Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Go Home



Setelah beberapa hari dirawat Aileen kini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, mendengar itu terasa lega dihati kedua orang tua Aileen. Aileen pun yang sudah ingin pulang sejak dihari pertama ia dirawat nampak senang sekali akhirnya ia bisa kembali ke rumahnya sudah sangat merindukan kamar tercintanya.


Melihat wajah Aileen yang sudah tampak lebih segar dari hari-hari sebelumnya membuat semua merasa bahagia akhirnya wajah itu kembali lagi, wajah penuh keceriaan dan penuh senyum.


Rayn yang sudah heboh sekali mendengar sahabatnya itu akhirnya pulang memberikan kejutan untuk sahabatnya membuat ruang tamu iti penuh dengan dekorasi ala dirinya yang tentu saja sudah mendapat persetujuan dari Asyad dan juga Iksa.


Rayn tak bisa menjenguk sahabatnya itu karena memang Iksa melarang Rayn untuk itu, ia hanya ingin memberi Aileen waktu bersama David untuk saling melepaskan kesedihan yang tertaut diwajahnya semenjak mereka berpisah dan memberi mereka waktu untuk berbicara akan selanjutnya apa yang akan David rencanakan untuk hubungannya itu.


"Selamat datang Aileen sayang," Ucap Rayn saat pintu masuk rumah Aileen terbuka menampilkan wajah Aileen yang berjalan sambil memeluk sang Mama sementara David dan Papa Asyad berada dibelakangnya tampa bicara satu katapun.


"Ya ampun Rayn, kau ini heboh sekali, aku baru saja sakit bukan dari melahirkan bayi," Ucap Aileen mendekati Rayn dan memeluk tubuh sesama mungilnya itu.


"Aku harus melakukan ini, biar aku di anggap ada," Rayn berkata sambil terkikik menahan senyum dihadapan kedua orang tua Aileen.


"Oh iya?? lalu kenapa kau tak menjengukku di sana, kau tak terlihat sama sekali Rayn," Aileen menatap tajam sahabatnya itu.


"Heii kau jangan menyalahkanku saja, kalau aku mau kesana bisa saja saat kau sakit aku langsung berlari ke kamar inapmu, namun sayang seseorang menghalangiku," Rayn sengaja melirik ke arah kedua orang tua Aileen.


"Heiii anak muda kau," Ucap Iksa lalu dengan sigap tubuhnya didekap oleh Asyad membuat ia tak bisa berbicara lagi lalu dengan terpaksa Iksa mengikuti sang suami yang membawanya pergi dari hadapan anak-anaknya itu.


"Pa," Ucap Iksa dengan nada protes dihadapannya.


"Ma, sudahlah biarkan saja mereka, aku tau nanti kau pasti akan adu mulut dengan si Rayn yang tak mau kalah itu." Ucap Asyad lembut membuat Iksa hanya memanyunkan bibirnya hingga tanpa Iksa sadari Asyad memberi kecupan singkat dibibir sang istri.


Iksa yang terkejut akan sikap sang suami yang mengecupnya dihadapan sang anak seketika menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya membuat Asyad menggelengkan kepalanya sungguh istrinya ini serasa masih remaja saja.


"Dav, apa ini artinya Om Asyad sudah memberimu izin pada Aileen?" Tanya Rayn pada wajah David yang masih memperhatikan dua sosok yang sudah lenyap dari pandangannya.


"Entahlah, beliau akan mengatakannya nanti, Ai kau istirahatlah sayang!" Ucapnya mendekati Aileen mendekapnya disandaran bahu miliknya.


"Iya Ai, istirahatnlah kau pasti sangat lelah!" Kata Rayn membuat Aileen mengerutkan dahinya.


"Kenapa kau juga menyuruhku istirahat?" Tanya Aileen membuat Rayn melipat bibirnya ke dalam.


"Heii, memangnya aku harus menyuruhmu apa, membersihkan dekorasi ini?!" Ucap Rayn dengan masih melipat bibirnya menyeringai.


"Aku tau rencanamu!" Sidik Aileen yang memang sudah mengenal karakter sahabatnya itu.


"Ayo Ai, istirahat dulu!" Pinta David dan dengan menurutnya Aileen mengikuti langkah David menuju kamarnya.


"Ini pasti akan sangat mengejutkanmu Ai," Rayn menggeleng-gelngkan kepalanya sembari membayangkan rencananya dan beberapaa orang akan berhasil.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy Satnight😍


Happy Reading🤗🤗