
Rayn mendatangi Aldo yang sudah menunggunya dengan sebuah cangkir yang terlihat asap mengepul dari bibir cangkir itu. Rayn duduk didepan Aldo yang memang sudah mengetahuinya.
"Apa yang ingin kau katakan, Al?" Tanya Rayn membuat Aldo sedikit berdehem, sebenarnya dia merasa sungkan akan hal ini namun mau bagaimana lagi.
"Aku ingin, kau membantuku melakukan sebuah misi." Ucap Aldo membuat Rayn mengerutkan dahinya.
"Misi?" Tanya Rayn tentang hal yang membuatnya penasaran.
"Saat ini bos David sedang dilema dengan kedatangan kekasihnya yang sudah dua tahun menghilang." Jelas Aldo membuat Rayn tampak berpikir.
"Lalu apa hubungannya misi itu denganku?" Tanya Rayn merasa misi yang diberikan Aldo tak berpengaruh apapun padanya.
"Rayn, kau lupa bos David dan Nona Aileen, kau mau melihat sahabatmu sakit hati karena semua ini?" Ujarnya mulai menjelaskan inti dari misinya.
"Aku tau itu, bahkan aku akan membantu mereka agar bisa bersama, namun kalau memang pak David sudah memiliki kekasih, jelas saja aku tak akan membiarkan pak David menyakiti Aileen, aku akan berusaha menjauhkannya!" Rayn berucap tegas seakan ingin melindungi sahabatnya dari mara bahaya.
"Jangan, kau tak boleh memisahkan Nona Aileen dan bos David, kita berdua akan menyelidiki tentang kekasih bos, karena dari awal datang aku sudah merasa janggal dengan kehadirannya." Aldo mulai menjelaskan perlahan.
"Aku bahkan mengenal kekasih bos, dia orangnya tak seperti sekarang dengan sifat dan cara berbicara menunjukkan sedikit angkuh dari Nona Kayla yang biasanya." Tambah Aldo membuat Rayn memanggut-manggutkan dagunya nampak berpikir.
"Lalu aku harus apa, Al?" Tanya Rayn karena merasa bingung dengan permasalahan yang cukup pelik ini baginya.
"Kau tak usah melakukan apa-apa karena aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari tau wanita itu, aku hanya perlu kau bersama Nona Aileen saat nanti bertemu Kayla." Aldo menjelaskan lebih detail tentang misinya itu.
"Bertemu? Jadi maksudmu kita akan bertemu si Kayla itu?" Tanya Rayn penasaran mengapa Aldo menyuruhnya bertemu wanita itu.
"Tenang kita akan bertemu dengannya saat kita akan membicarakan proyek yang sebentar lagi akan berada pada tahap pembangunan." Aldo berucap dengan senyum merekah dibibirnya.
"Baiklah, aku akan melakukannya, hanya menemani Aileen, itu setiap hari aku lakukan terkadang bosmu saja yang tak tau diri, main ambil si Ai saja." Rayn memanyunkan bibirnya diakhir kalimatnya.
Melihat itu Aldo hanya memandang Rayn lucu, bagaimana bisa seorang sahabat begitu saling mencintai layaknya seorang pacar, apa jangan-jangan, pikir Aldo yang tiba-tiba berpikir kearah sana.
"Kau jangan berpikir macam-macam tentang aku dan Ai, aku dan dia tak pernah jauh dari kami High School hingga sekarang, pantaslah aku tak rela pak David begitu saja membawa Ai pergi." Rayn seolah tau isi pikiran Aldo hingga begitu tanggapnya ia berucap langsung pada Aldo.
"Memang aku berpikir apa?" Tanya Aldo heran, kenapa Rayn bisa tau pemikirannya apa dia seorang cenayang, pikirnya.
***
Aileen yang melihat Rayn sudah tiba pun langsung menatapnya namun hanya tatapan biasa layaknya mengerti jika itu sahabatnya yang sudah kembali.
"Kau lelah?" Tanya Rayn pada Aileen yang justru membuat Aileen mengernyitkan dahinya, bukannya dia yang seharusnya bertanya seperti itu lalu kenapa malah Rayn yang bertanya, pikir Aileen.
"Tidak, aku hanya menonton film sedari tadi." Jawab Aileen masih dengan tatapan bertanya-tanya.
"Ada apa melihatku seperti itu?" Tanya Rayn melihat sahabatnya yang memandang dengan tatapan curiga.
"Kau, ada sesuatu dengan Aldo? Apa kau sudah resmi menjadi kekasih Aldo?" Pertanyaan Aileen membuat Rayn terlihat sangat malu, bisa tidak sih sahabatnya ini sedikit berbasa-basi, pikirnya.
"Ehmm..." Rayn masih bingung menjawabnya, entah dia dikatakan sudah resmi atau belum namun Aldo sudah menyatakan perasaannya pada Rayn saat dikafe tadi, membuat Rayn membayangkan kembali suasana canggung itu bersama Aldo.
"Sudah kau jangan menutupi, kau harus mentraktirku besok, aku tak mau tau." Aileen kembali memakan camilannya dan melanjutkan menonton film yang sempat tertunda.
Rayn acuh saja, namun dia teringat dengan ajakan Aldo yang menyuruh mereka untuk bertemu membahas proyeknya nanti.
"Oh iya Rayn, tadi Aldo ada mengatakan kalau kita besok akan melakukan pertemuan lagi, membahas pembangunan proyek." Ucap Rayn membuat Aileen menolehkan kepalanya.
"Kau mau dia dihukum dan melihat sahabatmu sedih karenanya." Rayn merajuk sedih yang dibuat-buat membuat Aileen tertawa dengan riangnya.
***
Pertemuan yang sudah disepakati pun akhirnya dimulai terlihat Aileen menatap David yang tak melihatnya sama sekali, ia merasa David berbeda setelah kejadian itu.
"Nona Aileen kau tak apa?" Tanya Aldo membuat Aileen mengalihkan pandangannya dari David.
"Oh tidak apa, lanjutkan saja!" Pinta Aileen.
"Baiklah," Aldo melanjutkan presentasinya, ia tahu David tak akan fokus dengan ini jadi Aldo lah yang menjelaskan detail pembangunan nanti kepada Aileen dan Rayn.
Setelah selesai melakukan presentasi mereka menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja masing-masing, namun Aileen dan David seperti tak menikmati itu, Aileen yang masih penasaran dengan sikap David padanya terlihat dingin dan David yang sedari tadi tak lepas memikirkan bagaimana membuat Kayla mengerti kalau sekarang bukan dirinyalah yang singgah dihatinya, mereka terjebak dalam pikirannya masing-masing.
"Hai, semua," Sapa Kayla saat melihat David beserta koleganya menikmati makanannya.
Mendengar itu semua yang ada dimeja tersebut mengangkat kepalanya melihat sosok cantik dan glamour dihadapannya.
"Hai, Dav, kau tak menyuruhku duduk." Tanya Kayla yang memang sengaja memecah kecanggungan diantara mereka.
"Duduklah!" Ucap David dingin dan singkat.
Rayn yang melihat itu tampak kaget bukan main, dia tak mengira bahwa wanita inilah kekasih David, ia sungguh tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Kau tak apa?" Tanya Aileen melihat raut wajah sahabatnya begitu terkejut saat melihat Kayla dihadapannya.
"Tidak, tidak apa-apa."Ucap Rayn mencoba menutupi keterkejutannya yang terlalu kentara dimata sahabatnya.
Aileen yang merasa aneh dengan Rayn, tak lagi memikirkannya, karena didepannya matanya terusik oleh hal yang membuat entah mengapa dadanya terasa sesak, melihat wanita dihadapannya ini berlaku manja pada David namun David tak menolaknya sama sekali.
Aldo yang mengerti situasi ini akan semakin mengerti dimana bosnya berpihak, nyatanya bosnya masih memperhatikan kekasihnya meskipun auranya terlihat dingin, Aldo juga menatap Aileen yang sedikit muram karena mengerti jika dibiarkan tak akan baik, ia berniat mengakhiri misinya ini, sudah cukup Aldo tau bosnya tak merasa peduli dengan orang yang sudah menyembuhkan hatinya.
Tiba-tiba saja Rayn menarik tangan Aileen yang masih fokus akan pemandangan didepannya.
"Maaf, pak David, pak Aldo saya ingin pergi dahulu, semuanya sudah clear, saya dan bu Aileen akan segera kembali."
"Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya." Ucap David yang tak disangka Aileen seakan mengiyakannya untuk pergi.
Setelah mendapatkan perasaan yang begitu mengoyak hatinya ia pun mengikuti langkah Rayn pergi, tak memperdulikan lagi tatapan mereka padanya.
"Sungguh tidak sopan sekali wanita itu, pergi begitu saja tanpa berjabat tangan ataupun sedikit berbasa-basi." Ucap Kayla yang tertuju pada Aileen.
Aileen meneteskan airmatanya disepanjang perjalanannya ia tak bisa menerima ini, baginya David benar-benar sudah mematahkan harapannya.
\=\=\=\=\=\=\=
Hahaha ini aku up yah, meski like dan vote sedikit aku masih mencoba up demi kalian yang sudah setia baca.
Semoga terhibur🤣🤣
Happy Reading gaes🤗