
David yang baru saja mendapat kabar dari Aldo asisten pribadinya bahwa Aileen sudah bisa keluar dari rumah sakit tampak terlihat bahagia meskipun dia sangat tersiksa disana namun semua demi keberlangsungan hidup masa depannya.
David yang kini dalam perjalanan ke sebuah tempat dimana sudah ia janjikan dengan detektif bernama Rio tersebut menjalankan, namun saat ia berhenti tepat di lampu merah terlihat seseorang yang sangat mirip dengan Kayla namun kali ini dengan tampilan yang sangat berbeda. Ia begitu ingin turun dari mobilnya dan mendekati gadis tersebut namun sayang lampu yang sudah berwarna hijau memaksa David harus melanjutkan perjalanannya.
David tiba ditempat yang begitu sunyi dan sepi seperti di sebuah lorong yang memang jarang sekali terlewati oleh seseorang. David masih berada dimobilnya menunggu sang detektif tersebut datang.
Setelah menunggu beberapa menit tibalah seseorang bernama Rio dengan motornya yang terlihat begitu memukau saat lelaki tersebut menaikinya, ia pun melepas helm yang masih menempel dikepalanya, terlihat sekali wajah tampannya dengan bola mata biru yang membuat siapapun melihatnya akan tertarik dengan ciptaan yang satu itu terlebih untuk seorang wanita.
“Siang, dengan Tuan David?” Tanya Rio mengetuk langsung mobil David dan berbicara kepada David tanpa nada sungkan sedikitpun.
“Iya, terima kasih sudah mau datang menemuiku.” Ucap David lalu keluar dari mobilnya dan berjabat tangan Rio.
“Anda ingin menanyakan tentang video yang sudah berlalu begitu lama Tuan, sebenarnya itu sangat susah untuk dicari namun karena kau begitu sopan kepadaku maka akan aku usahakan untuk mencari tau orang tersebut.” Ucap sang detektif terlihat dengan gayanya yang begitu keren.
“Terima kasih, aku harap kau memberikan kabar tersebut sesegera mungkin, karena aku ingin urusan ini cepat selesai dan kembali ke Indonesia.” Ucap David agar Rio segera bertindak.
“Tenang saja Tuan, saya tidak akan mengecewakan anda, dua hari kedepan saya akan memberikan informasi kepada anda tentang lelaki di video tersebut.” Ucap Rio dengan penuh percaya diri seakan terlihat kasus tersebut sangat mudah ia tangani.
“Terima kasih, ini pembayaran dimuka nanti setelah kabar tersebut sudah kau dapatkan akan aku bayar sisanya.” Ucap David menyerahkan amplop yang berisi uang.
“Woww, kau sungguh kaya sekali tuan, bahkan uang ini saja hanya pembayaran dimuka, saya akan bekerja keras untuk menyelidiki ini Tuan.” Ucap Rio begitu berbinar melihat uang yang begitu banyak diberikan David.
David langsung masuk kedalam mobil meninggalkan detektif tersebut, ia melajukan mobilnya dengan sedikit pelan entah mengapa ia jadi memikirkan seseorang yang tadi ia lihat, sangat membuatnya penasaran.
***
Aileen yang kini sudah berada di rumahnya tepatny didaerah Bandung kini tengah membaringkan dirinya diranjangnya yang sudah sangat ia rindukan, namun setiap ia merasa sendiri ia seakan ingat dengan David, ia sebenarnya merindukan lelaki itu, namun dia sungguh membuatnya sakit hati, Aileen meneteskan air matanya saat teringat ucapan cinta dari David yang seakan Aileen tenggelam didalamnya.
Namun ia tak bisa berbuat apapun meskipun kata tersebut sama-sama keluar dari mulut Aileen dan juga David tak dapat ditampiknya bahwa hubungan mereka belumlah jelas, terlebih David sudah bertemu kembali dengan kekasihnya yang sudah lama ia nantikan.
“Apalah aku bagimu, Dav?” Tanya Aileen dalam hati, sungguh hati kecilnya seperti ingin menjerit saat itu juga namun ia tak mampu melakukannya.
Tiba-tiba pintu kamar Aileen terbuka terlihat Rayn membawa makanan untuknya.
“Ai makanlah dulu!” Pinta Rayn namun Rayn terkejut melihat Aileen menangis.
“Ai, kau kenapa, kau masih memikirkan pak Dav? Sudahlah dia saja tak peduli denganmu, lupakan saja.” Ucap Rayn yang meletakkan makanan yang ia bawa diatas nakas Aileen, lalu ia memeluk sahabatnya yang masih terlihat bersedih.
“Kau tau, kau bahkan bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari pak David, percayalah.” Aileen semakin menangis tesedu didepan Aileen karena Rayn tak tau tidak mudah melupakannya begitu saja, perasaannya begitu kacau sekarang.
“Ai dengarkan aku, jika memang pak Dav memang ditakdirkan untukmu aku yakin dia akan kembali denganmu namun jika memang kalian bukanlah takdir dariNya maka ikhlaskanlah masih banyak yang menginginkanmu seorang wanita yang cantik dan sangat mandiri, aku saja tidak bisa sampai sepertimu, bahkan waktu Om Asyad menghentikanmu dari proyek jujur saja aku sangat senang namun kau malah tetap menginginkan proyek tersebut untuk kau tangani.” Ucap Rayn begitu saja membuat Aileen melihatnya dengan begitu tajam.
“Emm, bukan begitu Ai, aku hanya pusing saja jika harus dihadapkan dengan angka-angka yang membuat kepalaku seakan ingin lepas dari tubuhku.” Rayn berkata seolah takut Aileen akan memakinya.
“Pokoknya kau jangan coba-coba kabur dari proyek ini, jika kau ingin berhenti kau harus membayarku dengan sepuluh kali lipat dari gajimu, hahaa.” Rayn begitu bahagia akhirnya Aileen bisa tertawa kembali.
“Baiklah, aku akan selalu mendukungmu, yah meskipun aku terpaksa.” Ucap Rayn dengan nadanya yang begitu lesu.
“Kau harus melakukannya,” Aileen meraih makanannya lalu memakannya dengan begitu lahap tak peduli dengan sahabatnya seakan ia sudah melupakan permasalahannya yang tadi sempat mengguncang hatinya.
***
David mengistirahatkan tubuhnya, ia memang sengaja meliburkan dirinya dari pekerjaannya dan menyuruh Aldo menangani semuanya kini ia sudah sangat letih, seharian ini setelah bertemu dengan detektif tersebut ia harus menuruti permintaan Kayla yang membuatnya semakin tidak mengenali lagi diri Kayla yang sangat berbeda dengan Kayla saat dulu masih menjadi kekasihnya sebelum ia mengalami kecelakaan, mungkinkah kecelakaan tersebut membuatnya berubah.
David tiba-tiba kembali harus teringat dengan Aileen sungguh dia begitu merindukannya, rasanya begitu tersiksa, David ingin menghubungi Aileen namun takut David memberikan harapan pada Aileen, karena David tau semakin besar nanti harapan Aileen padanya ia takut akan mengecewakannya, sungguh dia tak sanggup melihatnya kecewa untuk yang kedua kali.
Dua hari berlalu
Detektif bernama Rio tersebut menghubungi David memberikan kabar yang begitu sangat dinantikan oleh Tuannya.
“Tuan bagaimana kabarmu?” Tanya Rio sedikit berbasa basi berbicara dengan David.
“Baik, jadi bagaimana kabar apa yang temukan?” Jawab David dingin dan langsung berbicara ke inti pembicaraan.
“Oh Tuan, kau sangat tidak sabar sekali, baiklah jadi setelah saya menyelidiki identitas orang tersebut saya juga menemukannya bersama seseorang mereka saat ini tinggal tidak jauh dari sini, orang tersebut sama dengan seseorang divideo yang kau tunjukkan bisa jadi mereka kini telah tinggal bersama.” Ucap Rio memberikan informasi sedetail mungkin kepada Tuannya.
“Dimana mereka tinggal?” Tanya David, lalu Rio langsung menyodorkan alamat tersebut kepada David.
“Itu adalah alamat apartment yang saat ini sedang mereka huni, anda bisa datang kesana.” Ucap Rio.
Tanpa basa-basi David berdiri tanpa mengambil alamat tersebut. “Antar aku kesana!” Pinta David kepada Rio.
“Siap Tuan.” Rio segera berdiri dari duduknya mengikuti David ke dalam mobil.
David sungguh sudah tak bisa menahan semuanya dia sudah sangat ingin mengakhiri masalah yang seakan mengganggu hidupnya, dengan kecepatan penuh David melajukan mobilnya tak memperdulikan Rio yang berteriak kencang padanya.
\=\=\=\=\=\=\=
Happy Reading 📖📖