, hentikan kumohon!” Ucap Aileen yang dihiraukan oleh David.
Tiba-tiba air mata Aileen menetes saat David menyadari bibirnya terasa asin akan air mata Aileen yang mengenainya.
“Kau menangis?” Ucap David menghentikan permainannya, mengangkat tubuhnya lalu berbaring disebelah Aileen dengan mengusap air mata Aileen.
“Maafkan aku,” Ucap David menahan gejolaknya lalu merengkuh Aileen dalam pelukannya.
“Aku mau makan.” Ucap Aileen membuat David tersenyum, sungguh ia tak berfikir panjang kalau saja ponselnya tak berbunyi mungkin mereka akan semakin dalam melakukannya yang akan membuat mereka berdua menyesali perbuatannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay gaess, maafkan aku ya udah buat kalian nunggu, ini Alhamdulillah aku ada waktu buat nulis jadi langsung tak update.
Aku bakal update lagi kok, tenang aku gak bakal ngilang gaesss
maafkan dirikyuuu🤗🤗🤗
Happy Reading Everyone😚😚😚