Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 63_Sakit Sekali



Asyad melangkah mendekati Iksa dengan pelan, hingga tubuh Iksa bersandar pada sisi ranjang kamarnya, Asyad semakin mendekat hingga menghimpit tubuh Iksa yang sudah ak bisa bergerak kemana-mana.


"A-syad a-ku m-au mandi," Ucap Iksa dengan sedikit mendorong tubuh Asyad, getaran didalam dirinya seakan tak sanggup melihat tubuh Asyad yang semakin mendekatinya.


"Oke, aku tunggu, jangan terlalu lama!" Asyad membelai pipi Iksa dengan lembut lalu di akhiri dengan mencium kening Iksa dalam.


Iksa segera melangkah cepat ke kamar mandi setelah Asyad memberi pelonggaran pada dirinya, bahkan di dalam kamar mandi Iksa merasa bingung ia bahkan menghabiskan waktu 30 menit di dalam kamar mandi, ia merasa belum siap ia merasa takut karena bayangan saat melihat film yang pernah ia tonton saat melakukan adegan malam pertama sang wanita sampai menjerit menahan sakit, Iksa benar-benar takut ia takut kalau nanti ia akan kesakitan dan sampai pingsan mungkin.


Asyad yang berada di ranjang kamarnya sedari tadi melihat pintu kamar mandi yang belum juga terbuka bahkan sudah hampir satu jam lamanya Iksa di dalam, merasa takut akan Iksa Asyad menghampiri pintu tersebut lalu mengetuknya pelan.


"Sayang, kau tidak apa-apa kan?"


"I-ya a-ku sedang buang air besar maaf jika membuatmu menunggu." Iksa terpaksa berbohong ia benar-benar takut sekarang apa yang harus dia lakukan.


Dengan yakin Iksa pun mandi dan segera memakai baju namun di kamar mandi hanya ada sebuah baju yang nampak indah namun seperti pakaian wanita penggoda yang ia pernah lihat di film hollywood .


"Apa aku harus memakai ini, apa nanti Asyad akan marah tidak ya? ah biarkan saja kalau nanti dia marah aku akan ganti saja pakaianku dengan memakai gaun pengantin lagi."


Asyad yang sudah menantikan Iksa keluar dari kamar mandi tersebut sangat di buat terkejut melihat kekasihnya memakai pakaian yang jelas membuat dirinya tergoda bahkan sekarang pun tubuh Asyad mulai panas tidak karuan ia menginginkan kekasihnya.


"Sayang kenapa kau lama sekali?"


"Aku aku tadi buang air besar, perutku agak sakit jadi aku sedikit lama, maaf!" ucap Iksa dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak apa sayang, bajunya sangat indah ditubuhmu aku suka kau memakai ini depanku." Asyad perlahan mendekati Iksa ia menarik tubuh Iksa hingga tidak ada lagi jarak diantara mereka.


"Apa kau tidak marah, baju ini terlalu terbuka untuk dipakai?"


"Tidak, aku senang kau memakainya, aku ingin kau selalu memakainya di kamar saat kita hendak tidur."


"Bagaimana mungkin Asyad, kau akan membuatku masuk angin jika setiap hari aku tidur menggunakan baju seperti ini?" Iksa menatap Asyad dengan kesal bahkan Asyad hanya tersenyum saja tak menyesali perkataannya memangnya ia mau apa kekasihnya sakit.


"Bercanda sayang, tapi kalau kau mau aku akan sangat senang melihatnya," Asyad menyunggingkan senyumnya lebar Iksa yang ditatap seperti itu seolah salah tingkah ia hanya menepuk bahu Asyad lalu menenggelamkan kepalanya didada Asyad, Asyad pun mengeratkan pelukannya mencium puncak kepala Iksa.


Setelah berpelukan cukup lama Asyad mendorong kepala Iksa menangkup kedua pipinya menatap dalam sang kekasih tatapan mereka seakan tatapan saling mendamba dengan perlahan Asyad melayangkan kecupannya pada bibir ranum Iksa yang terlihat sangat menggoda mereka berpagutan saling merasakan cinta diantara keduanya mereka berciuman penuh damba, penuh cinta dan penuh hasrat.


Asyad mencium Iksa perlahan semakin agresif Iksa yang merasakan itu ia hanya mampu menerima apa yang suaminya inginkan, Asyad beralih pada leher jenjang Iksa mengecupnya dalam memberi kiss mark di leher jenjangnya, Iksa yang merasa tubuhnya semakin panas seakan gairahnya menginginkan lebih.


"Asyad," Asyad terus menciuminya hingga ciuman itu semakin turun ke dada sintal Iksa yang sangat Asyad inginkan.


Perlahan Asyad menurunkan lingerie yang dipakai Iksa hingga jatuh kebawah menyisakan dua pakaian dalam yang membalut tubuh indahnya yang begitu sensitif. Asyad mengangkat tubuh mungil Iksa ala bridal style menuju ranjang yang sudah ia siapkan.


Di turunkannya Iksa dengan perlahan sembari mengecup kening Iksa dalam, Asyad membuka seluruh pakainnya hingga tubuhnya terlihat polos tanpa pakaian satupun dimata Iksa, Iksa melihat itu hanya tersipu malu ini pertama kalinya dia melihat tubuh Asyad tanpa balutan kain.


Asyad menindih tubuh Iksa melayangkan ciuman dibibir manisnya yang membuat Asyad selalu candu dan ingin terus merasakannya tangannya tak ia biarkan diam ia mencoba membuka pengait pakaian dalam Iksa hingga terlihat buah dadanya menyembul saat Asyad menarik pakaian dalamnya, Iksa merasa sangat malu hingga ia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya mencoba menutupinya dari Asyad.


"Sayang, lepaskan hanya aku yang melihatnya." mencoba menyingkirkan kedua tangan Iksa.


Iksa menurut begitu saja, kini Asyad menyentuh buah dada Iksa yang sangat didambanya menekannya memilin hingga memberikan ciuman yang begitu agresif di tempat itu.


Melihat Iksa yang sudah sangat basah saat Asyad melepas satu-satunya kain yang menempel ditubuh bawah Iksa, Asyad pun mulai melakukan aksinya ia sudah mengarahkan sengatannya di tengah paha Iksa.


"Kau siap sayang?" Iksa mengangguk pertanda ia juga menginginkannya.


Setelah mendapat izin dari istrinya ia pun memasukkan sengatannya kedalam lubang surga milik Iksa, Iksa menjerit saat kesakitan pada intinya terasa begitu ngilu, air mata kesakitannya pun turun membasahi pelipisnya.


Asyad berhenti saat melihat Iksa terlihat kesakitan ia tak berani bergerak karena istrinya menangis menahan sakit.


"Kau tidak apa sayang?"


"Sakit sekali Asyad, ini sungguh sakit aku tidak bisa menahan!" ucap Iksa dengan berpegangan pada kedua bahu Asyad mencengkeramnya kuat.


"Tahan sedikit sayang sebentar lagi pasti akan berbeda!"


"Kau yakin?" Asyad mengangguk.


"Baiklah, lakukanlah!"


Asyad mulai menggerakkan tubuhnya dengan seiring waktu Iksa mulai merasakan nikmat yang benar-benar belum pernah ia rasakan ini sungguh kenikmatan dunia yang tiada tara bagi Iksa.


Asyad mempercepat gerakannya membuat Iksa semakin mendesah keras ia juga mengikuti gerakan Asyad yang semakin agresif dan membuat sesuatu dalam diri Iksa ingin mengeluarkan sesuatu.


"As-syad a-ku ingin buang air!"


"Keluarkan sayang, keluarkan!"


"Hah!"


Iksa menurutinya saja mengeluarkan pelepasannya hingga tubuhnya mengejang pertanda hasratnya terselesaikan, Asyad yang juga sudah siap mengeluarkan cairannya pun semakin mempercepat gerakannya hingga cairan itu keluar dan membuat tubuhnya mengejang hebat dan ambruk disisi Iksa tanpa melepaskan tautan intinya mereka sama-sama mengatur napasnya yang seakan ruangan tersebut kekurangan oksigen, tubuh mereka berkeringat panas.


Asyad melepaskan tautan intinya menarik selimut menutupi tubuh polosnya dan juga istrinya, ia mencium kening Iksa dalam dan memeluk tubuh Iksa.


"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu istriku."


"Aku juga mencintaimu suamiku."


Mereka pun tertidur saling berpelukan setelah kata cinta terucap dari mulut mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hayooooo udah yahhh hiya-hiyanya πŸ˜‚


Asli aku belum pernah pengalaman ya gaess ini cuman aku dapat dari referensi di googleπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Vote dan likenya plissss aku udah nurutin kemauan kalian😁😁😁😁


Dukung aku yah yah yah yahπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€